Fakta Seputar Pilkada Papua - Kompas.com

Fakta Seputar Pilkada Papua

Kompas.com - 12/01/2018, 09:00 WIB
Pasangan Cagub Papua Lukas Enembe (kedua kiri) dan Cawagub Klemen Tinal (kedua kanan) tiba di KPU Papua, untuk melakukan pendaftaran di Jayapura, Selasa (9/1/2018). Pasangan petahana Lukas Enembe dan Klemen Tinal didukung koalisi 10 parpol untuk maju dalam Pilkada Serentak 2018.ANTARA FOTO/INDRAYADI TH Pasangan Cagub Papua Lukas Enembe (kedua kiri) dan Cawagub Klemen Tinal (kedua kanan) tiba di KPU Papua, untuk melakukan pendaftaran di Jayapura, Selasa (9/1/2018). Pasangan petahana Lukas Enembe dan Klemen Tinal didukung koalisi 10 parpol untuk maju dalam Pilkada Serentak 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua pasang bakal calon gubernur dan calon wakil gubernur bertarung dalam Pilkada Provinsi Papua 2018.

Pasangan petahana Lukas Enembe dan Klemen Tinal akan ditantang pasangan John Wempi Wetipo dan Habel Melkias Suwae.

Sebenarnya, ada satu pasang calon lagi, yakni Ones Pahabol dan Petrus Yoram Mambai. Namun, KPU Provinsi Papua menolak pendaftaran calon ini karena alasan kelengkapan syarat.

Peta dukungan partai politik 

Pasangan Lukas Enembe dan Klemen Tinal merupakan petahana sejak April 2013.

Pada pilkada kali ini, keduanya diusung oleh sembilan partai politik dengan total 42 kursi DPRD Papua, yakni Partai Demokrat 16 kursi, Partai Golkar 6 kursi, Partai Hanura 5 kursi, PKB 5 kursi, Partai Nasdem 3 kursi, PKS 3 kursi, PAN 2 kursi, PKPI 2 kursi, dan PPP 1 kursi.

Pasangan ini mendaftarkan diri ke KPU Provinsi Papua pada hari kedua pendaftaran calon, Selasa (9/1/2018).

Baca juga: Pilkada Papua 2018 Jadi Fokus Perhatian Pemerintah

Sementara itu, pasangan Ones Pahabol dan Petrus Yoram Mambai, hanya diusung dua partai politik dengan total jumlah 13 kursi yakni PDI Perjuangan 6 kursi dan Partai Gerindra 7 kursi.

Pasangan ini mendaftarkan diri ke KPU Provinsi Papua pada hari ketiga pendaftaran calon, Rabu (10/1/2018).

Rekam jejak 

Lukas Enembe mengawali kariernya sebagai PNS di Kantor Sospol Pemerintah Kabupaten Merauke tahun 1997.

Gubernur Papua Lukas Enembe usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana, Jakarta, Rabu (22/3/2017).KOMPAS.com/IHSANUDDIN Gubernur Papua Lukas Enembe usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana, Jakarta, Rabu (22/3/2017).

Pria kelahiran Kembu, Tolikara, Papua pada 27 Juli 1967 itu kemudian mendapatkan izin untuk menempuh studi di Australia dari 1998 hingga 2001.

Usai menempuh pendidikannya, ia terpilih menjadi Wakil Bupati Puncak Jaya sejak 2001 hingga 2005. Kariernya semakin "kinclong".

Tahun 2007 hingga 2012, Lukas, yang saat ini menjabat Ketua DPD Partai Demokrat, terpilih menjadi Bupati Puncak Jaya.

Februari 2013, Lukas ditetapkan sebagai Gubernur Papua yang berpasangan dengan Klemen Tinal oleh KPU Provinsi Papua.

Baca juga: Pilkada Papua, 8.000 Personil Gabungan Polri dan TNI Dikerahkan

Pasangan ini meraih 52 persen suara dan memenangkan Pilgub satu putaran, menyisihkan enam pasangan calon yang ikut kontestasi.

Klemen Tinal punya rekam jejak karier yang nyaris sama dengan Lukas. Bedanya, Klemen mengawali kariernya bukan sebagai PNS, melainkan Administrative Supervisor PT Freeport Indonesia pada tahun 1993.

Tahun 2002, Klemen, yang merupakan kader Partai Golkar sejak 2003 itu, mengikuti Pilkada Kabupaten Mimika. Ia memenangkannya serta menjabat dua periode dari 2002-2006 dan 2008-2013.

Bersama Lukas, pria kelahiran Puncak Papua, 23 Agustus 1970 itu, sukses memenangkan Pilkada tahun 2013.

Ketua umum Partai PDI-P Megawati Soekarnoputri bersama cagub dan cawagub Provinsi Papua Jhon Wempi Wetipo (tengah) dan Habel Melkias Suwae (kanan) untuk pilgub 2018 mendatang di Kantor DPP PDI-P, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (04/01/2018). Terdapat cagub dan cawagub untuk lima provinsi yang disiapkan, antara lain provinsi Sumatera Utara, Papua, Lampung, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku Utara.MAULANA MAHARDHIKA Ketua umum Partai PDI-P Megawati Soekarnoputri bersama cagub dan cawagub Provinsi Papua Jhon Wempi Wetipo (tengah) dan Habel Melkias Suwae (kanan) untuk pilgub 2018 mendatang di Kantor DPP PDI-P, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (04/01/2018). Terdapat cagub dan cawagub untuk lima provinsi yang disiapkan, antara lain provinsi Sumatera Utara, Papua, Lampung, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku Utara.

Sementara, dari kubu lawan, John Wempi Wetipo merupakan kader PDI Perjuangan tulen. Saat ini, Wempi masih menjabat sebagai Bupati Jayawijaya dua periode, 2008-2013 dan 2013-2018.

Rekam jejak karier Wempi juga dimulai dari PNS pada tahun 1996. KInerjanya diapresiasi saat menjabat Bupati Jayawijaya.

Ia kerap menerima berbagai penghargaan, antara lain dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan dari Kementerian Keuangan soal penilaian tertinggi BPK soal pengelolaan keuangan di Kabupaten Jayawijaya tahun 2017.

Pasangan Wempi, yakni Habel Melkias Suwae juga tidak kalah soal rekam jejak karier. Ia mengawali kariernya menjadi PNS di Pemerintah Kabupaten Jayapura.

Baca juga: Pilkada Papua, 8.000 Personil Gabungan Polri dan TNI Dikerahkan

Pria kelahiran Dapapre, Jayapura, Papua, 28 Mei 1952 itu menduduki sejumlah jabatan saat menjadi PNS di Pemerintah Kabupaten Jayapura, antara lain Kepala Seksi Pembinaan Umum dan Masyarakat Kantor Sosial Pemerintah Kabupaten Jayapura hingga Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Jayapura.

Tahun 1999, Melkias yang merupakan kader Partai Golkar terpilih menjadi Ketua DPRD di Kabupaten Jayapura. Jabatan ini diembannya hingga tahun 2001.

Pada tahun yang sama, pria yang memegang titel Sarjana Sosial tersebut terpilih menjadi Bupati Jayapura dan menduduki jabatan itu untuk dua periode.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorInggried Dwi Wedhaswary

Terkini Lainnya

Saling Beri Dukungan, Kelompok Soekarnois dan Nahdliyin Pesta Bubur Madura

Saling Beri Dukungan, Kelompok Soekarnois dan Nahdliyin Pesta Bubur Madura

Regional
Prabowo Naik Helikopter Kunjungi Ponpes Suryalaya di Tasikmalaya

Prabowo Naik Helikopter Kunjungi Ponpes Suryalaya di Tasikmalaya

Regional
Prabowo : Politik Saat Ini Jadi Menakutkan, Hingga Ada Istilah 'Genderuwo Politik'

Prabowo : Politik Saat Ini Jadi Menakutkan, Hingga Ada Istilah "Genderuwo Politik"

Regional
Usai Komsumsi Miras, Seorang Pelajar Tewas di Tangan Sepupunya

Usai Komsumsi Miras, Seorang Pelajar Tewas di Tangan Sepupunya

Regional
8 Rumah Warga Mamasa Tertimbun Longsor Akibat Gempa

8 Rumah Warga Mamasa Tertimbun Longsor Akibat Gempa

Regional
Menhan Israel kepada Hamas: Kami Memberi Makan Monster

Menhan Israel kepada Hamas: Kami Memberi Makan Monster

Internasional
Kisah Wisely Ikut Ujian SIM C, Sepeda Motor Pinjaman hingga Kue untuk Aiptu Jailani

Kisah Wisely Ikut Ujian SIM C, Sepeda Motor Pinjaman hingga Kue untuk Aiptu Jailani

Regional
Terdengar Dua Kali Suara Tembakan Mengarah ke Mobil Sriwijaya Air

Terdengar Dua Kali Suara Tembakan Mengarah ke Mobil Sriwijaya Air

Megapolitan
Kondisi 6 Rumah di Tangsel Terisolasi Dekat Proyek Tol Serpong-Cinere

Kondisi 6 Rumah di Tangsel Terisolasi Dekat Proyek Tol Serpong-Cinere

Megapolitan
Polisi Cari Barang Bukti Linggis Pembunuhan Satu Keluarga di Sungai Kalimalang

Polisi Cari Barang Bukti Linggis Pembunuhan Satu Keluarga di Sungai Kalimalang

Megapolitan
Jaksa Lhokseumawe Tahan Terpidana Kredit Macet Rp 75 Miliar

Jaksa Lhokseumawe Tahan Terpidana Kredit Macet Rp 75 Miliar

Regional
Pria Ini Minta Dipenjara karena Unduh Gambar Porno Anak-anak

Pria Ini Minta Dipenjara karena Unduh Gambar Porno Anak-anak

Internasional
Wilayah Jelajah Harimau yang Terjebak di Kolong Ruko Diperkirakan Dekat Kawasan Penduduk

Wilayah Jelajah Harimau yang Terjebak di Kolong Ruko Diperkirakan Dekat Kawasan Penduduk

Regional
Oknum Guru Olahraga Ditangkap karena Cabuli 7 Orang Muridnya

Oknum Guru Olahraga Ditangkap karena Cabuli 7 Orang Muridnya

Regional
Beasiswa Double Degree Master dan MBA di Oxford University

Beasiswa Double Degree Master dan MBA di Oxford University

Edukasi

Close Ads X