"Presidential Threshold" 20 Persen, Hanura Sebut Akan Ada KMP vs KIH Jilid Dua - Kompas.com

"Presidential Threshold" 20 Persen, Hanura Sebut Akan Ada KMP vs KIH Jilid Dua

Kompas.com - 12/01/2018, 17:36 WIB
Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (kanan), Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (dua kanan), Ketua Umum PAN Hatta Rajasa (tengah), dan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali (tiga kiri) menghadiri acara pembekalan anggota DPR terpilih dari Koalisi Merah Putih (KMP) periode 2014-2019 di Jakarta Selatan, Jumat (26/9/2014). Pada pembekalan ini, diberikan wejangan dan juga amanat kepada mereka yang terpilih sebagai anggota parlemen. TRIBUNNEWS/HERUDINHERUDIN Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (kanan), Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (dua kanan), Ketua Umum PAN Hatta Rajasa (tengah), dan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali (tiga kiri) menghadiri acara pembekalan anggota DPR terpilih dari Koalisi Merah Putih (KMP) periode 2014-2019 di Jakarta Selatan, Jumat (26/9/2014). Pada pembekalan ini, diberikan wejangan dan juga amanat kepada mereka yang terpilih sebagai anggota parlemen. TRIBUNNEWS/HERUDIN

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Sekjen Partai Hanura Dadang Rusdiana memprediksi bakal ada ada Koalisi Merah Putih (KMP) versus Koalisi Indonesia Hebat (KIH) jilid dua sebagaimana terjadi di Pemilu 2014.

Hal itu, kata dia, mengacu pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan presidential threshold (PT) sehingga besarannya tetap 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara nasional.

"Saya kira KMP-KIH jilid kedua juga akan terjadilah. Jadi kita udah siap untuk itu," kata Dadang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Baca juga : Melihat Peta Politik Pilpres 2019 Pascaputusan MK soal Presidential Threshold

Menurut Dadang, hal itu akan terjadi lantaran saat ini hanya ada dua pasangan calon presiden yang mungkin bertarung di pemilu 2019, yakni Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Sebagai partai pengusung Jokowi di pemilu 2019, Hanura pun optimistis Jokowi akan unggul dibanding penantangnya.

"Ya kami makin optimis, itu karena kami sudah mendeklarasikan Jokowi sebagai capres kami harus konsisten," lanjut dia.

Kompas TV Mahkamah Konstitusi menegaskan bahwa siapapun yang akan maju dalam Pemilu Presiden 2019 nanti, harus didukung oleh partai.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorSabrina Asril
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X