Kompas.com - 01/02/2018, 14:22 WIB
Survei Populi Center memotret peta elektabilitas kandidat di Pilgub Sulawesi Selatan, Jakarta, Kamis (1/2/2018). Survei dilakukan dari tanggal 15-22 Januari 2018, melibatkan 800 responden, dengan margin error 3,39 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. KOMPAS.com/ESTU SURYOWATISurvei Populi Center memotret peta elektabilitas kandidat di Pilgub Sulawesi Selatan, Jakarta, Kamis (1/2/2018). Survei dilakukan dari tanggal 15-22 Januari 2018, melibatkan 800 responden, dengan margin error 3,39 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga nonprofit yang mendalami masalah opini dan kebijakan publik, Populi Center merilis hasil survei Pilkada Sulawesi Selatan 2018, Kamis (1/2/2018).

Hasilnya, pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman memperoleh tingkat elektabilitas tertinggi dibandingkan tiga kandidat lain.

Peneliti Populi Center Dimas Ramadhan menyampaikan, tingkat elektabilitas Nurdin-Sudirman yang diusung PDI-P itu mencapai 32,0 persen.

"Persentase ini cukup jauh perbedaannya dibandingkan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar yang memperoleh perolehan 23,0 persen," kata Dimas dalam pemaparan survei, Kamis.

(Baca juga: Pilkada Sulsel, PDI-P Usung Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman)

Di bawah pasangan Icshan Limpo-Andi Mudzakkar ada pasangan Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar yang memperoleh perolehan 17 persen. Di urutan terakhir, ada pasangan Agus Arifin Nu'mang-Tanribali Lamo yang memperoleh 10,9 persen.

Sebanyak 19,9 persen responden tidak tahu atau tidak menjawab saat ditanyakan pertanyaan siapakah yang akan dipilih menjadi gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan jika Pilkada Sulsel 2018 dilakukan hari ini.

"Temuan menarik dari survei bulan Januari 2018 adalah bahwa kemunculan Agus Nu'mang-Tanribali Lamo membuat elektabilitas Nurdin Halid-Qahhar Mudzakkar dan Ichsan Limpo-Andi Mudzakkar turun. Sementara elektabilitas Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman masih solid," kata Dimas.

(Baca juga: Lulus Tes Kesehatan, 4 Pasang Kandidat Pilkada Sulsel Diminta Perbaiki Visi dan Misi)

Adapun untuk tingkat kemantapan pilihan masyarakat Sulawesi Selatan, sebanyak 52,8 persen responden menyatakan sudah mantap dengan pilihannya. Sementara itu, sebanyak 24,4 persen responden mengaku masih mungkin berubah pilihan.

Survei Populi Center ini dilakukan dari 15-22 Januari 2018 dengan melibatkan 800 responden yang dipilih secara acak-bertingkat.

Margin of error survei sebesar 3,39 persen dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Kompas TV Nurdin dan Andi Sudirman sudah diumumkan jadi bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel oleh PDIP.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Merangkak Naik, Rumah Sakit Diminta Mulai Waspada

Kasus Covid-19 Merangkak Naik, Rumah Sakit Diminta Mulai Waspada

Nasional
Luhut Sebut Vaksin Merah Putih Diproduksi Juni 2022

Luhut Sebut Vaksin Merah Putih Diproduksi Juni 2022

Nasional
Heboh Gaya AHY Saat Olahraga, dari Unimog sampai Rompi Beban ala Militer

Heboh Gaya AHY Saat Olahraga, dari Unimog sampai Rompi Beban ala Militer

Nasional
Pemerintah Akan Buat Pusat Riset Vaksin di Bali, Kerja Sama dengan Merck hingga Pfizer

Pemerintah Akan Buat Pusat Riset Vaksin di Bali, Kerja Sama dengan Merck hingga Pfizer

Nasional
Gatot Nurmantyo Pernah Perintahkan Usir Pesawat Tempur Singapura Buntut DCA 2007

Gatot Nurmantyo Pernah Perintahkan Usir Pesawat Tempur Singapura Buntut DCA 2007

Nasional
AHY Ajak Kader Demokrat Bersiap Hadapi Pileg dan Pilpres 2024

AHY Ajak Kader Demokrat Bersiap Hadapi Pileg dan Pilpres 2024

Nasional
Investigasi Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat, LPSK: Terjadi Penahanan Ilegal

Investigasi Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat, LPSK: Terjadi Penahanan Ilegal

Nasional
KSAL Terima Kunjungan Menteri DAPA Korsel, Apa yang Dibahas?

KSAL Terima Kunjungan Menteri DAPA Korsel, Apa yang Dibahas?

Nasional
PAPDI: Percepat Booster, tapi Cakupan Vaksinasi Primer Harus Terus Ditingkatkan

PAPDI: Percepat Booster, tapi Cakupan Vaksinasi Primer Harus Terus Ditingkatkan

Nasional
Perjanjian Indonesia-Singapura soal FIR dan DCA yang Menuai Kritik

Perjanjian Indonesia-Singapura soal FIR dan DCA yang Menuai Kritik

Nasional
Desakan Berbagai Pihak soal Evaluasi PTM 100 Persen dan Sikap Pemerintah

Desakan Berbagai Pihak soal Evaluasi PTM 100 Persen dan Sikap Pemerintah

Nasional
FIR Jakarta dan Kenapa Didelegasikan Kembali

FIR Jakarta dan Kenapa Didelegasikan Kembali

Nasional
Penuturan Dicky Sondani, Kapolsek yang Jadi Saksi Detik-detik Wafatnya Soeharto...

Penuturan Dicky Sondani, Kapolsek yang Jadi Saksi Detik-detik Wafatnya Soeharto...

Nasional
Anggota Komisi II: Fit and Proper Test Calon Anggota KPU-Bawaslu 7-9 Februari 2022

Anggota Komisi II: Fit and Proper Test Calon Anggota KPU-Bawaslu 7-9 Februari 2022

Nasional
Pekan Depan, Kejagung Periksa Purnawirawan TNI Terkait Kasus Satelit Kemenhan

Pekan Depan, Kejagung Periksa Purnawirawan TNI Terkait Kasus Satelit Kemenhan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.