Jokowi Dipercaya Tak Tahu Ulah Aparat Penegak Hukum kepada Demokrat - Kompas.com

Jokowi Dipercaya Tak Tahu Ulah Aparat Penegak Hukum kepada Demokrat

Kompas.com - 04/01/2018, 07:17 WIB
Presiden terpilih Joko Widodo datang ke istana, Minggu (19/10/2014), terlambat hampir satu jam dari jadwal yang seharusnya. Setelah disambut SBY, Jokowi dikenalkan kepada jajaran Kabinet Indonesia Bersatu II dan staf istana.Kompas.com/Sabrina Asril Presiden terpilih Joko Widodo datang ke istana, Minggu (19/10/2014), terlambat hampir satu jam dari jadwal yang seharusnya. Setelah disambut SBY, Jokowi dikenalkan kepada jajaran Kabinet Indonesia Bersatu II dan staf istana.

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan percaya bahwa Presiden Joko Widodo selama ini tak tahu ulah yang diperbuat aparat penegak hukum kepada partainya.

"Partai Demokrat yakin Presiden Jokowi tidak mengetahui perlakuan yang tidak sepatutnya dilakukan insitusi negara, penegak hukum. Kami yakin tidak mengetahui," kata Hinca di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Rabu (3/1/2018) malam.

Hinca menegaskan bahwa partainya tetap percaya kepada kepemimpinan Presiden Jokowi sampai selesai dalam merawat demokrasi yang ada di dalam negeri.

"Kami percaya dan berharap Presiden Jokowi memastikan agar pilkada dapat berjalan fair, adil, jujur," ujar Hinca.

Baca juga: Demokrat Beberkan Tiga Perlakuan Tak Adil Aparat Penegak Hukum

Hanya saja, Hinca tak memungkiri kecewa atas perlakuan tak adil dan semena-mena yang dialami partai dan kadernya sejak Pilkada DKI Jakarta 2017 dan di beberapa daerah selama tahapan Pilkada 2018.

"Menurut kami, suasana seperti ini melanggar fairness dan asas keadilan serta merusak sistem dan UU itu sendiri. Tentu merusak demokrasi. Merusak keadilan, rasa keadilan. Merusak netralitas institusi negara," katanya.

Untuk itu, menurut dia, perlakuan tidak adil dan sewenang-wenang yang dilakukan aparat penegak hukum tersebut harus segera dihentikan dan tak terus-menerus dibiarkan.

"Dengan kewenangan yang dimiliki, Presiden Jokowi diharapkan melakukan sesuatu. Demi merawat demokrasi, menghentikan perlakuan yang tidak fair ini agar pilkada bisa berlangsung dengan baik," ucapnya.

"Mari kita rawat agar pilkada bebas dari intervensi kekuasaan, bebas dari kesewenang-wenangan, dan hal yang mencederai," tambahnya.


Kompas TV Bakal calon gubernur Jatim yang juga Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memastikan akan segera mendaftarkan diri dalam kontestasi Pilkada Jawa Timur.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorSabrina Asril
Komentar

Close Ads X