Perwira Polri yang Ikut Pilkada Diminta Mundur Saat Penetapan Pasangan Calon - Kompas.com

Perwira Polri yang Ikut Pilkada Diminta Mundur Saat Penetapan Pasangan Calon

Kompas.com - 08/01/2018, 16:36 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/10/2017).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com — Polri masih memberi waktu hingga satu bulan lagi kepada anggota kepolisian yang ikut pilkada serentak 2018 untuk mengundurkan diri. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, perwira Polri diminta mundur begitu ada penetapan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Setelah penetapan dan ditetapkan pada 12 Februari, ya nanti harus mengundurkan diri," ujar Setyo di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (8/1/2018).

Adapun calon kepala daerah yang diusung partai politik untuk maju dalam pilkada adalah Irjen Safaruddin untuk Pilkada Kalimantan Timur dan Irjen Anton Charliyan untuk Pilkada Jawa Barat.

Selain itu, Irjen Murad Ismail untuk Pilkada Maluku dan AKBP Marselis Sarimin untuk Pilkada Manggarai Timur. Hingga hari ini belum ada satu pun dari mereka yang mengundurkan diri.

"Belum ada yang mengundurkan diri," kata dia.

Baca juga: Drama dan Jenderal Aktif TNI AD dan Polri di Pilkada 2018

Saat ini, tahapan yang baru dilewati adalah pendaftaran bakan calon kepala daerah. Menurut Setyo, dalam tahapan ini, perwira Polri tersebut masih berstatus anggota.

"Kan, ini belum ditetapkan. Baru rekomendasi dari partai-partai," kata Setyo.

Belakangan, Kapolri menerbitkan surat telegram rahasia berisi mutasi perwira Polri yang akan maju dalam pilkada serentak.

Safaruddin dimutasi dari posisinya sebagai Kapolda Kalimantan Timur menjadi perwira tinggi Badan Intelijen Keamanan Polri dalam rangka pensiun. Kapolri menunjuk Brigjen (Pol) Priyo Widyanto sebagai pengganti Safaruddin. Priyo sebelumnya merupakan kapolda Jambi.

Baca juga: Jaring Jenderal Aktif di Pilkada, Parpol Dinilai Gagal Lakukan Kaderisasi

Kemudian, Anton Charliyan yang kini menjabat sebagai Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Sespimti Sespim Lemdiklat Polri. Posisinya digantikan oleh Irjen Sigit Sudarmanto.

Murad Ismail yang sebelumnya menjabat sebagai Komandan Korps Brimob Polri dimutasi sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Brimob Korbrimob Polri. Posisinya akan digantikan Brigjen (Pol) Rudy Sufahriadi yang sebelumnya menjabat Kapolda Sulawesi Tengah.

Sementara Marselis Sarimin yang merupakan Kapolres Manggarai dimutasi menjadi perwira menengah Polda NTT. Iqbal mengatakan, mutasi merupakan rangkaian tour of duty yang biasa dilakukan dalam organisasi.

Kompas TV Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian membantah tudingan Partai Demokrat terkait dugaan kriminalisasi terhadap Syaharie Jaang.

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorSabrina Asril
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X