Kapolda Papua: Beberapa Kepala Puskesmas di Asmat Bukan Dokter

Kompas.com - 24/01/2018, 15:45 WIB
Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar usai rapat koordinasi tingkat menteri terkait situasi keamanan Papua, di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (2/11/2017).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar usai rapat koordinasi tingkat menteri terkait situasi keamanan Papua, di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (2/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar mengeluhkan minimnya ketersediaan tenaga medis, khususnya dokter, untuk menangani anak-anak yang terkena gizi buruk di kabupaten Asmat, Papua.

"Tenaga medis kurang, tenaga dokter sangat minim. Kepala Puskesmas bukan Dokter," ujar Boy di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK), Jakarta, Rabu (24/1/2018).

Karenanya, kata mantan Kepala Divisi Humas Polri itu, Polda Papua telah meminta bantuan tenaga medis atau dokter dari Mabes Polri.

"Polda Papua meminta BKO dokter kepada Pusdokkes Mabes Polri. Saya yakin mudah-mudahan dipenuhi untuk kita perbantukan," kata dia.


Boy berharap, program-program dokter muda atau dokter magang bisa dihadirkan ke kabupaten Asmat, Papua.

"Sehingga bisa mengisi pos yang kosong terutama Kepala Puskesmas di Asmat itu. Jadi beberapa puskesmas tidak ada dokter, yang ada paramedis," kata Boy.

(Baca juga: Kapolda Papua Sebut Lebih dari 10.000 Anak Asmat Bergizi Buruk)

"Tetapi kalau di RSUD yang ada di Agats itu cukup, baik spesialis maupun dokter umum dan paramedis lainnya cukup," tambah dia.

Boy sendiri mengungkapkan bahwa lebih dari 10.000 anak-anak di kabupaten Asmat, Papua terkena gizi buruk.

"Yang mengalami gizi buruk, kalau kemarin ya cukup tinggi ya, kurang lebih di antara 10.000- 15.000," ujar Boy.

Menurut Boy, pihaknya telah melakukan upaya aktif dengan memberikan pelayanan kesehatan, termasuk vaksin dan distribusi makanan.

Persoalan gizi buruk yang menimpa anak-anak Asmat itu dinilai Boy, karena lokasi yang cukup jauh pusat kota untuk distribusi makanan.

Saat ini, kata Boy, dibutuhkan juga cadangan vaksin untuk anak-anak tersebut, kurang lebih sebanyak 2.000-3.000 vial.

Boy juga menambahkan, akses Puskesmas juga jauh dari lokasi anak-anak yang terkena gizi buruk tersebut.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorDiamanty Meiliana

Terkini Lainnya

Digugat Ratusan Peserta Pemilu di MK, KPU Siapkan Dua Hal Ini

Digugat Ratusan Peserta Pemilu di MK, KPU Siapkan Dua Hal Ini

Nasional
Tim Kuasa Hukum KPU Sebut Tak Ada Persiapan Khusus Hadapi Gugatan Prabowo-Sandiaga

Tim Kuasa Hukum KPU Sebut Tak Ada Persiapan Khusus Hadapi Gugatan Prabowo-Sandiaga

Nasional
Selisih 16,9 Juta Suara, Kubu Jokowi Nilai Gugatan ke MK Sulit Ubah Hasil Pilpres

Selisih 16,9 Juta Suara, Kubu Jokowi Nilai Gugatan ke MK Sulit Ubah Hasil Pilpres

Nasional
Amnesty International Minta Kekerasan 22 Mei 2019 Diusut Tuntas

Amnesty International Minta Kekerasan 22 Mei 2019 Diusut Tuntas

Nasional
Jenguk Korban Kerusuhan 22 Mei, Waketum Demokrat Minta Pengusutan Tuntas

Jenguk Korban Kerusuhan 22 Mei, Waketum Demokrat Minta Pengusutan Tuntas

Nasional
Mudik 2019, Pemerintah Siapkan 6.047 Fasilitas Layanan Kesehatan

Mudik 2019, Pemerintah Siapkan 6.047 Fasilitas Layanan Kesehatan

Nasional
KPU Siapkan 20 Pengacara untuk Hadapi BPN Prabowo-Sandiaga di MK

KPU Siapkan 20 Pengacara untuk Hadapi BPN Prabowo-Sandiaga di MK

Nasional
Nasdem Klaim Raih Peningkatan Suara Terbanyak di Pileg 2019

Nasdem Klaim Raih Peningkatan Suara Terbanyak di Pileg 2019

Nasional
Mantan Hakim MK: Narasi Bambang Widjojanto Berbahaya Sekali

Mantan Hakim MK: Narasi Bambang Widjojanto Berbahaya Sekali

Nasional
Hoaks atau Fakta Sepekan: Seputar Kerusuhan 22 Mei, Isu Cacar Monyet hingga Tol Ambruk

Hoaks atau Fakta Sepekan: Seputar Kerusuhan 22 Mei, Isu Cacar Monyet hingga Tol Ambruk

Nasional
'Kalau Alat Bukti BPN Masih Seperti yang ke Bawaslu, Perkara di MK Akan Cepat Selesai'

"Kalau Alat Bukti BPN Masih Seperti yang ke Bawaslu, Perkara di MK Akan Cepat Selesai"

Nasional
Tim Hukum BPN Keluhkan Penutupan Jalan Ke MK, Ini Tanggapan Polri

Tim Hukum BPN Keluhkan Penutupan Jalan Ke MK, Ini Tanggapan Polri

Nasional
Kapolri Bentuk Tim Pencari Fakta Terkait Korban Kerusuhan 22 Mei

Kapolri Bentuk Tim Pencari Fakta Terkait Korban Kerusuhan 22 Mei

Nasional
Menurut Pakar, 51 Bukti yang Dibawa Tim Hukum Prabowo-Sandiaga ke MK Sangat Sedikit

Menurut Pakar, 51 Bukti yang Dibawa Tim Hukum Prabowo-Sandiaga ke MK Sangat Sedikit

Nasional
Polri Janji Tindak Anggota yang Langgar SOP Saat Kerusuhan 22 Mei

Polri Janji Tindak Anggota yang Langgar SOP Saat Kerusuhan 22 Mei

Nasional

Close Ads X