Kompas.com - 08/01/2018, 17:08 WIB
Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto di kediaman Megawati Jl. Teuku Umar, Jakarta, Senin (8/1/2018). KOMPAS.com/ESTU SURYOWATISekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto di kediaman Megawati Jl. Teuku Umar, Jakarta, Senin (8/1/2018).
|
EditorDiamanty Meiliana

JAKARTA, KOMPAS.com - DPP PDI-P belum memutuskan nama pengganti Azwar Anas yang akan dicalonkan sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur, mendampingi Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam pilkada serentak 2018.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, belum ada rapat soal nama-nama pengganti Azwar Anas, kendati DPP sudah menyusun sejumlah kriteria.

"Enggak ada (rapat soal Jatim). Hari ini kami tinggal berkonsentrasi untuk daerah-daerah yang PDI-P kekurangan kursi. Bagaimana bisa dipastikan koalisi kerjasama dengan parpolnya berjalan dengan baik. Itu saja," kata Hasto ditemui di rumah Megawati Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat, Senin (8/1/2018).

Sebagai informasi, pada hari ini Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) mulai pembukaan pendaftaran calon kepala daerah di provinsi dan kabupaten/kota.

Pendaftaran calon kepada daerah akan berlangsung hingga Rabu (10/1/2018).

(Baca juga : Pilkada Jatim, PDI-P Siapkan Kejutan Pengganti Azwar Anas)

Hasto lebih lanjut mengatakan, salah satu kriteria pengganti Azwar Anas yaitu figur yang bersangkutan harus bisa bekerjasama dengan Gus Ipul.

Selain itu, pengganti Azwar Anas juga harus memiliki prestasi dan kinerja pemerintahan yang baik.

"Sosok yang menjadi bagian dari representasi keluarga besar PDI-P, yang menyatu dengan kekuatan rakyat," kata Hasto.

PDI-P berharap mendapatkan sosok pengganti Azwar Anas yang memiliki dedikasi tidak hanya untuk Jawa Timur, melainkan juga untuk bangsa dan negara.

Dia menambahkan, pengganti Azwar bisa dari kalangan manapun.

"Dari ulama mungkin. Dari TNI/Polri mungkin. Dari tokoh media juga mungkin. Kan di Jatim banyak tokoh media. Dari kepala daerah juga mungkin," pungkasnya.

Kompas TV Ketatnya persaingan terlihat dari adanya kandidat yang mundur karena kampanye hitam.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menko PMK Dorong Penguatan Kursus Calon Pengantin

Menko PMK Dorong Penguatan Kursus Calon Pengantin

Nasional
Hakim PN Surabaya Terjaring OTT, KY Tunggu Pemeriksaan KPK

Hakim PN Surabaya Terjaring OTT, KY Tunggu Pemeriksaan KPK

Nasional
Sekolah Akan Tatap Muka 100 Persen, Cek Data Vaksinasi Pelajar di Sini

Sekolah Akan Tatap Muka 100 Persen, Cek Data Vaksinasi Pelajar di Sini

Nasional
Nur Afifah Balqis, Tersangka Korupsi Usia 24 Tahun yang Pegang Uang Suap Rp 1 Miliar Bupati PPU

Nur Afifah Balqis, Tersangka Korupsi Usia 24 Tahun yang Pegang Uang Suap Rp 1 Miliar Bupati PPU

Nasional
IPW Minta Polri Usut Pelat Mobil Mirip Polisi di DPR yang Diduga Milik Arteria Dahlan

IPW Minta Polri Usut Pelat Mobil Mirip Polisi di DPR yang Diduga Milik Arteria Dahlan

Nasional
Kecelakaan Kapal Pengangkut WNI Kembali Terjadi, Kemenlu: Bila Ingin ke Malaysia Gunakan Jalur Resmi

Kecelakaan Kapal Pengangkut WNI Kembali Terjadi, Kemenlu: Bila Ingin ke Malaysia Gunakan Jalur Resmi

Nasional
Sebut Transformasi Energi Butuh Dana Besar, Jokowi: Indonesia Minta Kontribusi Negara Maju untuk Pembiayaan

Sebut Transformasi Energi Butuh Dana Besar, Jokowi: Indonesia Minta Kontribusi Negara Maju untuk Pembiayaan

Nasional
Wapres: PTM 100 Persen Harus Disesuaikan dengan Kondisi Pandemi

Wapres: PTM 100 Persen Harus Disesuaikan dengan Kondisi Pandemi

Nasional
KPK Lakukan Penggeledahan Paksa di Kantor Bupati Buru Selatan

KPK Lakukan Penggeledahan Paksa di Kantor Bupati Buru Selatan

Nasional
Arteria soal Pelat Nomor Mobilnya Mirip Polisi: Itu Tatakan

Arteria soal Pelat Nomor Mobilnya Mirip Polisi: Itu Tatakan

Nasional
OTT di Surabaya, KPK Amankan Sejumlah Uang

OTT di Surabaya, KPK Amankan Sejumlah Uang

Nasional
Di Sidang MK, Ahli dari Presiden Dorong Penelitian Efektivitas Ganja untuk Keperluan Medis

Di Sidang MK, Ahli dari Presiden Dorong Penelitian Efektivitas Ganja untuk Keperluan Medis

Nasional
Sosok Mayjen Teguh Pudjo Kandidat Pangkostrad, Lulusan Terbaik Akmil yang Sempat Viral

Sosok Mayjen Teguh Pudjo Kandidat Pangkostrad, Lulusan Terbaik Akmil yang Sempat Viral

Nasional
Satgas BLBI Sita 159 Bidang Tanah Milik Texmaco di 6 Kota, Berikut Rinciannya

Satgas BLBI Sita 159 Bidang Tanah Milik Texmaco di 6 Kota, Berikut Rinciannya

Nasional
Polri Berkoordinasi dengan BI Terkait Dugaan Kebocoran Data yang Viral

Polri Berkoordinasi dengan BI Terkait Dugaan Kebocoran Data yang Viral

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.