Kompas.com - 22/01/2018, 17:04 WIB
|
EditorDiamanty Meiliana

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Ahmad Taufan Damanik meminta agar hak politik kelompok marginal dan kelompok rentan dalam memilih pemimpin diperhatikan oleh penyelenggara pemilu.

"Kita mengingatkan kepada pelaksana untuk memperhatikan hak-hak konstitusional politik dari kelompok marginal, rentan," kata jumpa pers bersama sejumlah komisioner lain di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (22/1/2018).

Misalnya, kata dia, terhadap penyandang disabilitas. Komnas HAM menilai dalam pelaksanaan pemilu yang sudah-sudah akses dalam menggunakan hak pilih bagi penyandang disabilitas masih kurang.

(Baca juga: Ujaran Kebencian dan Intoleransi Jadi Fokus Pengawasan Komnas HAM di Pilkada 2018)

"Tapi kemarin dalam coklit (pencocokan dan penelitian) itu sudah ada komitmen KPU dan Bawaslu untuk betul-betul mendata semua (kelompok marginal dan rentan) tanpa ada pengecualian lagi," ujar Ahmad.

Dalam pemilu mendatang, pihaknya berkomitmen untuk memantau agar hak politik kelompok marginal dan rentan tetap terakomodasi.

"Komnas akan tetap memantau apakah ada kelompok tertentu yang nanti tidak memiliki akses yang sama dengan orang lain, karena situasi dan kondisi dari dirinya," ujar Ahmad.

Kompas TV Bawaslu sudah mendapat klarifikasi dari Siti. Sejauh ini proses sudah selesai.  
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.