KPU Sesuaikan Proses Verifikasi Faktual Empat Parpol dengan Aturan Baru

Kompas.com - 19/01/2018, 16:30 WIB
Ketua Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) Arief Budiman di kantor KPU RI, Jakarta, Jumat (19/1/2018).KOMPAS.com/ESTU SURYOWATI Ketua Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) Arief Budiman di kantor KPU RI, Jakarta, Jumat (19/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum RI ( KPU) menjamin prinsip persamaan perlakuan bagi partai politik calon peserta pemilu 2019, meskipun ada perubahan metode verifikasi faktual dalam melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 53/2018.

Perubahan metode sebelumnya terjadi pada tahap verifikasi keanggotaan.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, empat partai yang sudah mengikuti verifikasi sebelum atura dibuat akan disesuaikan proses verifikasinya. Empat partai yang sudah lebih dahulu mengikuti tahapan verifikasi faktual tersebut adalah Perindo, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Berkarya, dan Partai Garuda.

Baca juga : Berubah, Begini Metode KPU Verifikasi Faktual 12 Partai Pasca-Putusan MK

Apabila proses verifikasi faktual keempat partai itu masih berjalan, maka proses selanjutnya hingga akhir verifikasi akan menggunakan metode baru.

"Tapi apa yang sudah ditetapkan, tetap berlaku. Yang sebelumnya juga tidak perlu diubah, (metode dan hasilnya) tetap dinyatakan sah," kata Arief di kantor KPU RI, Jakarta, Jumat (19/1/2018).

Namun, apabila keempat partai lama tersebut membutuhkan perbaikan, maka perbaikannya dilakukan dengan mengacu aturan atau PKPU yang baru, hasil revisi PKPU 11/2017.

Baca juga : Tak Dapat Tambahan Dana Verifikasi Faktual, Ini yang Dilakukan KPU

Lebih lanjut, Arief menuturkan, apabila ada hasil verifikasi faktual yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS), KPU akan mengecek keempat partai itu lagi berdasarkan metode yang baru.

"Apabila setelah dihitung dengan metode baru hasilnya memenuhi syarat (MS), ya kita ubah yang TMS tadi menjadi MS. Tapi kalau setelah dihitung dengan metode baru hasilnya tetap TMS, ya berarti TMS," kata Arief.

"Itu untuk menjamin seluruhnya adil dan setara," kata dia lagi.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorSabrina Asril
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X