Kompas.com - 12/02/2018, 17:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi menahan Bupati Ngada Marianus Sae, setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus suap sejumlah proyek di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Pantauan Kompas.com, Senin (12/2/2018), Marianus keluar dari gedung KPK sekitar pukul 17.00 WIB. Dia sudah mengenakan rompi oranye tahanan KPK.

Saat berpapasan dengan awak media, Marianus bungkam. Politisi PDI Perjuangan itu terus berjalan dan masuk ke dalam mobil tahanan.

Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati mengatakan, Marianus akan ditahan di Rutan Klas 1 Jakarta Timur, cabang KPK.

"MSA di Rutan Klas 1 Jakarta Timur Cabang KPK," kata Yuyuk lewat pesan singkat, Senin sore.

(Baca juga: Kronologi OTT Bupati Ngada Marianus Sae)

Selain Marianus, KPK menetapkan Dirut PT Sinar 99 Permai, Wilhelmus Iwan Ulumbu sebagai tersangka. Wilhelmus diduga menyuap Marianus terkait sejumlah proyek di Kabupaten Ngada, NTT.

Wilhelmus diketahui merupakan salah satu kontraktor di Kabupaten Ngada yang kerap mendapatkan proyek di Kabupaten Ngada sejak 2011.

Dalam kasus ini, Marianus diduga menerima suap Rp 4,1 miliar dari Wilhelmus. Selain itu, suap ini juga diduga terkait dengan sejumlah proyek di Pemkab Ngada untuk 2018. Marianus diduga menjanjikan proyek-proyek tersebut dapat digarap Wilhelmus.

Proyek-proyek itu yakni pembangunan jalan Poma Boras senilai Rp 5 miliar, jembatan Boawae Rp 3 miliar, jalan ruas Ranamoeteni Rp 20 miliar, ruas jalan Riominsimarunggela Rp 14 miliar, ruas jalan Tadawaebella senilai Rp 5 miliar, ruas jalan Emerewaibella Rp 5 milair, dan ruas jalan Warbetutarawaja Rp 2 miliar. Nilai total proyek-proyek tersebut yakni Rp 54 miliar.

Kompas TV Pasca operasi tangkap tangan dari Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap Bupati Ngada Marianus Sae aktifitas rumah jabatan bupati tampak sepi.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.