Wiranto: Tidak Ada Istilah Munaslub

Kompas.com - 17/01/2018, 19:00 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto usai rapat koordinasi terbatas tingkat menteri di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (1/11/2017). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOMenteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto usai rapat koordinasi terbatas tingkat menteri di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (1/11/2017).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto menegaskan, tidak ada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub_ untuk menyelesaikan kisruh internal Hanura.

Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan ini di Kompleks Istana Presiden Jakarta, Rabu (17/1/2018). 

"Tidak ada. Kami akan lakukan evaluasi. Tidak ada itu istilah Munaslub," ujar Wiranto.

Baca juga: Malam Ini, Hanura Kubu Sudding Pilih Ketum Baru Pengganti Oesman Sapta

Wiranto mengatakan, ia masih melakukan komunikasi dengan dua kubu yang berseteru. Tujuannya, agar kedua kelompok bersatu kembali.

"Pak OSO (Oesman Sapta Odang) saya ajak bicara juga, kami sepakat saling instropeksi dan tetap kompak demi Partai Hanura," ujar Wiranto.

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (Oso) ketika ditemui di hotel Manhattan, Jakarta, Rabu (17/1/2018).KOMPAS.com/ MOH NADLIR Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (Oso) ketika ditemui di hotel Manhattan, Jakarta, Rabu (17/1/2018).
Wiranto membantah jika konflik yang terjadi di internal Hanura menimbulkan perpecahan dan
dualisme.

Menurut dia, yang terjadi saat ini adalah dinamika yang biasa terjadi di sebuah partai politik.

"Konflik internal biasa di dalam kepartaian. Tapi enggak harus menghancurkan partai ya. Prinsip kami begitu. Saya selalu ajak rukun, karena tugas kita ke depan berat," ujar Wiranto.

Baca juga: Kisruh Hanura, Dua Kubu Saling Klaim Dukungan Wiranto

Penyatuan kembali kelompok-kelompok yang berseteru di Hanura, diakui Wiranto, membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Sebelumnya, sejumlah pengurus DPD Hanura melayangkan mosi tidak percaya terhadao Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO).

Para pengurus DPD menilai, OSO melakukan sejumlah kesalahan, mulai dari melanggar AD/ART, melanggar pakta integritas hingga diduga melakukan praktik mahar politik.

Baca juga: Wiranto: Sebagai Pendiri Hanura, Saya Tak Senang Konflik Berkepanjangan

Badan Pengurus Harian (BPH) Hanura kemudian mengeluarkan surat pemecatan OSO dan menunjuk Wakil Ketua Umum Hanura Marsekal Madya (Purn) Daryatmo sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum.

Rencananya, Hanura kubu para DPD yang dipimpin Sarifudin Sudding akan menggelar Munaslub di Jakarta, Rabu malam ini. Munaslub mengagendakan pemilihan ketua umum pengganti OSO.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X