Kompas.com - 08/02/2018, 15:00 WIB
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara mampir membeli kain songket di Arena Songket Silungkang di Kabupaten Sawahlunto, Sumatera Barat, Kamis (8/2/2018). KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADOPresiden Joko Widodo dan Ibu Negara mampir membeli kain songket di Arena Songket Silungkang di Kabupaten Sawahlunto, Sumatera Barat, Kamis (8/2/2018).

DHARMASRAYA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo bertemu dengan sejumlah tokoh elemen masyarakat di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Rabu (7/2/2018) malam.

"Semalam Bapak Presiden sempat bertemu dengan tokoh-tokoh di Dharmasraya. Mulai dari tokoh agama, adat, pemuda, semuanya," ujar Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan kepada Kompas.com pada Kamis (8/2/2018).

Dalam pertemuan itu, para tokoh mengapresiasi kehadiran Jokowi selama dua hari di Kabupaten Dharmasraya.

Para tokoh itu, lanjut Sutan, mengungkapkan bahwa kunjungan Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana ke kabupatennya tersebut menunjukkan komitmen pemerintah pusat dalam hal membangun daerah.

"Kedatangan beliau ke Dharmasraya selama dua hari dinilai memperlihatkan keseriusan Bapak Presiden dalam membangun daerah," ujar Sutan.

(Baca juga: Saat Warga Dharmasraya Takut Jokowi Jatuh ke Proyek Embung...)

Sutan menambahkan, baru di era Presiden Jokowi, kabupatennya mendapatkan perhatian khusus. Salah satu contohnya, kabupatennya menjadi salah satu dari 12 kabupaten yang menjadi sasaran program padat karya tunai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Program padat karya itu berupa pembangunan jalur irigasi, jalan antardesa dan embung untuk persawahan.

"Pembangunan itu mendukung potensi pertanian di kabupaten kami yang selama ini belum digarap. Target kami, embung itu mampu mengairi 11.000 hektare sawah. Namun sementara ini, baru ada 6.500 hektar sawah. Sisanya masih lahan kosong," ujar Sutan.

Sutan menambahkan, jika Jokowi meneruskan kepemimpinannya, pembangunan di kabupatennya diharap akan diteruskan.

"Berdasarkan pertemuan tadi malam, para tokoh ulama, tokoh adat serta tokoh pemuda, semuanya menyatakan mendukung  program kerja Presiden dan Insya Allah mendukung untuk melanjutkan di periode kedua," ujar Sutan.

Kompas TV Presiden Joko Widodo berencana mengirim anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) ke Asmat Papua.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akun YouTube BNPB Diretas, Sedang Dilakukan Perbaikan

Akun YouTube BNPB Diretas, Sedang Dilakukan Perbaikan

Nasional
UPDATE: Sebaran 220 Kasus Harian Covid-19 di Indonesia, Jawa Barat Tertinggi

UPDATE: Sebaran 220 Kasus Harian Covid-19 di Indonesia, Jawa Barat Tertinggi

Nasional
Pakar Usul Ibu Kota Negara Baru Cukup jadi Pusat Pemerintahan

Pakar Usul Ibu Kota Negara Baru Cukup jadi Pusat Pemerintahan

Nasional
Kemendagri Imbau Masyarakat Adat dan Penyandang Disabilitas Segera Buat NIK

Kemendagri Imbau Masyarakat Adat dan Penyandang Disabilitas Segera Buat NIK

Nasional
Muncul Hoaks CEO BioNTech Menolak Divaksin karena Alasan Keamanan, Ini Penjelasannya

Muncul Hoaks CEO BioNTech Menolak Divaksin karena Alasan Keamanan, Ini Penjelasannya

Nasional
Lantik Novel dkk Jadi ASN, Kapolri: Rekam Jejak Rekan-rekan Tak Saya Ragukan

Lantik Novel dkk Jadi ASN, Kapolri: Rekam Jejak Rekan-rekan Tak Saya Ragukan

Nasional
Ajak Mubalig Jaga Persatuan, Zulhas: Bukan Lahirkan 'Cebong' atau 'Kampret'

Ajak Mubalig Jaga Persatuan, Zulhas: Bukan Lahirkan "Cebong" atau "Kampret"

Nasional
UPDATE: 360.510 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 0,61 Persen

UPDATE: 360.510 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 0,61 Persen

Nasional
Menlu Dorong Kebijakan Inklusif agar Pemulihan Ekonomi Pasca-pandemi Merata

Menlu Dorong Kebijakan Inklusif agar Pemulihan Ekonomi Pasca-pandemi Merata

Nasional
UPDATE Erupsi Semeru: 43 Orang Meninggal Dunia, 104 Orang Luka-Luka

UPDATE Erupsi Semeru: 43 Orang Meninggal Dunia, 104 Orang Luka-Luka

Nasional
44 Eks Pegawai KPK Dilantik Kapolri Jadi ASN pada Hari Antikorupsi Sedunia

44 Eks Pegawai KPK Dilantik Kapolri Jadi ASN pada Hari Antikorupsi Sedunia

Nasional
UPDATE 9 Desember: Tambah 296, Kasus Sembuh dari Covid-19 Kini 4.109.364

UPDATE 9 Desember: Tambah 296, Kasus Sembuh dari Covid-19 Kini 4.109.364

Nasional
Bantuan Kuota Data Internet Kemendikbud-Ristek Ditambah

Bantuan Kuota Data Internet Kemendikbud-Ristek Ditambah

Nasional
UPDATE: Bertambah 220, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.258.560

UPDATE: Bertambah 220, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.258.560

Nasional
Pemerintah Diimbau Perketat Tracing Cegah Omicron, Puan: Jangan Sampai Kita Kecolongan

Pemerintah Diimbau Perketat Tracing Cegah Omicron, Puan: Jangan Sampai Kita Kecolongan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.