Mirwan Amir: Tidak Ada Maksud Saya Memojokkan SBY - Kompas.com

Mirwan Amir: Tidak Ada Maksud Saya Memojokkan SBY

Kompas.com - 07/02/2018, 13:39 WIB
Mantan pimpinan Banggar DPR Mirwan Amir usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (26/4/2013) terkait korupsi pengadaan sarana dan prasarana Proyek Hambalang. Anggota DPR Komisi I ini, diperiksa sebagai saksi dengan tersangka, Andi Mallarangeng, Dedi Kusdinar dan Teuku Bagus Muhammad Noer.

KOMPAS/ALIF ICHWAN Mantan pimpinan Banggar DPR Mirwan Amir usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (26/4/2013) terkait korupsi pengadaan sarana dan prasarana Proyek Hambalang. Anggota DPR Komisi I ini, diperiksa sebagai saksi dengan tersangka, Andi Mallarangeng, Dedi Kusdinar dan Teuku Bagus Muhammad Noer.

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Wakil Bendahara Umum Partai Demokrat Mirwan Amir mengaku tidak bermaksud memojokkan atau menuduh presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) dalam kesaksiannya perihal kasus korupsi e-KTP di pengadilan tipikor.

Saat itu, Mirwan bersaksi dalam sidang dengan terdakwa mantan Ketua DPR Setya Novanto.

"Tidak ada maksud untuk memojokkan pihak tertentu, termasuk SBY. Juga tidak ada nada tuduhan kepada SBY," kata Mirwan melalui keterangan tertulis, Rabu (7/2/2018).

Mirwan menambahkan, keterangan yang diberikan dalam persidangan murni berdasarkan pengetahuannya terkait proyek pengadaan e-KTP. Karena itu, ia memastikan keterangannya itu tidak ditunggangi oleh kepentingan mana pun di luar dirinya.

Ia juga menyinggung soal beredarnya surat atas nama dirinya kepada redaksi dua media nasional. Surat yang beredar itu berisikan klarifikasi atas keterangan yang ia berikan di persidangan.

(Baca juga: Dituduh Intervensi Proyek E-KTP, SBY Minta Mirwan Amir Buktikan Ucapannya)

Mirwan pun membantah pernah menulis surat tersebut. Dia menegaskan, keterangan yang ia berikan dalam persidangan merupakan hal yang sebenarnya.

"Perlu saya tegaskan bahwa saya tidak pernah menulis surat tersebut. Surat tersebut adalah hoaks. Isinya juga penuh fitnah dan hoaks. Keterangan saya di persidangan adalah kejadian yang sesungguhnya," kata dia.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bereaksi keras terhadap penyebutan namanya terkait kasus korupsi proyek e-KTP. Menurut SBY, penyebutan namanya itu penuh dengan rekayasa.

Nama SBY sebelumnya disebut oleh kuasa hukum Setya Novanto, Firman Wijaya, dan politisi Partai Demokrat, Mirwan Amir. SBY disebut sebagai auktor di balik proyek e-KTP.

"Tiba-tiba ada percakapan antara pengacara dan saksi. Saudara Firman Wijaya dan saksi, saudara Mirwan Amir, yang out of context, tidak nyambung. Menurut saya, penuh dengan nuansa set up, rekayasa," ujar SBY di kantor DPP Partai Demokrat, Selasa (6/2/2018).

SBY pun melaporkan Firman Wijaya ke Bareskrim Polri, Selasa (6/2/2018). Lebih lanjut, ia menyerahkan tindak lanjut dari laporan tersebut kepada aparat penegak hukum.

Laporan SBY diterima Bareskrim Polri dengan Laporan Polisi Nomor LP/187/II/2018/Bareskrim tertanggal 6 Februari 2018.

Kompas TV Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono selesai melaporkan pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya, di Bareskrim Polri.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Close Ads X