Megawati: PDI-P Disebut Partai Polisi, Apa Tidak Marah Pak Tito?

Kompas.com - 07/01/2018, 19:46 WIB
Ketua umum Partai PDI-P Megawati Soekarnoputri mengumumkan calon gubernur dan wakil gubernur untuk pilgub mendatang di Kantor DPP PDI-P, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (04/01/2018). Terdapat cagub dan cawagub untuk lima provinsi yang disiapkan, antara lain provinsi Sumatera Utara, Papua, Lampung, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku Utara. MAULANA MAHARDHIKAKetua umum Partai PDI-P Megawati Soekarnoputri mengumumkan calon gubernur dan wakil gubernur untuk pilgub mendatang di Kantor DPP PDI-P, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (04/01/2018). Terdapat cagub dan cawagub untuk lima provinsi yang disiapkan, antara lain provinsi Sumatera Utara, Papua, Lampung, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku Utara.
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri membantah partainya disebut partai polisi. Mega mengakui ada perwira tinggi atau mantan anggota Polri yang akhirnya diusung menjadi kepala daerah.

Namun, menurut Mega, PDI Perjuangan tidak pernah secara khusus menentukan kepala daerah yang diusung harus dari latar belakang Polri. Bahkan, menurut Mega, banyak mantan perwira tinggi TNI yang diusung oleh partainya.

Hal itu disampaikan Megawati dalam pidato pengumuman pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur yang diusung PDI Perjuangan di Kantor DPP PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta, Minggu (7/1/2018).

"Dibilang katanya PDI-P partai polisi. Apa enggak marah Pak Tito itu?" kata Mega yang disambut tawa para kader PDI Perjuangan.


Baca juga : PDI-P Usung Irjen Safaruddin di Pilkada Kalimantan Timur

Menurut Mega, ada yang sengaja membentuk opini bahwa PDI Perjuangan tidak dekat dengan institusi TNI. Upaya tersebut untuk membuat seolah-olah terdapat beda perlakuan antara Polri dan TNI.

Padahal, menurut Mega, partainya cukup banyak mengusung mantan perwira tinggi TNI. Misalnya, dalam putaran pilkada kali ini, PDI Perjuangan mengusung Mayor Jenderal TNI (Purn) TB Hasanuddin untuk menjadi calon gubernur Jawa Barat.

PDI Perjuangan juga pernah mengusung Letnan Jenderal TNI (Purn) Sutiyoso sebagai Gubernur DKI Jakarta. Kemudian, Mayor Jenderal TNI (Purn) Imam Utomo Soeparno menjadi Gubernur Jawa Timur.

Selain itu, masih banyak nama-nama mantan perwira TNI yang pernah diusung PDI Perjuangan menjadi kepala daerah.

"Siapa yang bilang PDI-P enggak dekat dengan TNI?" Kata Mega.

Baca tentang
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X