PPP Lolos Verifikasi Faktual, Sorak-sorai Pengurus Perempuan Bergema

Kompas.com - 29/01/2018, 17:52 WIB
Pimpinan Partai PPP bersama pengurus perempuan usai verifikasi faktual di Kantor DPP PPP, Jakarta, Senin (29/1/2018) Kompas.com/YOGA SUKMANAPimpinan Partai PPP bersama pengurus perempuan usai verifikasi faktual di Kantor DPP PPP, Jakarta, Senin (29/1/2018)
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum ( KPU) menyatakan bahwa Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) memenuhi semua syarat verifikasi faktual di tingkat pimpinan pusat.

Keputusan itu diambil usai tim KPU bersama Badan Pengawas Pemilu (Pemilu) melakukan proses verifikasi faktual di Kantor DPP PPP, Jakarta Pusat, Senin (29/1/2018).

Dalam proses verifikasi, ada tiga komponen yang diperiksa oleh KPU, yaitu keanggotaan kepengurusan partai di tingkat pusat, domisili kantor, dan keterwakilan perempuan.

Khusus untuk keterwakilan perempuan, syarat yang ditetapkan oleh KPU yaitu sebesar 30 persen dari jumlah total pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

"Keterwakilan perempuan di PPP ada 30,7 persen. Jadi lebih dari ketentuan," ujar Komisioner KPU Wahyu Setiawan di Kantor DPP PPP, Senin.

(Baca juga: Puan Hadiri Verifikasi Faktual PDI-P untuk Penuhi Syarat Keterwakilan Perempuan)

Keputusan KPU itu disebut meraih oleh para pengurus perempuan PPP yang hadir di lantai 3 Kantor DPP PPP. Mereka langsung meneriakkan takbir beberapa kali saat KPU mengumumkan PPP lolos verifikasi faktual di tingkat pimpinan pusat.

Kehadiran para pengurus perempuan di Kantor DPP PPP untuk memenuhi syarat 30 persen keterwakilan perempuan dalam pengurus partai.

Sejak awal proses verifikasi faktual berlangsung, antusiasme kader perempuan PPP sudah terlihat. Saat Komisioner KPU memanggil satu per satu nama pengurus perempuan, sorak-sorai menggema di ruangan tersebut.

(Baca juga: Caleg Perempuan Terpilih DPR Periode 2014-2019 Menurun)

Pasca-acara verifikasi faktual rampung, keseruan para pengurus perempuan itu berlanjut. Mereka beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke tempat duduk pimpinan partai dan KPU serta Bawaslu.

Mereka lantas berjejer dan menyempatkan diri berfoto bersama. Teriakan "PPP Oke" pun menggema.

Puncaknya, sebelum acara bubar, salah seorang pengurus perempuan mengeluarkan "senjata" andalannya, tongsis atau tongkat bantu untuk swafoto. Ketua Umum Muhammad Rommahurmuziy diminta untuk ber-selfie bersama.

"Ini kalau rapat pengurus harian saja di DPP semenjak dibentuk belum tentu semua pengurus harian datang sebanyak ini. Jadi verifikasi faktual ini mendatangkan, jadi setakut-takutnya pengurus harian ketua umum, lebih takut kepada ketua KPU," kata Rommahurmuziy, tersenyum.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menlu Minta China Hadirkan Warganya sebagai Saksi di Kasus Kapal Long Xing 629

Menlu Minta China Hadirkan Warganya sebagai Saksi di Kasus Kapal Long Xing 629

Nasional
Periksa Dua Saksi Kasus Nurhadi, Ini yang Didalami KPK

Periksa Dua Saksi Kasus Nurhadi, Ini yang Didalami KPK

Nasional
Eks Dirut PT Pilog Diperiksa KPK, Ditanya soal Penerimaan Uang

Eks Dirut PT Pilog Diperiksa KPK, Ditanya soal Penerimaan Uang

Nasional
Bahar Smith Dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur dari Nusakambangan

Bahar Smith Dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur dari Nusakambangan

Nasional
Jubir Pemerintah Akui Diksi New Normal Salah, Ganti dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

Jubir Pemerintah Akui Diksi New Normal Salah, Ganti dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

Nasional
Peminat Kartu Prakerja Tinggi, Airlangga: 1,7 Juta Orang Terverifikasi Terima Pelatihan Offline

Peminat Kartu Prakerja Tinggi, Airlangga: 1,7 Juta Orang Terverifikasi Terima Pelatihan Offline

Nasional
Kampanye Akbar Pilkada Hanya Dapat Digelar dengan Persetujuan Gugus Tugas Covid-19

Kampanye Akbar Pilkada Hanya Dapat Digelar dengan Persetujuan Gugus Tugas Covid-19

Nasional
Sebelum Vaksin Covid-19 Ditemukan, Airlangga Minta Masyarakat Tetap Waspada

Sebelum Vaksin Covid-19 Ditemukan, Airlangga Minta Masyarakat Tetap Waspada

Nasional
Ahli Epidemiologi: Asrama Rawan Jadi Klaster Baru Covid-19

Ahli Epidemiologi: Asrama Rawan Jadi Klaster Baru Covid-19

Nasional
Periksa 4 Saksi Kasus PT DI, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari Mitra Penjualan

Periksa 4 Saksi Kasus PT DI, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari Mitra Penjualan

Nasional
KPU: Protokol Kesehatan di 270 Daerah Penyelenggara Pilkada Diatur Sama

KPU: Protokol Kesehatan di 270 Daerah Penyelenggara Pilkada Diatur Sama

Nasional
Cerita Yurianto yang Dijuluki 'Pembawa Berita Kematian' karena Sampaikan Data Covid-19

Cerita Yurianto yang Dijuluki "Pembawa Berita Kematian" karena Sampaikan Data Covid-19

Nasional
Kemenag: Jika Syarat Belajar di Pesantren Saat Pandemi Dipenuhi, Covid-19 Bisa Dicegah

Kemenag: Jika Syarat Belajar di Pesantren Saat Pandemi Dipenuhi, Covid-19 Bisa Dicegah

Nasional
Penerapan Pancasila Redup, Rektor UNS: BPIP Adalah Jawaban

Penerapan Pancasila Redup, Rektor UNS: BPIP Adalah Jawaban

Nasional
Muhadjir: Kementerian/Lembaga di Bawah Menko PMK Nanti Hanya Mengacu Satu Data

Muhadjir: Kementerian/Lembaga di Bawah Menko PMK Nanti Hanya Mengacu Satu Data

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X