Fadli Zon Bikin Puisi "Sajak Peluit Kartu Kuning" - Kompas.com

Fadli Zon Bikin Puisi "Sajak Peluit Kartu Kuning"

Kompas.com - 05/02/2018, 10:54 WIB
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/1/2018).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPR Fadli Zon kembali membuat puisi kritik untuk pemerintah. Kali ini berjudul "Sajak Peluit Kartu Kuning".

Puisi ini dibuat Fadli untuk mengapresiasi aksi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Zaadit Taqwa yang mengacungkan kartu kuning ke hadapan Presiden Joko Widodo.

Dalam puisinya, Fadli menceritakan mengenai mahasiswa di era saat ini yang kurang kritis terhadap pemerintah. Namun, pada akhirnya muncul aksi kartu kuning yang membuat suara kritis mahasiswa kembali terdengar.

Berikut puisi terbaru Fadli Zon yang dikirim kepada Kompas.com lewat aplikasi berbagi pesan, Senin (5/1/2018) pagi.

sajak peluit kartu kuning

seperti mulut tersumpal kain
kau tak bisa bersuara
tak ada kata terdengar
tak ada kalimat tersiar
apalagi pidato berkobar
kemana gerangan
mahasiswa penggerak zaman

di era kematian logika
ketika dagelan jadi pemeran utama
rakyat makin menderita
biaya hidup menggila
listrik bensin gas sembako melonjak naik
harga diri terus tercabik
utang meroket juara
busung lapar headline berita
nyawa melayang banting harga
kau seolah menutup mata
tiada suara rintihan
tiada sayup-sayup desahan
apalagi orasi perjuangan
kemana gerangan
mahasiswa penggerak zaman

tiba-tiba kau tiup peluit nyaring
tanganmu mengacung kartu kuning
Balairung UI memecah sunyi
bergaung sampai ke pojok-pojok negeri
mengabarkan peringatan
tumpukan pelanggaran
tanpa kata-kata dan basa basi
kini kutahu dimana kau berdiri

Fadli Zon, 4 Februari 2018

(Baca juga: Peringatan BEM UI untuk Jokowi...)

Kartu kuning

Aksi kartu kuning kepada Jokowi terjadi pada Jumat (2/1/2018). Saat itu, Jokowi masih berada di atas panggung seusai memberikan sambutan di acara Dies Natalies UI di kampus UI, Depok.

Saat sesi foto bersama, tiba-tiba saja Ketua BEM UI Zaadit Taqwa mengacungkan kartu kuning kepada Presiden Joko Widodo sambil meniup peluit.

Kartu kuning diberikan sebagai peringatan kepada Jokowi atas berbagai masalah yang terjadi, mulai dari gizi buruk di Asmat yang menewaskan puluhan orang hingga wacana pemerintah hendak mengangkat penjabat gubernur dari Polri.

Akibat aksi tersebut, Zaadit diamankan Paspampres keluar ruangan Balairung UI.

(Baca juga: Cerita Ketua BEM UI Nekat Kartu Kuning Jokowi dan Diamankan Paspampres)

Menanggapi aksi itu, Jokowi ingin agar pengurus BEM UI ikut melihat dan menyaksikan kondisi yang ada di Kabupaten Asmat, Papua.

"Mungkin nanti, ya, mungkin nanti saya akan kirim semua ketua dan anggota di BEM untuk ke Asmat, dari UI, ya," kata Presiden Joko Widodo setelah menghadiri Haul Majemuk Masyayikh di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah, Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (3/2/2018), seperti dikutip Antara.

"Biar lihat bagaimana medan yang ada di sana kemudian problem-problem besar yang kita hadapi di daerah-daerah, terutama Papua," kata Presiden.

(Baca: Jokowi: Saya Akan Kirim BEM UI ke Asmat biar Lihat Medan di Sana)


PenulisIhsanuddin
EditorBayu Galih

Close Ads X