Tahun 2018, Alutsista TNI AD, AL, dan AU Bertambah

Kompas.com - 12/01/2018, 06:19 WIB
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf TNI AD jenderal Mulyono dan Kepala Staf TNI AL Laksamana Ade Supandi saat memberikan keterangan pers usai Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan 2018 di kompleks Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Kamis (11/1/2018). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOMenteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf TNI AD jenderal Mulyono dan Kepala Staf TNI AL Laksamana Ade Supandi saat memberikan keterangan pers usai Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan 2018 di kompleks Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Kamis (11/1/2018).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, sejalan dengan program Rencana Strategis (Renstra) kedua tahun 2018-2019, TNI akan menambah alat utama sistem persenjataan ( alutsista).

Pengadaan alutsista akan dilakukan secara bertahap untuk tiga matra, yakni TNI AD, AL dan AU. Hal tersebut, kata Hadi, bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit.

"Sejalan dengan program Renstra kedua 2014-2019 ada alutsista yang secara bertahap memenuhi tiga matra di TNI, untuk meningkatkan profesionalisme prajurit," ujar Hadi saat memberikan keterangan pers usai Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan di Kompleks Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Kamis (11/1/2018).

"Pemenuhan Renstra kedua tahun 2014-2019 adalah dengan mendatangkan Alutsista yang sudah dipesan sebelumnya," lanjut dia.

Baca juga: Panglima TNI yang Baru Harus Penuhi Target Kesiapan Alutsista

Hadi menjelaskan, pada Selasa (9/1/2018), TNI AD telah menerima tiga unit helikopter Serang AS555AP Fennec dari PT Dirgantara Indonesia.

Dengan demikian, TNI AD telah memiliki 9 dari 12 unit helikopter Fennec yang telah dipesan.

"Jadi tinggal tiga helikopter lagi," kata Hadi.

Sementara itu, TNI AL telah menerima tiga unit pesawat, yakni satu unit Pesawat Udara CN 235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) dan dua unit Helikopter AS565 MBe Panther Anti Kapal Selam (AKS).

Baca juga: Jokowi Tawarkan Alutsista Buatan Indonesia ke Niger

Sedangkan untuk TNI AU, Kementerian Pertahanan akan memesan 11 pesawat tempur Sukhoi sebagai pengganti pesawat F-5E yang sudah tidak terbang lagi lebih dari satu setengah tahun.

"Bulan ini sudah melaksanakan penandatanganan kontrak pengadaan 11 pesawat dengan semua perlengkapan komplit termasuk simulatornya," ujarnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wapres Sebut Pemerintah Telah Berupaya Percepat Perizinan dengan Teknologi Digital

Wapres Sebut Pemerintah Telah Berupaya Percepat Perizinan dengan Teknologi Digital

Nasional
Wapres Berharap Pembangunan Perumahan MBR Gunakan Skema Padat Karya

Wapres Berharap Pembangunan Perumahan MBR Gunakan Skema Padat Karya

Nasional
KPK Amankan 8 Unit Sepeda dari Rumah Dinas Edhy Prabowo, Diduga Hasil Suap

KPK Amankan 8 Unit Sepeda dari Rumah Dinas Edhy Prabowo, Diduga Hasil Suap

Nasional
Wapres Minta Pengembang Perumahan Jaga Kepercayaan Masyarakat

Wapres Minta Pengembang Perumahan Jaga Kepercayaan Masyarakat

Nasional
Ditangkap Penyidik Bareskrim Kamis Subuh, Ustaz Maaher Berstatus Tersangka

Ditangkap Penyidik Bareskrim Kamis Subuh, Ustaz Maaher Berstatus Tersangka

Nasional
Jokowi: Kerja Keras 9 Bulan Atasi Pandemi dan Ekonomi Mulai Buahkan Hasil

Jokowi: Kerja Keras 9 Bulan Atasi Pandemi dan Ekonomi Mulai Buahkan Hasil

Nasional
Sentra Gakkumdu Terima 3.814 Laporan dan Temuan Terkait Dugaan Pelanggaran Pemilihan

Sentra Gakkumdu Terima 3.814 Laporan dan Temuan Terkait Dugaan Pelanggaran Pemilihan

Nasional
PSI Minta Partai Lain Tegas Ambil Sikap soal Kenaikan Gaji DPRD DKI 2021

PSI Minta Partai Lain Tegas Ambil Sikap soal Kenaikan Gaji DPRD DKI 2021

Nasional
9 Bulan Pandemi, Jokowi Klaim Sinyal Positif Ekonomi Semakin Jelas

9 Bulan Pandemi, Jokowi Klaim Sinyal Positif Ekonomi Semakin Jelas

Nasional
Bareskrim Tangkap Ustaz Maaher At-Thuwailibi atas Tuduhan Menyebar Kebencian

Bareskrim Tangkap Ustaz Maaher At-Thuwailibi atas Tuduhan Menyebar Kebencian

Nasional
Wapres: Pemerintah Serap Aspirasi dan Sosialisasi UU Cipta Kerja ke Beberapa Daerah

Wapres: Pemerintah Serap Aspirasi dan Sosialisasi UU Cipta Kerja ke Beberapa Daerah

Nasional
Jokowi: Waspada, Jangan Sampai Terjadi Pandemi Gelombang Kedua

Jokowi: Waspada, Jangan Sampai Terjadi Pandemi Gelombang Kedua

Nasional
9 Bulan Pandemi Covid-19, Jokowi: Kasus Aktif 12,72 Persen, Kesembuhan 84,02 Persen

9 Bulan Pandemi Covid-19, Jokowi: Kasus Aktif 12,72 Persen, Kesembuhan 84,02 Persen

Nasional
Usulan Gaji Anggota DPRD DKI Fantastis, Ini Perbandingan dengan DPR RI

Usulan Gaji Anggota DPRD DKI Fantastis, Ini Perbandingan dengan DPR RI

Nasional
Kasus Pengadaan Pesawat, KPK Panggil Mantan Direktur Garuda Indonesia sebagai Tersangka

Kasus Pengadaan Pesawat, KPK Panggil Mantan Direktur Garuda Indonesia sebagai Tersangka

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X