Algooth Putranto

Pengajar Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI).

Lawatan ke Selatan, Upaya Jokowi Menyempurnakan Visi Diplomasi RI

Kompas.com - 31/01/2018, 18:33 WIB
Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Afghanistan, Senin (29/1/2018). Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo saat berkunjung ke Afghanistan, Senin (29/1/2018).
EditorAmir Sodikin

BAGI generasi zaman now, lawatan Presiden Joko Widodo ke lima negara di Asia Selatan: Pakistan, India, Bangladesh, Sri Lanka, dan Afghanistan mungkin kurang menarik. Bandingkan ketika Jokowi berkunjung ke negara-negara Eropa, Amerika, Asia Timur, atau ke Timur Tengah.

Tidak banyak generasi zaman now yang mengingat bagaimana tradisi diplomasi Indonesia terhadap Asia Selatan sudah diterapkan oleh para founding father kita sejak Repubik ini berdiri. Oleh Soekarno, hubungan tersebut kemudian dipertahanan dan dijaga.

Sebagai negara baru merdeka, Soekarno belia dikenal akrab dengan para pemimpin kemerdekaan India seperti Pandit Jawaharlal dan Biju Patnaik. Para pemimpin India itu rajin mengecam upaya Belanda untuk kembali berkuasa di Indonesia selepas Jepang menyerah kalah.

Dukungan para pemimpin India tentu sangat bermanfaat bagi Indonesia, tidak heran ketika terdengar kabar krisis pangan di India yang belum merdeka dari Inggris, Soekarno melalui Sjahrir pun memerintahkan pengumpulan beras untuk dikirim.

Sedikitnya 15.000 ton beras yang disimpan di Banyuwangi, Jawa Timur, dikirim ke Cochin, India Selatan, dengan menembus blokade Belanda. Sebagai balasan, India melalui Morarji Desai mengirim kain. Agar kedua komoditi itu tidak diganggu Belanda, hal tersebut disebut sebagai misi diplomatik.

Hubungan baik itu bahkan berlanjut ketika Nehru memerintahkan Biju Patnaik dengan pesawat Dakota untuk menyelamatkan Perdana Menteri Sjahrir ke Singapura atau ke India, hanya sehari berselang digelarnya Agresi Militer I oleh Belanda.

Kerjasama itu berlanjut ketika India kemudian mengundang Abu Hanifa, delegasi Indonesia untuk menghadiri Konferensi Hubungan Asia di New Delhi tahun 1949 yang kemudian meneken perjanjian kerjasama lebih erat dan berlanjut pada Gerakan Non Blok yang dimulai pada 1951.

Presiden Joko Widodo menyempatkan diri naik ke kokpit pesawat tempur JF-17 Thunder hasil kerja sama industri kedirgantaraan Pakistan dengan Tiongkok di Pangkalan Udara Nur Khan, Islamabad, Pakistan, Sabtu, sebelum melanjutkan perjalanan ke Bangladesh. Biro Pers Setpres Presiden Joko Widodo menyempatkan diri naik ke kokpit pesawat tempur JF-17 Thunder hasil kerja sama industri kedirgantaraan Pakistan dengan Tiongkok di Pangkalan Udara Nur Khan, Islamabad, Pakistan, Sabtu, sebelum melanjutkan perjalanan ke Bangladesh.
Hubungan mesra kedua berlanjut cukup lama, yang sayangnya sempat terganggu di masa akhir kekuasaan Soekarno yang terobsesi dengan Poros Jakarta-Peking-Moskow. Riak kecil sempat terjadi ketika pada Oktober 1965, Jakarta mengirimkan dua kapal selam untuk ditempatkan di Pakistan yang saat itu terlibat konflik Kashmir.

Sejatinya kapal perang itu tidak untuk bertempur, adanya peralatan tempur Indonesia yang sudah dianggap sebagai saudara bagi India di muka kepulauan Andaman dan Nicobar, membuat India yang lebih superior ragu hingga kesepakatan damai India-Pakistan pun berhasil diteken.

Meski membuat sahabat lama Indonesia gerah, peristiwa tersebut membuat Pakistan terus mengenang jasa baik Indonesia. Kerjasama tersebut banyak bermanfaat dalam misi dukungan militer Indonesia dalam konflik Afghanistan yang diduduki Uni Soviet pada era-1980-an.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terdakwa Kasus Asabri Heru Hidayat Divonis Nihil, Jaksa Agung Perintahkan Banding

Terdakwa Kasus Asabri Heru Hidayat Divonis Nihil, Jaksa Agung Perintahkan Banding

Nasional
Pemerintah Catat 6.500 Lebih Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak Sepanjang 2021

Pemerintah Catat 6.500 Lebih Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak Sepanjang 2021

Nasional
UPDATE 19 Januari: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 58,54 Persen

UPDATE 19 Januari: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 58,54 Persen

Nasional
Pemerintah Didesak Cari Investor untuk Pindahkan Ibu Kota, Jangan Gunakan Dana PEN

Pemerintah Didesak Cari Investor untuk Pindahkan Ibu Kota, Jangan Gunakan Dana PEN

Nasional
Persiapan Pemilu 2024, PAN-PBB Bertemu Bangun Kesepahaman Politik

Persiapan Pemilu 2024, PAN-PBB Bertemu Bangun Kesepahaman Politik

Nasional
UPDATE 19 Januari: 5.814 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 19 Januari: 5.814 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
Masuk Jajaran Kepala Daerah Terkaya, Berikut Rekam Jejak Bupati Langkat yang Kena OTT KPK

Masuk Jajaran Kepala Daerah Terkaya, Berikut Rekam Jejak Bupati Langkat yang Kena OTT KPK

Nasional
Potensi Kerugian Negara dari Dugaan Korupsi Pengadaan Pesawat Garuda Ditaksir Rp 3,6 Triliun

Potensi Kerugian Negara dari Dugaan Korupsi Pengadaan Pesawat Garuda Ditaksir Rp 3,6 Triliun

Nasional
UPDATE 19 Januari: Ada 10.796 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 19 Januari: Ada 10.796 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 19 Januari: Total Kasus Sembuh Covid-19 Capai 4.120.540

UPDATE 19 Januari: Total Kasus Sembuh Covid-19 Capai 4.120.540

Nasional
UPDATE 19 Januari: Sebaran 1.745 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI 1.012

UPDATE 19 Januari: Sebaran 1.745 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI 1.012

Nasional
KPK Minta Keterangan Dino Patti Djalal Terkait Dugaan Korupsi Formula E

KPK Minta Keterangan Dino Patti Djalal Terkait Dugaan Korupsi Formula E

Nasional
UPDATE 19 Januari: Kasus Kematian akibat Covid-19 Bertambah 9 Orang

UPDATE 19 Januari: Kasus Kematian akibat Covid-19 Bertambah 9 Orang

Nasional
Update 19 Januari: Bertambah 1.745 Kasus Baru Covid-19 di Indonesia

Update 19 Januari: Bertambah 1.745 Kasus Baru Covid-19 di Indonesia

Nasional
Jaksa Agung Naikkan Kasus Dugaan Korupsi Garuda ke Tahap Penyidikan

Jaksa Agung Naikkan Kasus Dugaan Korupsi Garuda ke Tahap Penyidikan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.