Di Hadapan Para Relawannya, Jokowi Puji Susi Pudjiastuti

Kompas.com - 09/01/2018, 07:46 WIB
Presiden Joko Widodo saat memberikan arahan dalam penutupan Rakornas Bara JP di Rote Ndao, Nusa Tengara Timur, Senin (8/1/2018). Fabian Januarius KuwadoPresiden Joko Widodo saat memberikan arahan dalam penutupan Rakornas Bara JP di Rote Ndao, Nusa Tengara Timur, Senin (8/1/2018).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

ROTE NDAO, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo memuji sosok Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Pujian itu disampaikannya di hadapan para relawan Bara JP, di Auditorium Tiilanga, Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Senin (8/1/2018). 

Menurut Presiden Jokowi, melalui kebijakan penenggelaman kapal asing pencuri ikan, Susi telah mewujudkan kedaulatan di Indonesia.

"Sudah tiga tahun ini, ribuan kapal asing pencuri ikan semuanya sudah enggak berani mendekat. Karena apa? Semuanya ditenggelamkan sama Bu Susi," ujar Jokowi.

Foto Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat paddling di dekat kapal Silver Sea 2 yang ditangkap akibat illegal fishing.Instagram @susipudjiastuti115 Foto Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat paddling di dekat kapal Silver Sea 2 yang ditangkap akibat illegal fishing.
"Sudah 317 kapal yang ditenggelamkan Bu Susi. Bu Susi itu perempuan, tapi serem. Takut semuanya kepada Bu Susi," lanjut dia.

Baca juga: Cerita Susi Pudjiastuti soal Pekerjaan Pria yang Bisa Dikerjakan Perempuan...

Pernyataan Presiden Jokowi langsung mendapat sambutan meriah dari sekitar 700 orang relawan yang hadir.

Masih soal kedaulatan, Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa mulai Januari 2018 ini, negara melalui Pertamina resmi mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam.

"Dulu kita satu persen saja enggak punya saham. Sekarang 100 persen," ujar dia.

Baca juga: Susi Pudjiastuti Tenggelamkan 33 Kapal Asing di Natuna

Soal PT Freeport Indonesia, Presiden Jokowi juga menyampaikan, pemerintah tengah berupaya bernegosiasi mengenai kepemilikan saham. Minimal, Indonesia memiliki lebih dari setengah perusahaan tambang emas itu.

"Sudah tiga tahun kita negosiasi. Alot banget. Enggak apa-apa alot, asalkan jangan kalah. Masak puluhan tahun diberi sedikit saham saja, diam semua," ujar Jokowi.

"Sudah saya perintahkan, minimal 51 persen saham," lanjut dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X