Datangi KPK, Komisi Pengawas Peradi Ajukan Audiensi Bahas Kasus Fredrich

Kompas.com - 17/01/2018, 15:06 WIB
Dua anggota Komisi Pengawas Peradi mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (17/1/2018). Kompas.com/Robertus BelarminusDua anggota Komisi Pengawas Peradi mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (17/1/2018).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua anggota Komisi Pengawas Peradi mendatangi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), Jakarta Selatan, Rabu (17/1/2018).

Keduanya mengaku ingin menyampaikan surat untuk meminta audensi dan klarifikasi kepada KPK.

Salah satu anggota Komwas Peradi, Kaspudin Nor, mengatakan, surat itu terkait kasus mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi.

Baca juga: Pengacara Novanto Tolak Permintaan Fredrich Yunadi soal Boikot KPK

"Mau menyampaikan surat, minta audensi dan klarifikasi. Iya untuk Fredrich," kata Kaspudin.

Fredrich merupakan anggota Peradi yang menjadi tersangka dan ditahan KPK terkait kasus dugaan menghalangi dan merintangi kasus e-KTP dengan tersangka Setya Novanto.

Ketika ditanya apakah audiensi dengan KPK terkait sidang etik terhadap Fredrich, Kaspudin tak menjawab tegas. 

Baca: Fredrich Yunadi Imbau Advokat Boikot KPK

"Kami pengawas kan cari identifikasi, data-data. Sehingga nantinya hasilnya akan kita nilai," ujar Kaspudin.

Namun, dia mengakui, saat ini tengah berlangsung persiapan sidang kode etik advokat terhadap Fredrich.

Kompas TV Frederich juga membantah adanya tuduhan terhadap dirinya tentang pemesanan satu lantai Rumah Sakit Medika Permata Hijau.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X