Tiga Faktor Ini Membuat Elektabilitas Jokowi Belum Aman untuk Pilpres 2019

Kompas.com - 02/02/2018, 17:06 WIB
Jko Widodo, saat orasi pada kampanye terbuka calon presiden di Lapangan Sukun, Malang, Jawa Timur, Minggu (30/3/2014). KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA VITALIS YOGI TRISNAJko Widodo, saat orasi pada kampanye terbuka calon presiden di Lapangan Sukun, Malang, Jawa Timur, Minggu (30/3/2014). KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA
Penulis Moh. Nadlir
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Masalah ekonomi, isu primordial, dan merebaknya isu buruh asing di Indonesia membuat elektabilitas Presiden Joko Widodo saat ini dinilai belum aman untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Hal itu berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang dirilis di Jakarta, Jumat (2/2/2/2018).

Peneliti LSI, Adjie Alfarabi, mengatakan, tiga isu tersebut akan menjadi kunci yang menentukan kemenangan Jokowi dalam Pilpres 2019.

Elektabilitas Jokowi saat ini berada di bawah 50 persen, yakni 48,5 persen.


Baca juga: Elektabilitas di Bawah 50 Persen, Posisi Jokowi Belum Aman

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA Ajdjie Alfarabi (kanan) saat memaparkan hasil survei lembaganya di kantor LSI Denny JA, Jakarta, Jumat (2/2/2018). KOMPAS.com/ MOH NADLIR Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA Ajdjie Alfarabi (kanan) saat memaparkan hasil survei lembaganya di kantor LSI Denny JA, Jakarta, Jumat (2/2/2018).
Sementara, 41,2 persen lainnya menyebar ke bakal capres lain. Sisanya, sebesar 10,3 persen belum menentukan pilihan.

"Jokowi akan makin kuat jika isu ini dikelola dengan baik. Tapi sebaliknya, Jokowi akan melemah jika tiga isu ini terabaikan," kata Adjie.

Pertama, publik saat ini merasa belum aman dengan kondisi perekonomian Indonesia. Misalnya, mahalnya harga sembako, meningkatnya pengangguran, dan sulitnya mencari lapangan pekerjaan.

Hasil survei menunjukkan, sebesar 52,66 persen responden menyebutkan bahwa harga kebutuhan pokok semakin memberatkan, 54 persen responden menyatakan lapangan kerja sulit didapatkan, dan 48,4 persen responden mengeluh pengangguran semakin meningkat.

Baca juga: Elektabilitas Naik, Percaya Dirikah Golkar Buat Kejutan di Pemilu 2019?

Kedua, Jokowi rentan akan isu primordial. Isu agama dan politik diprediksi akan kembali muncul pada Pilpres 2019 seperti pada Pilkada DKI 2017, meski dengan kadar yang berbeda.

Jokowi pernah menyebutkan bahwa agama harus dipisahkan dari politik. Agama tak boleh dicampuradukkan dengan politik. Pandangan publik terpecah terhadap hal itu.

Dari survei LSI, sebesar 40,7 persen responden tak setuju agama dipisahkan dari politik. Sementara, 32,5 persen setuju agama dan politik harus dipisah.

Mereka yang setuju politik dan agama dipisah, mayoritas mendukung Jokowi kembali menjadi presiden, yaitu sebesar 58,6 persen.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X