9 Bulan Berlalu Tanpa Hasil, Keraguan Novel terhadap Polri soal Kasusnya Terbukti - Kompas.com

9 Bulan Berlalu Tanpa Hasil, Keraguan Novel terhadap Polri soal Kasusnya Terbukti

Kompas.com - 12/01/2018, 16:21 WIB
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (kiri) bersama istri Rina Emilda (kanan) dan anak bungsunya saat ditemui di Singapura, Selasa (15/8/2017). ANTARA FOTO/MONALISA Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (kiri) bersama istri Rina Emilda (kanan) dan anak bungsunya saat ditemui di Singapura, Selasa (15/8/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Keraguan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengenai keseriusan polisi dalam mengungkap kasus penyerangan terhadapnya, kini terbukti.

Hingga 9 bulan setelah peristiwa penyiraman air keras terjadi, pelaku belum juga terungkap.

Hal itu dikatakan pengacara Novel, Muhammad Isnur, dalam konferensi pers di Kantor Indonesia Corruption Watch (ICW) di Kalibata, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

"Sembilan bulan ini menandakan pernyatan Novel terbukti bahwa tidak yakin polisi akan mengungkap. Tidak yakin polisi akan menangkap pelaku dan dibawa ke pengadilan, karena ini seperti jeruk makan jeruk," kata Isnur.

Isnur mengatakan, hasil investigasi beberapa media massa mengungkap ada korelasi antara pelaku penyerangan dengan oknum penegak hukum.

(Baca juga: Catatan 2017, ICW Mempertanyakan Keseriusan Polri Ungkap Kasus Novel)

Konferensi pers tentang kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan di Kantor ICW Jakarta, Jumat (12/1/2018).KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Konferensi pers tentang kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan di Kantor ICW Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Bahkan, kata Isnur, sejak awal Novel sudah menyebut adanya oknum jenderal yang terlibat dalam kasusnya.

"Kalau melihat sejarah bagaimana Novel dikejar-kejar untuk dikriminalisasi, wajar kalau Novel sendiri tidak percaya kasusnya akan diungkap," kata Isnur.

Wajah Novel disiram air keras usai menunaikan shalat subuh berjamaah di Masjid Al Ikhsan, Jalan Deposito RT 03/10, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017.

Novel langsung dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sore harinya, Novel dirujuk ke Jakarta Eye Center.

Luka parah pada kedua mata Novel akibat siraman air keras ternyata tak cukup ditangani di Indonesia. Pada 12 April 2017, dokter merujuk agar Novel mendapatkan perawatan mata di Singapura.

Hingga kini, polisi belum juga menangkap pelaku penyerangan. Padahal sebelumnya, polisi beberapa kali merilis sketsa wajah pelaku.

Polisi sebenarnya pernah menangkap terduga pelaku. Namun, karena dianggap tak terbukti, terduga pelaku tersebut dibebaskan.

Kompas TV 2 Sketsa dari wajah terduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan telah disebar ke seluruh kantor polisi.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorDiamanty Meiliana
Komentar

Close Ads X