Di Rapim TNI/Polri, Jokowi Sebut Masyarakat Semakin Dewasa dalam Berpolitik

Kompas.com - 23/01/2018, 10:11 WIB
Presiden Joko Widodo saat menghadiri Rapim TNI/Polri 2018 di Gedung Gatot Subroto, Kompleks Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (23/1/2018). Fabian Januarius KuwadoPresiden Joko Widodo saat menghadiri Rapim TNI/Polri 2018 di Gedung Gatot Subroto, Kompleks Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (23/1/2018).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo, Selasa (23/1/2018) pagi, memberikan pengarahan kepada 359 perwira tinggi TNI dan Polri dalam acara Rapim TNI/Polri 2018 di Gedung Gatot Subroto, Kompleks Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menyampaikan kebanggaannya bahwa Indonesia telah melalui beberapa kali pemilihan umum, baik presiden dan wakil presiden, anggota legislatif serta kepala daerah (gubernur, bupati dan wali kota).

"Kita patut berbangga bahwa kita sebagai bangsa Indonesia, berhasil menyelenggarakan beberapa kali pemilu, baik legislatif, presiden dan wakil presiden maupun kepala daerah, baik gubernur, bupati dan wali kota, secara demokratis, aman dan tertib," ujar Jokowi.

Baca juga: Selasa Pagi, Presiden Jokowi Buka Rapat Pimpinan Polri-TNI

Menurut Jokowi, peristiwa tersebut membuktikan bahwa masyarakat Indonesia semakin dewasa dan matang dalam berpolitik.

Presiden Jokowi juga mengapresiasi kinerja TNI/Polri yang ikut mengawal jalannya proses demokrasi tersebut.

Stabilitas keamanan yang tetap tercipta sepanjang dan pasca-Pilkada, lanjut Jokowi, tidak terlepas dari peran kedua institusi tersebut.

"Artinya, TNI/Polri menjalankan tugas dengan baik dalam mengamankan setiap perhelatan demokrasi. Oleh sebab itu, saya memberikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh jajaran TNI/Polri," ujar Jokowi.

Baca juga: Lambannya Kinerja, Aduan Masyarakat Terbanyak ke Komnas HAM Terkait Polri

Dari 359 perwira tinggi yang hadir, terdiri dari 180 perwira tinggi TNI dan 179 perwira tinggi Polri.

Mereka saat ini menduduki jabatan strategis semisal kepala badan, pemimpin pasukan dan kepala satuan tugas wilayah.

Selain oleh Presiden Jokowi, pengarahan direncanakan juga akan diberikan oleh sejumlah menteri di Kabinet Kerja, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian dan ditutup oleh pengarahan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Kompas TV Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengingatkan jajarannya untuk menjaga netralitas di Pilkada tahun ini dan Pemilu 2019.


Adapun, tema rapat pimpinan kali ini yakni, "Dilandasi Dengan Sinergi, Soliditas dan Profesionalitas, TNI/Polri Siap Mengamankan Pilkada Serentak 2018 dan Tahapan Pemilu 2019, Dalam Rangka menjamin Kelangsungan Pembangunan Nasional."



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sidang Kasus Kerumunan dan Tes Usap Rizieq Shihab Akan Digelar di PN Jakarta Timur

Sidang Kasus Kerumunan dan Tes Usap Rizieq Shihab Akan Digelar di PN Jakarta Timur

Nasional
Kritik Perpres soal Investasi Miras, Sekum Muhammadiyah: Pemerintah Mestinya Bina Moral Masyarakat

Kritik Perpres soal Investasi Miras, Sekum Muhammadiyah: Pemerintah Mestinya Bina Moral Masyarakat

Nasional
Amien Rais Minta Jokowi Batalkan Perpres soal Investasi Miras

Amien Rais Minta Jokowi Batalkan Perpres soal Investasi Miras

Nasional
Irjen Napoleon Sebut Tak Ada Fakta yang Buktikan Keterlibatannya dalam Kasus Djoko Tjandra

Irjen Napoleon Sebut Tak Ada Fakta yang Buktikan Keterlibatannya dalam Kasus Djoko Tjandra

Nasional
IDI Sarankan Cakupan Penerima Insentif Terkait Penanganan Covid-19 Diperluas

IDI Sarankan Cakupan Penerima Insentif Terkait Penanganan Covid-19 Diperluas

Nasional
KPU Siapkan Data Pemilih Pemilu 2019 dan Pilkada 2020 untuk Vaksinasi Covid-19

KPU Siapkan Data Pemilih Pemilu 2019 dan Pilkada 2020 untuk Vaksinasi Covid-19

Nasional
Lembaga Eijkman: Pendonor Plasma Konvalesen Tak Akan Alami Efek Samping

Lembaga Eijkman: Pendonor Plasma Konvalesen Tak Akan Alami Efek Samping

Nasional
Dirut PT PAL Budiman Saleh Segera Diadili Terkait Korupsi di PT DI

Dirut PT PAL Budiman Saleh Segera Diadili Terkait Korupsi di PT DI

Nasional
Soal Pandemi Covid-19 Dapat Jadi Endemik, IDI: Masih Hipotesis

Soal Pandemi Covid-19 Dapat Jadi Endemik, IDI: Masih Hipotesis

Nasional
Doni Monardo Ajak Penyintas Covid-19 Jadi Donor Plasma Konvalesen

Doni Monardo Ajak Penyintas Covid-19 Jadi Donor Plasma Konvalesen

Nasional
Besok, KPU dan Kemenkes Teken MoU Akses Data Pemilih untuk Vaksinasi Covid-19

Besok, KPU dan Kemenkes Teken MoU Akses Data Pemilih untuk Vaksinasi Covid-19

Nasional
Pihak Kepolisian Tak Hadir, Sidang Praperadilan Rizieq Shihab Kembali Ditunda

Pihak Kepolisian Tak Hadir, Sidang Praperadilan Rizieq Shihab Kembali Ditunda

Nasional
Vaksinasi Covid-19 di Lingkungan DPR Berjalan Tertib dan Sesuai Prokes

Vaksinasi Covid-19 di Lingkungan DPR Berjalan Tertib dan Sesuai Prokes

Nasional
IDI: Vaksinasi Cara Paling Etis Capai Herd Immunity

IDI: Vaksinasi Cara Paling Etis Capai Herd Immunity

Nasional
Demokrat Anggap Jhoni Allen Memanipulasi Sejarah Pendirian Partai

Demokrat Anggap Jhoni Allen Memanipulasi Sejarah Pendirian Partai

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X