Pengamat: Puti Guntur Akan Pecah Suara Pemilih Perempuan di Pilkada Jatim - Kompas.com

Pengamat: Puti Guntur Akan Pecah Suara Pemilih Perempuan di Pilkada Jatim

Kompas.com - 10/01/2018, 14:02 WIB
Politisi PDI-P Puti Guntur Soekarnoputri di Jakarta, Kamis (11/10/2017).KOMPAS.com/IHSANUDDIN Politisi PDI-P Puti Guntur Soekarnoputri di Jakarta, Kamis (11/10/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) resmi mengusung Puti Guntur Soekarno untuk mendampingi Saifullah Yusuf alias Gus Ipul di Pilkada Jawa Timur 2018.

Puti menggantikan Bupati Banyuwangi Azwar Anas yang sebelumnya memutuskan mundur.

Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio menilai, hadirnya cucu Proklamator dan Presiden pertama Indonesia, Soekarno itu akan membuat Pilkada Jatim semakin menarik.

Menurut Hendri, Puti akan membuat suara pemilih perempuan di Jatim akan terpecah, tak lagi dominan ke bakal calon gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dengan pasangannya Emil Elistianto Dardak.

"Puti membuat kompetisi semakin menarik. Kehadiran Puti membuat suara perempuan yang tadinya dominan ke Khofifah akan terpecah ke Puti," ujar Hendri melalui pesan singkatnya, Rabu (10/1/2018).

(Baca juga : PDI-P Pilih Puti Guntur Sukarno Dampingi Gus Ipul di Pilkada Jawa Timur)

Tak cuma itu, kata Hendri, hadirnya anak dari Guntur Soekarnoputra itu juga menjadi sinyal bahwa anak-anak Soekarno mulai merapatkan barisan melalui para cucu-cucunya.

Karenanya, lanjut Hendri, kubu Khofifah-Emil perlu waspada dan tak boleh lengah jika tak ingin gigit jari untuk kesekian kalinya.

Apalagi dukungan partai politik Gus Ipul-Puti pun bertambah dengan bergabungnya PKS dan Gerindra.

"Dengan dukungan ini justru Gus Ipul makin kuat, kubu Khofifah tidak boleh lengah," ucap Hendri.

Di Pilkada Jatim, Gus Ipul didukung PKB (20 kursi), PDI-P (19 kursi), PKS (6 kursi), dan Gerindra (13 kursi) dengan total kekuatan kursi parlemen 58 kursi.

Adapun Khofifah disokong oleh Partai Demokrat (13 kursi), Golkar (11 kursi), Nasdem (4 kursi), PPP (5 kursi), Hanura (2 kursi), dan PAN (7 kursi) dengan total kekuatan kursi parlemen sebanyak 42 kursi.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorSandro Gatra

Close Ads X