Jajal Kereta Bandara, Jokowi Dapat Keluhan dari Disabilitas

Kompas.com - 02/01/2018, 15:58 WIB
Kaum disabilitas diundang menjajal kereta bandara Soekarno-Hatta yang diresmikan Presiden Jokowi, Selasa (2/1/2018). KOMPAS.com/IhsanuddinKaum disabilitas diundang menjajal kereta bandara Soekarno-Hatta yang diresmikan Presiden Jokowi, Selasa (2/1/2018).
Penulis Ihsanuddin
|
EditorDiamanty Meiliana

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mendapat keluhan dari para penyandang disabilitas saat menjajal kereta bandara Soekarno-Hatta.

Hal ini terjadi usai peresmian kereta bandara oleh Presiden Joko Widodo di Integrated Building Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Selasa (2/1/2018).

Usai peresmian, Jokowi langsung menjajal kereta tersebut dari Bandara Soekarno-Hatta menuju stasiun Sudirman Baru.

Para penyandang disabilitas turut diundang menjajal kereta yang sama. Ada yang berkursi roda, tunanetra, hingga tunarungu.

Mereka sempat menyampaikan keluh kesah kepada Jokowi mengenai akses kereta bandara untuk penyandang disabilitas.

"Tadi disampaikan baik di bandara sendiri maupun keluhan di keretanya, juga akses disabilitas," kata Jokowi.

(Baca juga : Jokowi Minta Pemprov DKI Subsidi Kereta Bandara Soekarno-Hatta)

 

Keluhan yang disampaikan para kaum disabilitas antara lain, lorong yang terlalu sempit sehingga tidak bisa dilewati oleh kursi roda.

Juga ada keluhan dari tunanetra mengenai suara speaker yang kurang terdengar.

Tak hanya itu, ada pula keluhan soal petugas kereta yang kurang ramah.

Menanggapi keluhan tersebut, Jokowi mengaku akan berdiskusi dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk evaluasi lebih jauh.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 7 Juni: Ada 40.370 ODP dan 14.197 PDP

UPDATE 7 Juni: Ada 40.370 ODP dan 14.197 PDP

Nasional
UPDATE 7 Juni: Tambah 50, Pasien Covid-19 Meninggal Jadi 1.851 Orang

UPDATE 7 Juni: Tambah 50, Pasien Covid-19 Meninggal Jadi 1.851 Orang

Nasional
UPDATE 7 Juni: Tambah 672, Kasus Covid-19 di Indonesia Jadi 31.186

UPDATE 7 Juni: Tambah 672, Kasus Covid-19 di Indonesia Jadi 31.186

Nasional
UPDATE 7 Juni: Tambah 591 Orang, Pasien Covid-19 yang Sembuh Kini 10.498

UPDATE 7 Juni: Tambah 591 Orang, Pasien Covid-19 yang Sembuh Kini 10.498

Nasional
Metode Belajar Berubah Saat Pandemi, Akademisi: Kenali Sisi Positifnya

Metode Belajar Berubah Saat Pandemi, Akademisi: Kenali Sisi Positifnya

Nasional
Jelang New Normal, KPAI Minta Pemerintah Subsidi Kuota Internet dan Fasilitas Pembelajaran Daring

Jelang New Normal, KPAI Minta Pemerintah Subsidi Kuota Internet dan Fasilitas Pembelajaran Daring

Nasional
Olahraga Bersama Panglima TNI dan Kapolri, Jokowi Ajak Masyarakat Tingkatkan Imun di Tengah Pandemi

Olahraga Bersama Panglima TNI dan Kapolri, Jokowi Ajak Masyarakat Tingkatkan Imun di Tengah Pandemi

Nasional
Minta Tracking Covid-19 Diperbanyak, Menko PMK Harap Uji Spesimen Bisa Mencapai 30.000 Per Hari

Minta Tracking Covid-19 Diperbanyak, Menko PMK Harap Uji Spesimen Bisa Mencapai 30.000 Per Hari

Nasional
Tekan Emisi Karbon dalam Pembangunan, ASN Perlu Pahami Ekonomi Hijau

Tekan Emisi Karbon dalam Pembangunan, ASN Perlu Pahami Ekonomi Hijau

Nasional
Pola Pengajaran Konvensional di Tengah Pandemi Dinilai Picu Episentrum Besar

Pola Pengajaran Konvensional di Tengah Pandemi Dinilai Picu Episentrum Besar

Nasional
UPDATE 7 Juni: 1.010 WNI Positif Corona, 601 Orang Sembuh

UPDATE 7 Juni: 1.010 WNI Positif Corona, 601 Orang Sembuh

Nasional
RS Wisma Atlet Rawat 544 Pasien Positif Covid-19 dan Seorang PDP

RS Wisma Atlet Rawat 544 Pasien Positif Covid-19 dan Seorang PDP

Nasional
Menko PMK: New Normal Bukan Berarti Seenaknya

Menko PMK: New Normal Bukan Berarti Seenaknya

Nasional
Seorang Terduga Teroris Meninggal di RS Polri karena Sakit, Ini Penjelasan Polisi

Seorang Terduga Teroris Meninggal di RS Polri karena Sakit, Ini Penjelasan Polisi

Nasional
Cucu ke-25 Lahir, Wapres Ma'ruf Amin Kirim Doa Lewat Video Call

Cucu ke-25 Lahir, Wapres Ma'ruf Amin Kirim Doa Lewat Video Call

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X