Kompas.com - 18/12/2017, 12:01 WIB
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Antonius Tonny Budiono, mengaku pernah menerima kartu ATM dan buku tabungan yang berisi uang Rp2,3 miliar.

ATM dan uang itu, menurut pengakuan Tonny, diberikan oleh Komisaris PT Adhiguna Keruktama, Adi Putra Kurniawan.

Hal itu diakui Tonny saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (18/12/2017). Tonny bersaksi untuk terdakwa Adi Putra Kurniawan.

"Waktu datang pada Agustus 2016, dia serahkan kartu ATM dengan buku tabungan atas nama Joko Prabowo. Kemudian diberikan nomor PIN," ujar Tonny kepada majelis hakim.

(Baca juga: Penyuap Dirjen Hubla Gunakan Istilah "Kalender", "Telur Asin", dan "Sarung")

Saat kartu ATM diberikan, menurut Tonny, uang dalam rekening itu hanya baru terisi Rp 300 juta. Adi Putra menyampaikan bahwa kartu ATM berisi uang itu sebagai ucapan terima kasih, karena ia sudah dimenangkan dalam tender proyek pengerukan di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang.

Menurut Tonny, Adi Putra menyampaikan bahwa uang tersebut untuk digunakan sebagai dana operasional Tonny.

Menurut berita acara pemeriksaan (BAP), Tonny mengatakan bahwa ada delapan kali transfer ke rekening Bank Mandiri atas nama Joko Prabowo yang ia pegang. Rinciannya, tujuh kali transfer yang masing-masing senilai Rp 300 juta, dan satu kali senilai Rp 200 juta.

Menurut Tonny, awalnya dia ditemui oleh Adi Putra pada tahun 2015. Saat itu, ia masih menjabat sebagai Direktur Pelabuhan dan Pengerukan di Ditjen Hubla.

Saat itu, Adi Putra meminta saran agar dapat menang dalam lelang proyek pengerukan yang berada di bawah Ditjen Perhubungan Laut.

Kompas TV Presiden menyatakan, aparat penegak hukum sudah seringkali melakukan operasi tangkap tangan. Tapi ironisnya, tetap ada saja pejabat yang berani menerima suap.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tegaskan Tak Ada Pelecehan Istri Ferdy Sambo, Kabareskrim: Brigadir J Berada di Luar Rumah

Tegaskan Tak Ada Pelecehan Istri Ferdy Sambo, Kabareskrim: Brigadir J Berada di Luar Rumah

Nasional
Laporan Pelecehan Istri Sambo Dianggap Halangi Penyidikan Pembunuhan Brigadir J

Laporan Pelecehan Istri Sambo Dianggap Halangi Penyidikan Pembunuhan Brigadir J

Nasional
Laporan Polisi Terkait Percobaan Pembunuhan Bharada E Juga Dihentikan

Laporan Polisi Terkait Percobaan Pembunuhan Bharada E Juga Dihentikan

Nasional
Bersedia Jadi Capres untuk Ketiga Kalinya, Prabowo: Saya Siap Terus Berjuang...

Bersedia Jadi Capres untuk Ketiga Kalinya, Prabowo: Saya Siap Terus Berjuang...

Nasional
Kasus Pelecehan Terhadap Istri Ferdy Sambo Dihentikan, Polisi: Tak Ditemukan Pidana

Kasus Pelecehan Terhadap Istri Ferdy Sambo Dihentikan, Polisi: Tak Ditemukan Pidana

Nasional
Prabowo Umumkan Maju di Pilpres 2024 sebagai Capres

Prabowo Umumkan Maju di Pilpres 2024 sebagai Capres

Nasional
Komnas HAM: Ada Komunikasi Sambo dan Istri yang Pengerauhi Pembunuhan Brigadir J

Komnas HAM: Ada Komunikasi Sambo dan Istri yang Pengerauhi Pembunuhan Brigadir J

Nasional
KPK Tahan Eks Pejabat Kemenkeu Terkait Suap Pengurusan DID dan DAK

KPK Tahan Eks Pejabat Kemenkeu Terkait Suap Pengurusan DID dan DAK

Nasional
Temui Jokowi, Bamsoet Singgung PPHN untuk Jamin IKN Berlanjut

Temui Jokowi, Bamsoet Singgung PPHN untuk Jamin IKN Berlanjut

Nasional
Kejagung Terima SPDP Ferdy Sambo-Bharada E, Kasus Pembunuhan Berencana

Kejagung Terima SPDP Ferdy Sambo-Bharada E, Kasus Pembunuhan Berencana

Nasional
Ferdy Sambo Minta Maaf ke Masyarakat karena Rekayasa Kematian Brigadir J

Ferdy Sambo Minta Maaf ke Masyarakat karena Rekayasa Kematian Brigadir J

Nasional
Tiap Jemaah Berhak Dapat Satu Galon Air Zam-zam Isi 5 Liter

Tiap Jemaah Berhak Dapat Satu Galon Air Zam-zam Isi 5 Liter

Nasional
Komnas HAM: Ferdy Sambo Akui Jadi Aktor Utama Pembunuhan Brigadir J

Komnas HAM: Ferdy Sambo Akui Jadi Aktor Utama Pembunuhan Brigadir J

Nasional
KPK Tahan Mantan Wakil Ketua DPRD Tulungagung

KPK Tahan Mantan Wakil Ketua DPRD Tulungagung

Nasional
Ironi Ferdy Sambo: Dulu Minta Publik Tak Berasumsi, Kini Akui Beri Informasi Tak Benar soal Brigadir J

Ironi Ferdy Sambo: Dulu Minta Publik Tak Berasumsi, Kini Akui Beri Informasi Tak Benar soal Brigadir J

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.