Di Depan Sri Mulyani, Buwas Tunjuk Bandar Narkoba yang Coba Menyuapnya

Kompas.com - 07/02/2018, 19:34 WIB
Kepalan BNN Budi Waseso bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani memperlihatkan barang bukti 40 kg sabu di kantor Bea Cukai, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (19/1/2018) Stanly RavelKepalan BNN Budi Waseso bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani memperlihatkan barang bukti 40 kg sabu di kantor Bea Cukai, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (19/1/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso atau Buwas bicara "blak-blakan" di hadapan Menteri Keuangan Sri Mulyani, saat konferensi pers penangkapan 12 orang jaringan narkotika di Sumatera, di Jakarta, Rabu (7/2/2018).

Salah satunya, saat Budi Waseso menceritakan tentang percobaan suap terhadap dirinya oleh bandar narkoba Togiman alias Toge alias Tony (60), beberapa tahun silam.

Saat jumpa pers ini, Toge juga dihadirkan karena ia kembali ditangkap atas dugaan terciduk mengendalikan jaringan narkotika dari dalam lembaga permasyarakatan (Lapas).

"Ini yang menyuap saya Bu, dulu waktu di Medan," ujar Buwas.

Ia mengatakan, Toge adalah narapidana yang sudah divonis mati dua kali. Namun, tetap bisa mengendalikan jaringan narkotika dari dalam lapas.

Baca juga: Budi Waseso: Petani Ganja di Aceh Hanya Dimanfaatkan Bandar Narkoba

Dari kasus terbaru, jaringan narkotika yang dikomandoi Toge dibongkar oleh BNN dan Ditjen Bea Cukai.

Dalam operasi di Aceh dan Medan, 110 kilogram sabu dan 18.300 ekstasi asal Malaysia diamankan.

Setaelah melakukan pengusutan, ternyata otak dari impor barang haram itu adalah Toge. Ia pula orang yang memesan paket sabu dan ekstasi tersebut.

Budi Waseso sempat menyindir Toge karena mencoba menyuapnya Rp 4 miliar agar ia bebas saat ditangkap dalam kasus keduanya.

Baca juga: Akan Pensiun pada Maret 2018, Buwas Surati Jokowi soal Kriteria Kepala BNN

"Dulu penawarannya Rp 8 miliar, dia kasih tunai Rp 4 miliar. Tetapi sayangnya enggak langsung ke Kepala BNN, lewat perantara ya ketahuan. Coba kalau langsung, aman," kata Buwas, sembari tertawa.

Budi Waseso juga mengungkapkan bahwa BNN sudah menjerat Toge dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Hasilnya, negara menyita harta Toge yang mencapai Rp 2 triliun.

Ia yakin, jika kasusnya dibawa ke pengadilan, maka Toge akan kembali dijatuhi vonis hukuman mati. Namun, Buwas heran karena hukuman mati itu tidak dieksekusi oleh Kejaksaan.

Sementara itu, Toge dan 10 orang tersangka yang dibawa BNN ke Kantor Kementerian Keuangan hanya tertunduk di sudut ruangan.

Kompas TV Simak dialognya dalam Sapa Indonesia Pagi berikut ini!




Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mendagri Sarankan Sekolah Tatap Muka Disesuaikan Rekomendasi Satgas di Daerah

Mendagri Sarankan Sekolah Tatap Muka Disesuaikan Rekomendasi Satgas di Daerah

Nasional
Jokowi Sebut Transformasi Digital di Indonesia Masih Tertinggal

Jokowi Sebut Transformasi Digital di Indonesia Masih Tertinggal

Nasional
Demokrat Resmi Usung Denny Indrayana pada Pilkada Kalimantan Selatan

Demokrat Resmi Usung Denny Indrayana pada Pilkada Kalimantan Selatan

Nasional
Setara Institute: Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme Lemahkan Reformasi Sektor Keamanan

Setara Institute: Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme Lemahkan Reformasi Sektor Keamanan

Nasional
Kepala Keluarga Perempuan Kesulitan Ekonomi, Kemensos Minta Pemda Perbaiki Data Penerima Bansos

Kepala Keluarga Perempuan Kesulitan Ekonomi, Kemensos Minta Pemda Perbaiki Data Penerima Bansos

Nasional
Diduga Bertemu Djoko Tjandra di Luar Negeri, Ini Pasal Pidana yang Bisa Jerat Jaksa Pinangki

Diduga Bertemu Djoko Tjandra di Luar Negeri, Ini Pasal Pidana yang Bisa Jerat Jaksa Pinangki

Nasional
PK Perkara Syafruddin Arsyad Temenggung Ditolak MA, Ini Respons KPK

PK Perkara Syafruddin Arsyad Temenggung Ditolak MA, Ini Respons KPK

Nasional
MAKI Nilai Bareskrim Perlu Periksa Jaksa Pinangki Terkait Djoko Tjandra

MAKI Nilai Bareskrim Perlu Periksa Jaksa Pinangki Terkait Djoko Tjandra

Nasional
LPSK Desak Pemerintah Alokasikan Anggaran Memadai bagi Saksi dan Korban TPPO

LPSK Desak Pemerintah Alokasikan Anggaran Memadai bagi Saksi dan Korban TPPO

Nasional
Kemensos Sebut Sudah Bantu Kepala Keluarga Perempuan Saat Pandemi Covid-19

Kemensos Sebut Sudah Bantu Kepala Keluarga Perempuan Saat Pandemi Covid-19

Nasional
Periksa Tiga Saksi, KPK Gali Informasi soal Barang Mewah Milik Menantu Nurhadi

Periksa Tiga Saksi, KPK Gali Informasi soal Barang Mewah Milik Menantu Nurhadi

Nasional
Bawaslu Sebut Penyediaan APD untuk Penyelenggara Pilkada Belum 100 Persen

Bawaslu Sebut Penyediaan APD untuk Penyelenggara Pilkada Belum 100 Persen

Nasional
Selasa, Bareskrim Berencana Periksa Anita Kolopaking Terkait Kasus Pelarian Djoko Tjandra

Selasa, Bareskrim Berencana Periksa Anita Kolopaking Terkait Kasus Pelarian Djoko Tjandra

Nasional
Kuasa Hukum Nilai Alasan JPU KPK Tolak JC Wahyu Setiawan Tak Berdasar

Kuasa Hukum Nilai Alasan JPU KPK Tolak JC Wahyu Setiawan Tak Berdasar

Nasional
LPSK: Korban Perbudakan Modern Umumnya Jalin Kontrak Tidak Jelas

LPSK: Korban Perbudakan Modern Umumnya Jalin Kontrak Tidak Jelas

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X