Menpan RB kepada CPNS Baru: Tidak Ada Lagi Namanya Koneksi

Kompas.com - 22/01/2018, 17:16 WIB
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur usai menjadi pembicara seminar internasional Reconstructing Public Administration Reform to Build World Class Governmet di gedung Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta Pusat, Senin (21/8/2017). KOMPAS.com/Kristian ErdiantoMenteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur usai menjadi pembicara seminar internasional Reconstructing Public Administration Reform to Build World Class Governmet di gedung Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta Pusat, Senin (21/8/2017).
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur mengatakan, CPNS yang lolos seleksi pada 2017 lalu merupakan orang-orang terpilih. Sebab, dari 2,4 juta orang pendaftar, hanya 37.138 orang yang disetujui.

Di Kementerian Hukum dan HAM, ada 17.526 CPNS yang lolos. Asman berharap mereka mampu membawa angin segar untuk mengubah institusinya menjadi lebih baik.

"Sebagai orang terpilih tentu diharapkan menjadi motir perubahan, motor penggerak baru di lingkungan kerja Anda sebagaimana yang didengungkan selama ini," ujar Asman di Balai Kartini, Jakarta, Senin (22/1/2018).

"Perubahan, inovasi, diharapkan datangnya dari Anda yang terpilih," lanjut dia.

Baca juga : Menkumham: Saat Tahu Seleksi CPNS Harus Bersih, Kakanwil Lemas

Asman meminta para CPNS menggunakan kesempatan yang diberikan negara sebaik-baiknya. Jangan sampai menyia-nyiakan amanat yang diberikan mengingat ketatnya persaingan selama seleksi. Di awal masa percobaan, para CPNS akan menjalani orientasi untuk mengenal lebih jauh apa saja yamg akan dikerjakan setelah diangkat menjadi PNS. Selain itu, mereka juga akan diberi materi pembekalan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Asman mengatakan, selama setahun masa percobaan, para CPNS akan dibangun integritas moralnya, profesionalisme, hingga kompetensi.

"ASN akan menghadapi berbagai tantangan dan peluang ke depan. Maka harus memiliki jiwa enterpreunership. Semua dituntut kerja produktif," kata Asman.

Di samping itu, kata Asman, aparatur sipil negara juga harus punya jiwa melayani. Jangan mentang-mentang diberi kekuasaan, malah menyalahgunakan kewenangan. Stigma PNS yang tidak ramah harus dihapuskan, diganti dengan generasi baru yang lebih mengayomi masyarakat. Asman juga meminta calon aparatur sipil negara itu tidak berhenti meningkatkan kemampuan diri.

Baca juga : Pemerintah Akan Segera Umumkan Lowongan CPNS yang Dibuka Tahun 2018

"Karena sistem pemerintahan yang berbasis kinerja, penempatan pimpinan jabatan tinggi yang berkualitas ke depan akan jadi model ASN kita," kata dia.

Selain itu, budaya nepotisme juga harus dihapuskan dari lingkungan kerja, termasuk untuk kenaikan pangkat dan mutasi jabatan. Asman mengatakan, pengembangan kompetensi harus dievaluasi oleh pejabat yang berwenang dan menjadi satu dasar dalam pengangkatan jabatan dan pengembangan karir.

"Tidak ada namanya koneksi bisa membantu, saudara atau pejabat yang bisa membantu kita dalam menempati sebuah jabatan," kata Asman.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NASIONAL] 10.856 Orang Meninggal Akibat Covid-19 | Istana Ingatkan KAMI: Jangan Coba Ganggu Stabilitas Nasional

[POPULER NASIONAL] 10.856 Orang Meninggal Akibat Covid-19 | Istana Ingatkan KAMI: Jangan Coba Ganggu Stabilitas Nasional

Nasional
Lahirnya Partai Ummat, Partai Baru Amien Rais dan Imbas Kongres PAN

Lahirnya Partai Ummat, Partai Baru Amien Rais dan Imbas Kongres PAN

Nasional
Fenomena 'Kakek Sugiono' di Pusaran Hoaks Politik Tanah Air

Fenomena "Kakek Sugiono" di Pusaran Hoaks Politik Tanah Air

Nasional
Pemerintah Siapkan 4.100 Kamar Hotel di DKI untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

Pemerintah Siapkan 4.100 Kamar Hotel di DKI untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

Nasional
Pemerintah Pastikan Biaya Tes Usap Tak akan Beratkan Masyarakat

Pemerintah Pastikan Biaya Tes Usap Tak akan Beratkan Masyarakat

Nasional
Perseteruan Kasat Sabhara Polres Blitar dengan Atasannya, Mabes Polri Terjunkan Paminal

Perseteruan Kasat Sabhara Polres Blitar dengan Atasannya, Mabes Polri Terjunkan Paminal

Nasional
Dua Pekan Luhut Pimpin Penanganan Covid-19, Kasus Aktif di 10 Provinsi Diklaim Menurun

Dua Pekan Luhut Pimpin Penanganan Covid-19, Kasus Aktif di 10 Provinsi Diklaim Menurun

Nasional
Jokowi Sebut Pariwisata Akan Kembali Pulih Setelah Vaksin Disuntikkan

Jokowi Sebut Pariwisata Akan Kembali Pulih Setelah Vaksin Disuntikkan

Nasional
Setahun Kinerja Parlemen, Formappi: DPR Pendukung Setia Pemerintah

Setahun Kinerja Parlemen, Formappi: DPR Pendukung Setia Pemerintah

Nasional
Mahfud Bantah Pemerintah Terapkan Pendekatan Keamanan di Papua

Mahfud Bantah Pemerintah Terapkan Pendekatan Keamanan di Papua

Nasional
Periksa Tersangka Kasus Laboratorium Madrasah, KPK Konfirmasi Perintah Terkait Lelang

Periksa Tersangka Kasus Laboratorium Madrasah, KPK Konfirmasi Perintah Terkait Lelang

Nasional
Pemerintah dan DPR Mulai Bahas Draf Perpres TNI Atasi Terorisme

Pemerintah dan DPR Mulai Bahas Draf Perpres TNI Atasi Terorisme

Nasional
Tak Bisa Prediksi Puncak Covid-19, Satgas: Semua Tergantung Masyarakat

Tak Bisa Prediksi Puncak Covid-19, Satgas: Semua Tergantung Masyarakat

Nasional
Ini Alasan Banten dan Aceh Masuk Provinsi Prioritas Penanganan Covid-19

Ini Alasan Banten dan Aceh Masuk Provinsi Prioritas Penanganan Covid-19

Nasional
Mahfud Sebut TNI-Polri Tak Bisa Akses Periksa Jenazah Pendeta Yeremia

Mahfud Sebut TNI-Polri Tak Bisa Akses Periksa Jenazah Pendeta Yeremia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X