Kompas.com - 06/02/2018, 12:55 WIB
Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko (tengah) mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (4/2/2018). KPK resmi menahan Nyono Suharli yang terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terkait perizinan penempatan jabatan di Pemkab Jombang. ANTARA FOTO/DHEMAS REVIYANTOBupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko (tengah) mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (4/2/2018). KPK resmi menahan Nyono Suharli yang terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terkait perizinan penempatan jabatan di Pemkab Jombang.
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar menunjuk Ketua DPP Zainudin Amali sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Jawa Timur menggantikan Bupati Jombang Nyono Suharli yang berstatus tersangka.

Diketahui, saat ini Nyono tersangkut kasus korupsi suap terkait perizinan pengurusan jabatan di Pemkab Jombang.

"Sesuai dengan AD/ART memberhentikan Nyono Suharli sebagai Ketua DPD Golkar Jatim dan diganti Plt yang ditunjuk dari DPP Golkar. Maka DPP Golkar menetapkan saudara Zainudin Amali, Ketua DPP Glkar sebagai Plt Ketua DPD Partai Golkar," ujar Sekjen Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus dalam konferensi pers di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Ia beralasan, Amali merupakan sosok yang tepat karena menguasai aspek demografis dan geografis Jawa Timur. Amali diketahui pula sebagai anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Timur XI.

Baca juga : Jejak Politik Bupati Jombang, dari Kepala Desa, Bupati, hingga Ketua DPD Golkar Jatim

Nantinya, Amali diharapkan bisa memastikan mesin politik Golkar berjalan dengan baik di Jawa Timur untuk pemenangan Pilkada di provinsi dan kabupaten atau kota.

Amali juga ditugaskan untuk mengantarkan DPD Golkar Jawa Timur untuk segera menyelenggaran Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) untuk memilih Ketua DPD Golkar Jawa Timur definitif.

Lodewijk mengatakan DPP Partai Golkar memberi tenggat waktu selambatnya sebulan ke depan DPD Golkat Jaww Timur sudah memiliki ketua definitif.

"Tentunya Ketua Umum DPP Golkar telah menyampaikan agar Musdalub dilaksanakan secepatnya," papar Lodewijk.

Baca juga : Uang Rp 275 Juta untuk Bupati Jombang Berasal dari Pungli 34 Puskesmas

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko sebagai tersangka dalam kasus suap terkait perizinan pengurusan jabatan di Pemkab Jombang.

Nyono diduga menerima suap dari Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Inna Silestyanti sebesar Rp 275 juta.

Suap tersebut diberikan Inna agar Nyono selaku bupati menetapkan Inna sebagai kepala dinas kesehatan definitif.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarief mengungkapkan bahwa sebagian uang suap tersebut digunakan Nyono sebagai dana kampanye dalam Pilkada 2018.

"Diduga sekitar Rp 50 juta telah digunakan NSW (Nyono) untuk membayar iklan terkait rencananya maju dalam Pilkada Kabupaten Jombang 2018," ujar Laode saat memberikan keterangan pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (4/2/2018).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.