Auditor BPK Mengaku Bisa Beli Rubicon dari Honor Perjalanan Dinas

Kompas.com - 02/02/2018, 12:58 WIB
Auditor BPK Ali Sadli menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (2/2/2018). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINAuditor BPK Ali Sadli menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (2/2/2018).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Sub Auditorat III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Ali Sadli mengaku memiliki sejumlah mobil mewah.

Salah satunya satu mobil Jeep Wrangler Rubicon tahun 2014 seharga Rp 416 juta.

Hal itu dikatakan Ali Sadli saat memberikan keterangan sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat (2/2/2018).

Yang menarik, Ali mengaku dapat membeli Jeep Rubicon tersebut hanya dengan menggunakan honor perjalanan dinas.


"Oh itu cicilan. Semua dari perjalanan dinas saya, Pak. (Sebesar) Rp 416 juta total dari uang perjalanan dinas," kata Ali kepada jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca juga: Auditor BPK Akui Banyak Harta Tak Dilaporkan ke KPK

Menurut Ali, total pendapatan dari gaji pokok dalam periode 2010 hingga 2017 mencapai Rp 2,2 miliar.

Adapun pendapatan yang berasal dari honor perjalanan dinas sekitar Rp 400 juta.

Ali Sadli diduga menyamarkan uang yang diperoleh dari gratifikasi. Uang senilai lebih dari Rp 10 miliar diubah bentuk menjadi berbagai aset.

Hal itu terungkap dalam surat dakwaan jaksa KPK yang dibacakan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (18/10/2017).

Baca juga: Auditor BPK Menangis Saat Ingat Momen Ditangkap KPK

Beberapa aset digunakan untuk menyamarkan berupa kendaraan mewah. Menurut jaksa, pembelian aset tersebut diduga sebagai upaya menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul harta kekayaan.

Tujuannya agar harta kekayaan yang berasal dari gratifikasi seolah-olah bukan dari suatu kejahatan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X