Lagi, Wapres Ingin Suku Bunga Deposito Turun

Kompas.com - 02/01/2018, 13:24 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menjawab pertanyaan awak media di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (12/12/2017). Biro Pers Wakil Presiden RI Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menjawab pertanyaan awak media di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (12/12/2017).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorDiamanty Meiliana

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kala kembali mengingatkan pihak perbankan untuk terus menurunkan suku bunga deposito.

Hal itu ia sampaikan saat membuka perdagangan saham awal 2018 di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Kalau ketinggian kita punya bunga (deposito), kan nanti kita tidak efisien," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (2/1/2017).

Saat ini rentang bunga deposito, berdasarkan pusat informasi pasar uang Bank Indonesia, ada di kisaran 4-6 persen. Wapres berharap bunga tersebut bisa turun secara bertahap.

(Baca juga : Wapres Jusuf Kalla: Genjot Investasi, Suku Bunga Harus Turun Perlahan)

Menurut Wapres, penurunan suku bunga deposito sangat penting dalam rangka menjaga keseimbangan atau kesesuaian dengan bunga deposito dibeberapa negara Asia.

"Jadi tingkat deposito supaya kita bisa lebih bersaing dengan negara- negara di sekitar," kata Kalla.

Bukan kali ini saja Wapres menginginkan suku bunga deposito turun. Catatan Kompas.com, sudah sejak 2015 lalu hal ini selalu ia sampaikan dalam berbagai kesempatan.

Menurut Kalla, suku bunga perlu turun untuk menggairahkan investasi di pasar modal.

Sebab, bila suku bunga deposito tinggi, maka masyarakat tidak melirik investasi saham dan memilih menyimpan uangnya di bank.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X