Di Depan Sri Mulyani, Buwas Tunjuk Bandar Narkoba yang Coba Menyuapnya

Kompas.com - 07/02/2018, 19:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso atau Buwas bicara "blak-blakan" di hadapan Menteri Keuangan Sri Mulyani, saat konferensi pers penangkapan 12 orang jaringan narkotika di Sumatera, di Jakarta, Rabu (7/2/2018).

Salah satunya, saat Budi Waseso menceritakan tentang percobaan suap terhadap dirinya oleh bandar narkoba Togiman alias Toge alias Tony (60), beberapa tahun silam.

Saat jumpa pers ini, Toge juga dihadirkan karena ia kembali ditangkap atas dugaan terciduk mengendalikan jaringan narkotika dari dalam lembaga permasyarakatan (Lapas).

"Ini yang menyuap saya Bu, dulu waktu di Medan," ujar Buwas.

Ia mengatakan, Toge adalah narapidana yang sudah divonis mati dua kali. Namun, tetap bisa mengendalikan jaringan narkotika dari dalam lapas.

Baca juga: Budi Waseso: Petani Ganja di Aceh Hanya Dimanfaatkan Bandar Narkoba

Dari kasus terbaru, jaringan narkotika yang dikomandoi Toge dibongkar oleh BNN dan Ditjen Bea Cukai.

Dalam operasi di Aceh dan Medan, 110 kilogram sabu dan 18.300 ekstasi asal Malaysia diamankan.

Setaelah melakukan pengusutan, ternyata otak dari impor barang haram itu adalah Toge. Ia pula orang yang memesan paket sabu dan ekstasi tersebut.

Budi Waseso sempat menyindir Toge karena mencoba menyuapnya Rp 4 miliar agar ia bebas saat ditangkap dalam kasus keduanya.

Baca juga: Akan Pensiun pada Maret 2018, Buwas Surati Jokowi soal Kriteria Kepala BNN

"Dulu penawarannya Rp 8 miliar, dia kasih tunai Rp 4 miliar. Tetapi sayangnya enggak langsung ke Kepala BNN, lewat perantara ya ketahuan. Coba kalau langsung, aman," kata Buwas, sembari tertawa.

Budi Waseso juga mengungkapkan bahwa BNN sudah menjerat Toge dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Hasilnya, negara menyita harta Toge yang mencapai Rp 2 triliun.

Ia yakin, jika kasusnya dibawa ke pengadilan, maka Toge akan kembali dijatuhi vonis hukuman mati. Namun, Buwas heran karena hukuman mati itu tidak dieksekusi oleh Kejaksaan.

Sementara itu, Toge dan 10 orang tersangka yang dibawa BNN ke Kantor Kementerian Keuangan hanya tertunduk di sudut ruangan.

Kompas TV Simak dialognya dalam Sapa Indonesia Pagi berikut ini!


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenis-jenis Surat Perjalanan dalam Keimigrasian

Jenis-jenis Surat Perjalanan dalam Keimigrasian

Nasional
Anak yang Berhadapan dengan Hukum: Pengertian dan Haknya

Anak yang Berhadapan dengan Hukum: Pengertian dan Haknya

Nasional
KPK Disarankan Proses Hukum Harun Masiku Meski Statusnya Masih Buron

KPK Disarankan Proses Hukum Harun Masiku Meski Statusnya Masih Buron

Nasional
Jaksa Sebut Uang Suap Rp 15 Miliar PT GMP untuk Pegawai Pajak Diangkut 2 Mobil

Jaksa Sebut Uang Suap Rp 15 Miliar PT GMP untuk Pegawai Pajak Diangkut 2 Mobil

Nasional
Analisisnya Dinilai KPK Salah Kaprah, ICW Klaim Data Didapat dari Sumber Primer

Analisisnya Dinilai KPK Salah Kaprah, ICW Klaim Data Didapat dari Sumber Primer

Nasional
Polri Beri Atensi Rencana Pembentukan Tim Pemberantasan Mafia Tanah

Polri Beri Atensi Rencana Pembentukan Tim Pemberantasan Mafia Tanah

Nasional
Ketua PP Muhammadiyah Apresiasi Jokowi yang Perintahkan Tindak Tegas Mafia Tanah

Ketua PP Muhammadiyah Apresiasi Jokowi yang Perintahkan Tindak Tegas Mafia Tanah

Nasional
Usai Tetapkan Tersangka, KPK Bakal Koordinasi dengan TNI Terkait Kasus Helikopter AW-101

Usai Tetapkan Tersangka, KPK Bakal Koordinasi dengan TNI Terkait Kasus Helikopter AW-101

Nasional
Pihak Swasta Tersangka Tunggal dalam Kasus AW-101, Ini Penjelasan KPK

Pihak Swasta Tersangka Tunggal dalam Kasus AW-101, Ini Penjelasan KPK

Nasional
Jokowi: Terima Kasih Masyarakat Melaksanakan Mudik dengan Tertib

Jokowi: Terima Kasih Masyarakat Melaksanakan Mudik dengan Tertib

Nasional
Projo Tegaskan Tak Buru-Buru Putuskan Sosok yang Akan Didukung Jadi Capres

Projo Tegaskan Tak Buru-Buru Putuskan Sosok yang Akan Didukung Jadi Capres

Nasional
Pemohon Uji Materi UU Minerba Pertanyakan Fungsi Peninjauan Kembali Tata Ruang Wilayah Pertambangan

Pemohon Uji Materi UU Minerba Pertanyakan Fungsi Peninjauan Kembali Tata Ruang Wilayah Pertambangan

Nasional
Tersangka Kasus Pelanggaran HAM Berat Paniai Segera Disidang

Tersangka Kasus Pelanggaran HAM Berat Paniai Segera Disidang

Nasional
Kasus Helikopter AW-101, Tersangka Irfan Kurnia Saleh Diduga Rugikan Negara Rp 224 Miliar

Kasus Helikopter AW-101, Tersangka Irfan Kurnia Saleh Diduga Rugikan Negara Rp 224 Miliar

Nasional
Wapres Sebut Krisis Pangan jadi Momentum Kembangkan Ekspor Produk Halal

Wapres Sebut Krisis Pangan jadi Momentum Kembangkan Ekspor Produk Halal

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.