Ketua DPR Minta Komisi VIII Panggil Menteri Agama Jelaskan Perpres Zakat ASN

Kompas.com - 06/02/2018, 19:25 WIB
Ketua DPR Bambang Soesatyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/2/2018) Kompas.com/Rakhmat Nur HakimKetua DPR Bambang Soesatyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/2/2018)
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta Komisi VIII memanggil Menteri Agama dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk menjelaskan soal wacana pemotongan 2,5 persen gaji aparatur sipil negara (ASN) untuk zakat.

Ia juga meminta Komisi VIII menanyakan kepada Menteri Agama dan Baznas soal alokasi pemotongan gaji sebesar 2,5 persen tersebut.

Menurut Bambang, hal itu harus dijelaskan secara detil agar tak menimbulkan kecurigaan di masyarakat.

"Jelaskan pengelolaan dan penyaluran dana zakat nasional yang dimaksud," kata Bambang kepada Kompas.com, Selasa (6/2/2018).

Baca juga: Wapres JK Sebut Pungutan Gaji PNS untuk Zakat Sekadar Wacana

Bambang mengatakan, penjelasan soal ini penting karena selama ini negara telah menarik pajak penghasilan.

"Mengingat pemerintah juga mengenakan pajak penghasilan terhadap ASN sebesar 10 persen," lanjut politisi Partai Golkar ini.

Perpres zakat untuk ASN

Pemerintah sedang mempersiapkan peraturan presiden (Perpres) tentang pungutan zakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang beragama Islam.

Melalui Perpres tersebut, ASN yang beragama Islam diimbau memberikan zakat sebesar 2,5 persen.

"Ini bukan paksaan, lebih kepada imbauan ya," ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin di Kompleks Istana Presiden Jakarta, Senin (5/2/2018).

Baca juga: Perpres Zakat bagi ASN Bersifat Imbauan, Bukan Paksaan

Pungutan zakat tersebut akan dikelola dan dimanfaatkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Bagi ASN beragama Islam yang keberatan memberikan zakat, dapat menyampaikan permohonan.

Lukman mengungkapkan, zakat berpotensi besar bagi kepentingan rakyat Indonesia.

Oleh karena itu, pemerintah berupaya menjaring sektor tersebut demi optimalisasi penggunaan zakat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X