Kompas.com - 22/12/2017, 19:06 WIB
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Senada dengan Tol Jakarta-Cikampek, puncak arus mudik pada saat libur Natal dan Tahun Baru 2018 di Pelabuhan Bakaheuni, Merak, Banten diprediksi akan terjadi pada malam ini.

"Prediksi malam ini pukul 12.00 malam sampai pukul 02.00 pagi, puncak (arus mudik) di Merak," kata Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Royke Lumowa, Jumat (22/12/2017).

Royke mengaku, telah meninjau dan melihat langsung kondisi pelabuhan pada Jumat pagi ini. Namun, saat dia meninjau, belum terlihat antrean panjang kendaraan yang hendak masuk ke pelabuhan.

"Tadi pagi kami landing pukul 09.15 WIB masih sepi, walaupun ada kenaikan dari hari biasa 10 persen, tapi masih kondusif. Antrean tidak panjang, masih lancar. Enam dermaga masih berfungsi," ucap dia.

(Baca juga: Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Truk Besar Dibatasi Masuk Tol)

Royke menambahkan, kondisi Tol Merak juga belum ada peningkatan kendaraan secara signifikan. Dalam kunjungannya itu Royke ditemani oleh Asisten bidang Operasi Kapolri Irjen Mochammad Iriawan.

"Jalan tol untuk Jakarta Merak masih kondusif," kata Royke.

Sebelumnya, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak Fahmi Alweni menyebut terjadi penurunan jumlah orang yang menyeberang ke Sumatera pada musim libur saat ini. Bila dibandingkan tahun lalu, penurunan mencapai 0,4 persen.

Dalam lima hari terakhir, yaitu antara 18-22 Desember 2017, tercatat sudah 121.685 orang menyeberang. Sementara, pada tahun lalu jumlah orang yang menyeberang sebanyak 122.233 orang.

(Baca: Jumlah Orang yang Menyebrang ke Sumatera Turun)

Fahmi menjelaskan, untuk kendaraan roda dua, tercatat 2.461 unit. Sementara, untuk kendaraan roda empat yang menyeberang sebanyak 13.071 unit.

Adapun kendaraan dengan roda lebih dari empat tercatat 24.462 unit.

"Sehingga, total kendaraan seluruhnya yang telah menyeberang ke Bakauheni mencapai 26.923 unit atau naik 6,3 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 25.325 unit," kata Fahmi.

Kompas TV Antrean terjadi sepanjang tiga kilometer.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Draf RKUHP Terbaru Masih Cantumkan Pasal Penghinaan Terhadap DPR hingga Pemda

Draf RKUHP Terbaru Masih Cantumkan Pasal Penghinaan Terhadap DPR hingga Pemda

Nasional
Dekati Nasdem, PKS Sebut Bentuk Tim Kecil untuk Jajaki Koalisi

Dekati Nasdem, PKS Sebut Bentuk Tim Kecil untuk Jajaki Koalisi

Nasional
UPDATE 6 Juli: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 81,26 Persen

UPDATE 6 Juli: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 81,26 Persen

Nasional
DPR dan Pemerintah Setujui RUU Pemasyarakatan Dibawa ke Rapat Paripurna Besok

DPR dan Pemerintah Setujui RUU Pemasyarakatan Dibawa ke Rapat Paripurna Besok

Nasional
Tinjau Jalan Lingkar Nias, Jokowi Pastikan Pembangunan untuk Atasi Kemiskinan Ekstrem

Tinjau Jalan Lingkar Nias, Jokowi Pastikan Pembangunan untuk Atasi Kemiskinan Ekstrem

Nasional
Survei PWS: Jika Pemilu Hanya Diikuti Menteri, Elektabilitas Prabowo Capai 40,5 Persen

Survei PWS: Jika Pemilu Hanya Diikuti Menteri, Elektabilitas Prabowo Capai 40,5 Persen

Nasional
Ketua KPU Sebut Ongkos Pemilu Tak Akan Naik Drastis walau Ada 3 Provinsi Baru dan IKN

Ketua KPU Sebut Ongkos Pemilu Tak Akan Naik Drastis walau Ada 3 Provinsi Baru dan IKN

Nasional
Perbedaan Pasal Demonstrasi Tanpa Pemberitahuan di Draf Terbaru RKUHP

Perbedaan Pasal Demonstrasi Tanpa Pemberitahuan di Draf Terbaru RKUHP

Nasional
Pemerintah Klaim Berikan Penjelasan Spesifik soal Kritik Presiden dalam Draf RKUHP

Pemerintah Klaim Berikan Penjelasan Spesifik soal Kritik Presiden dalam Draf RKUHP

Nasional
UPDATE 6 Juli: Kasus Covid-19 Tambah 2.743, Positivity Rate Versi PCR 17,44 Persen

UPDATE 6 Juli: Kasus Covid-19 Tambah 2.743, Positivity Rate Versi PCR 17,44 Persen

Nasional
Pembangunan Jalan Kabupaten di Nias Utara Terhambat APBD, Jokowi Minta Bantuan Pusat

Pembangunan Jalan Kabupaten di Nias Utara Terhambat APBD, Jokowi Minta Bantuan Pusat

Nasional
Izin ACT Dicabut Kemensos, Presiden ACT: Kami Akan Patuhi

Izin ACT Dicabut Kemensos, Presiden ACT: Kami Akan Patuhi

Nasional
Mendag Klaim Harga Migor Sudah Rp 14.000, Ikatan Pedagang Pasar: Kami Tentang, Faktanya Tak Seperti Itu

Mendag Klaim Harga Migor Sudah Rp 14.000, Ikatan Pedagang Pasar: Kami Tentang, Faktanya Tak Seperti Itu

Nasional
5 Eks Pejabat Kemendag-Kemenperin Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Impor Garam Tahun 2016-2022

5 Eks Pejabat Kemendag-Kemenperin Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Impor Garam Tahun 2016-2022

Nasional
Diprotes Mahasiswa hingga LSM, Pasal Penghinaan untuk Penguasa Masih Ada di RKUHP

Diprotes Mahasiswa hingga LSM, Pasal Penghinaan untuk Penguasa Masih Ada di RKUHP

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.