Fakta Seputar Pilkada NTT: Perang Bintang

Kompas.com - 12/01/2018, 18:26 WIB
Kompas TV Sejumlah pengurus DPC PDI Perjuangan Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur mengundurkan diri.

Nama Marianus Sae pernah menghebohkan jagad pemberitaan, 2013 silam. Ia yang saat itu menjabat Bupati Ngada memblokir bandara dengan penerjunan personel Satpol PP karena manajemen maskapai penerbangan yang dinilainya buruk.

Pria kelahiran Kampung Bobajo, Mangulewa, Golewa, Ngada, NTT, 8 Mei 1962 itu memiliki riwayat pendidikan awal yang memprihatinkan. Saat SMP, ia terpaksa putus sekolah selama empat tahun karena himpitan ekonomi.

Selama itu, Marianus bekerja serabutan, mulai dari bertani, menjadi joki pacuan kuda, pekerja batu bata dan lain-lain.

Namun berkat kerja kerasnya, ia bisa melanjutkan sekolah hingga ke tingkat universitas. Ia berkuliah di Universitas Nusa Cendana, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Administrasi Pendidikan tahun 1985 dan kemudian sukses sebagai pengusaha sekaligus aktivis.

Sementara, pasangan Marianus, Emelia Julia Nomleni terbilang sosok yang kurang dikenal di jagad politik tanah NTT. Ia tercatat pernah menjadi anggota DPRD NTT periode 2009-2014. Namun, setelah itu kader PDI Perjuangan itu tidak lagi terdengar sepak terjangnya.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, dalam sebuah pemberitaan menyebut, memilih Emelia lantaran sosoknya yang sederhana, rapih, tekun dan berbakti kepada masyarakat kecil. Karakter keibuan itu yang membuat Megawati kepincut dengan Emelia.

Viktor Bungtilu Laiskodat juga merupakan sosok yang dikenal publik secara nasional. Saat ini, ia menjabat anggota DPR RI dari Partai NasDem dan ditunjuk menjadi Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI.

Namun, Viktor juga pernah menjadi anggota DPR RI dari Partai Golkar, yakni pada periode 2004-2009.

Nama pria yang juga pernah berkecimpung di dunia hukum tersebut semakin dikenal setelah berpidato di daerah pemilihannya saat reses, 2017 lalu. Pernyataannya mengenai bagaimana masyarakat NTT seharusnya menyikapi isu khilafah itu dinilai kontroversial.

Sementara pasangan Viktor Laiskodat, Josef Adreanus Nae Soi adalah politikus Golkar. Pria kelahiran Mataloko, Flores, NTT, 22 September 1952 itu adalah anggota DPR RI periode 2004-2009, yang dilanjutkan hingga 2014.

Josef mengawali kariernya sebagai akademisi. Ia diketahui pernah berprofesi sebagai guru di Sekolah Menengah Atas (SMA) Maumere Flores mulai tahun 1970 hingga tahun 1972. Setelah itu, ia menjadi dosen Altri Kehakiman Jakarta. Ia pun melanjutkan pekerjaannya menjadi Pembantu Direktur III Altri Kehakiman Jakarta yang dijalaninya mulai tahun 2000 hingga tahun 2005.

Ia mulai beralih ke dunia politik usai diajak politikus Golkar Akbar Tandjung. Kariernya di bawah naungan partai pohon beringin itu perlahan-lahan juga menanjak. Ia tercatat sebagai pengurus DPP Partai Golkar dari tahun 1998 hingga pada tahun 2005. Setelah itu ia menjadi Pokja DPP Partai Golkar.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X