Saat Megawati Setir VW Kodok dan Hilang dari Kawalan Paspampres

Kompas.com - 04/01/2018, 18:22 WIB
Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) melakukan pengamanan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (4/7/2017). Pengamanan Presiden Joko Widodo dalam rangka kunjungan kerja dan dialog ekonomi dengan para pelaku pasar modal. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) melakukan pengamanan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (4/7/2017). Pengamanan Presiden Joko Widodo dalam rangka kunjungan kerja dan dialog ekonomi dengan para pelaku pasar modal.
|
EditorDiamanty Meiliana

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) di era Kepresidenan Megawati Soekarnoputri, Nono Sampono, punya sejumlah kisah menarik saat mengawal putri Bung Karno itu.

Suatu ketika, Megawati pernah menyetir mobilnya sendiri ke Bogor tanpa pengawalan Paspampres.

Presiden kelima RI tersebut menyetir sendiri mobil VW (Volks Wagen) kodoknya. Nono pun membenarkan peristiwa itu.

"Benar," kata Nono saat menghadiri peringatan hari jadi Paspampres ke-72 di Mako Paspampres, Tanah Abang, Jakarta, Kamis (4/1/2018).

Nono mengisahkan, saat itu sepertinya Megawati hendak bernostalgia dengan VW kodok miliknya. Namun saat itu Nono tetap memastikan keselamatan dan keamanan Megawati meski menyetir mobil sendiri.

(Baca juga : HUT Ke-72 Tahun, Paspampres Terus Mawas Diri)

Saat itu Megawati tetap ditemani oleh ajudannya dan satu personil pengamanan lainnya. Nono pun tetap mengontrol jalur yang dilalui Megawati.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia juga mengisahkan kebiasaan Megawati yang sering menyantap makanan di pinggir jalan.

Karena itu Paspampres beberapa kali harus memberhentikan iring-iringan kendaraan beserta mobil yang ditumpangi Megawati di tengah perjalanan.

Biasanya, kata Nono, Megawati suka menyantap nasi goreng di pinggir jalan. Terkadang Megawati juga minta mobilnya diberhentikan untuk membeli bunga.

"Beliau tiba-tiba minta berhenti di jalan. Misalkan contoh ya, ingin makan enak di jalan. Ya sering. Itu satu. Yang kedua ingin beli kembang. Beliau kan senang kembang. Beliau juga bilang jangan dibikin (seperti) burung dalam sangkar emas," lanjut Nono.

Kompas TV Wapres Jusuf Kalla berlibur di kawasan Nusa Dua, Bali.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebaran 15.090 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia pada 22 Oktober 2021

Sebaran 15.090 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia pada 22 Oktober 2021

Nasional
Jokowi Dijadwalkan Hadiri Penutupan KTT G20 di Roma Akhir Oktober

Jokowi Dijadwalkan Hadiri Penutupan KTT G20 di Roma Akhir Oktober

Nasional
Partai Ummat Kritik Keputusan Jokowi Berikan Jabatan Tambahan ke Luhut

Partai Ummat Kritik Keputusan Jokowi Berikan Jabatan Tambahan ke Luhut

Nasional
UPDATE 22 Oktober: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 31,84 Persen

UPDATE 22 Oktober: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 31,84 Persen

Nasional
Bareskrim Tangkap Pendana Pinjol Ilegal yang Sebabkan IRT di Wonogiri Gantung Diri

Bareskrim Tangkap Pendana Pinjol Ilegal yang Sebabkan IRT di Wonogiri Gantung Diri

Nasional
Pasca Penerbangan Internasional Dibuka, Menparekraf Pastikan Bali dan Kepulauan Riau Kondusif

Pasca Penerbangan Internasional Dibuka, Menparekraf Pastikan Bali dan Kepulauan Riau Kondusif

Nasional
UPDATE 22 Oktober: Bertambah 33 Kasus Kematian Covid-19 Jadi 143.153

UPDATE 22 Oktober: Bertambah 33 Kasus Kematian Covid-19 Jadi 143.153

Nasional
UPDATE 22 Oktober: 6.556 Suspek Covid-19 di Tanah Air

UPDATE 22 Oktober: 6.556 Suspek Covid-19 di Tanah Air

Nasional
Profil Paulus Waterpauw, Jenderal Bintang Tiga Polri yang Jabat Deputi BNPP Kemendagri

Profil Paulus Waterpauw, Jenderal Bintang Tiga Polri yang Jabat Deputi BNPP Kemendagri

Nasional
UPDATE: 15.090 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE: 15.090 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 22 Oktober: 4.080.351 Kasus Covid-19 Sembuh di Indonesia

UPDATE 22 Oktober: 4.080.351 Kasus Covid-19 Sembuh di Indonesia

Nasional
UPDATE: 250.740 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 1,35 Persen

UPDATE: 250.740 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 1,35 Persen

Nasional
Polemik PCR Jadi Syarat Penerbangan, Puan: Masyarakat Anggap Ini Nodai Prinsip Keadilan

Polemik PCR Jadi Syarat Penerbangan, Puan: Masyarakat Anggap Ini Nodai Prinsip Keadilan

Nasional
UPDATE 22 Oktober: Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.238.594, Bertambah 760

UPDATE 22 Oktober: Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.238.594, Bertambah 760

Nasional
Wapres: Indonesia Tidak Bisa Jadi Pusat Halal Dunia jika Hanya Fokus Keuangan Syariah

Wapres: Indonesia Tidak Bisa Jadi Pusat Halal Dunia jika Hanya Fokus Keuangan Syariah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.