Konflik Hanura Dinilai Cepat Selesai jika Wiranto Turun Tangan

Kompas.com - 19/01/2018, 15:40 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto usai menjadi pembicara kunci pada 6th Action Asia Peacebuilders Forum, di Kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (16/10/2017). KOMPAS.com/Kristian ErdiantoMenteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto usai menjadi pembicara kunci pada 6th Action Asia Peacebuilders Forum, di Kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (16/10/2017).
Penulis Moh. Nadlir
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio menilai bahwa polemik yang melanda Partai Hanura saat ini akan mudah diselesaikan jika Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto berpihak ke salah satu kubu.

Partai Hanura saat ini terbelah menjadi dua kubu, yakni Ketua Umum Oesman Sapta Odang (OSO) versus Ketua Umum Daryatmo.

"Ini selesai pada saat Wiranto berpihak ke salah satu kubu. Jadi salah satu cara meredam konflik ini adalah Wiranto turun tangan," kata Hendri kepada Kompas.com, Jumat (19/1/2018).

Menurut Hendri, jika Wiranto berpihak ke salah satu kubu, maka akan mudah bagi dia untuk melobi Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly untuk menerbitkan SK kepengurusan partai yang didukungnya. 

Apalagi, Wiranto masih menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

(Baca juga: Soal Munaslub, Wiranto Bilang Pemilik Hanura Ingin Perubahan)

Saat ini, kepengurusan Partai Hanura yang dinilai sah oleh Kemenkumham adalah kubu OSO. Oesman Sapat mengantongi SK Menteri Hukum dan HAM tentang restrukturisasi, reposisi dan revitalisasi pengurus DPP Partai Hanura masa bakti tahun 2015-2020.

"Wiranto akan mudah bicara ke Yasonna dan menyelesaikan itu," ucap Hendri.

Hendri pun menjelaskan argumentasi penilaiannya. Menurut dia, polemik Partai Hanura gampang disudahi lantaran partai yang didirikan pada 2006 lalu itu adalah tipikal partai yang masih punya tokoh sentral, yakni Wiranto.

"Hanura ini kan punya tokoh sentral. Enggak akan lama kisruh parpol yang masih punya tokoh sentral," kata Hendri.

(Baca juga: Sebelum Daftar ke Kemenkumham, Hanura kubu Daryatmo Minta Restu Wiranto)

Ia pun memprediksi akhir dari polemik Partai Hanura tak akan jauh berbeda seperti polemik Partai Demokrat. Saat itu, polemik terjadi antara kubu Susilo Bambang Yudhoyono melawan Anas Urbaningrum.

"Ini akhirnya seperti Demokrat saja, SBY yang menang," ucap Hendri.

Hendri pun menambahkan, akan mudah bagi Wiranto untuk meredam OSO jika kemudian lebih mendukung kubu Daryatmo.

"Bagaimana cara meredam OSO? Wiranto pasti paham caranya, waktu Hari Tanoe saja Wiranto bisa kok," tutur dia.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahfud MD: Rizieq Shihab Kontak Erat Pasien Covid-19, Kami Sesalkan Penolakannya

Mahfud MD: Rizieq Shihab Kontak Erat Pasien Covid-19, Kami Sesalkan Penolakannya

Nasional
Terkait 'Swab Test' Rizieq Shihab, Polri Akan Periksa 4 Direktur RS Ummi Bogor

Terkait "Swab Test" Rizieq Shihab, Polri Akan Periksa 4 Direktur RS Ummi Bogor

Nasional
Paslon Cellica-Aep Siapkan Program Keagamaan untuk Kabupaten Karawang

Paslon Cellica-Aep Siapkan Program Keagamaan untuk Kabupaten Karawang

Nasional
Penangkapan Edhy Prabowo, LP3ES: Seperti Hujan di Tengah Kemarau Panjang

Penangkapan Edhy Prabowo, LP3ES: Seperti Hujan di Tengah Kemarau Panjang

Nasional
Koalisi Masyarakat Sipil Minta Polri Usut Tuntas Aksi Teror di Kabupaten Sigi

Koalisi Masyarakat Sipil Minta Polri Usut Tuntas Aksi Teror di Kabupaten Sigi

Nasional
Di HUT PSI, Jokowi: Indonesia Butuh Lebih Banyak Anak Muda Berani dan Gesit

Di HUT PSI, Jokowi: Indonesia Butuh Lebih Banyak Anak Muda Berani dan Gesit

Nasional
PKS Targetkan Perolehan Suara Minimal 15 Persen pada Pemilu 2024

PKS Targetkan Perolehan Suara Minimal 15 Persen pada Pemilu 2024

Nasional
Sebaran 6.267 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

Sebaran 6.267 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

Nasional
Pasca-aksi Teror di Sigi, Mahfud Minta Pimpinan Umat Beragama Tak Terprovokasi Isu SARA

Pasca-aksi Teror di Sigi, Mahfud Minta Pimpinan Umat Beragama Tak Terprovokasi Isu SARA

Nasional
UPDATE 29 November: Ada 70.792 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 29 November: Ada 70.792 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 29 November: Bertambah 169, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Jadi 16.815 Orang

UPDATE 29 November: Bertambah 169, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Jadi 16.815 Orang

Nasional
UPDATE 29 November: 42.903 Spesimen Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 29 November: 42.903 Spesimen Diperiksa dalam Sehari

Nasional
UPDATE 29 November: Ada 71.658 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 29 November: Ada 71.658 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: 6.267 Kasus Baru Covid-19, Indonesia Kembali Catatkan Rekor

UPDATE: 6.267 Kasus Baru Covid-19, Indonesia Kembali Catatkan Rekor

Nasional
UPDATE 29 November: Tambah 3.810, Total Pasien Sembuh dari Covid-19 Jadi 445.793

UPDATE 29 November: Tambah 3.810, Total Pasien Sembuh dari Covid-19 Jadi 445.793

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X