22 Pelampung Pendeteksi Tsunami Tidak Berfungsi Sejak 2012

Kompas.com - 16/12/2017, 20:28 WIB
Daerah Rawan Tsunami Indonesia Sumber: ESDM Infografik: Andri/GunawanDaerah Rawan Tsunami Indonesia
|
EditorBambang Priyo Jatmiko


JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 22 pelampung atau buoy tsunami yang dibangun Indonesia bersama Jerman, Malaysia, dan Amerika Serikat pasca-tsunami Aceh sudah tidak ada yang berfungsi atau beroperasi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, 22 alat pendeteksi tsunami tersebut sudah tidak beroperasi sejak 2012.

Meski buoy hanyalah satu bagian dari Indonesia Tsunami Early Warning System, namun keberadaanya penting untuk memberikan informasi yang lebih akurat mengenai potensi tsunami.

"Kalau ada buoy maka BMKG pasti akan lebih pasti (dalam) menyampaikan ke masyarakat akan datangnya tsunami atau tidak terdeteksinya tsunami," kata Sutopo dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (16/12/2017).

Peringatan dini tsunami yang dikeluarkan BMKG lima menit setelah terjadinya gempa berkekuatan 6,9 SR di selatan Jawa tadi malam, dilakukan berdasarkan pengamatan manual oleh petugas dan modeling.

BMKG sebelum pemutakhiran menyatakan skala gempa 7,3 SR. Kekuatan gempa di atas 7 SR berpotensi tsunami.

Padahal alat sensor inilah yang akan mengirimkan informasi wilayah mana saja yang akan diterjang dan kapan datangnya tsunami.

"Pengamatan dilakukan manual, di mana petugas berada di pantai mengamati datangnya tsunami, tanda-tanda tsunami. Hingga berakhir dua jam kemudian, BMKG mencabut peringatan dini tsunami," ujar Sutopo.

Pada Sabtu (16/12/2017) pukul 02.30 wib, BMKG akan menyatakan peringatan dini tsunami berakhir. Sutopo mengatakan, mengingat sebagian besar wilayah Indonesia rawan gempa, maka keberadaan buoy menjadi sangat penting.

"Jadi ke depan, ini perlu dibangun kembali, diadakan kembali untuk menyelamatkan masyarakat Indonesia yang memang rawan tsunami," pungkasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Diminta Pastikan Ketersediaan APD untuk Penyelenggara Pilkada 2020

Pemerintah Diminta Pastikan Ketersediaan APD untuk Penyelenggara Pilkada 2020

Nasional
Ketua KPU: Pilkada Tetap Desember 2020, Tidak Akan Mundur Lagi

Ketua KPU: Pilkada Tetap Desember 2020, Tidak Akan Mundur Lagi

Nasional
Ketua MPR Minta Penerapan 'New Normal' Berbasis Data yang Valid

Ketua MPR Minta Penerapan "New Normal" Berbasis Data yang Valid

Nasional
Ketua MPR: Jangan Sampai New Normal Jadi Pemicu Gelombang Kedua Covid-19

Ketua MPR: Jangan Sampai New Normal Jadi Pemicu Gelombang Kedua Covid-19

Nasional
Kejagung Periksa 48 Staf KONI Pusat Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah

Kejagung Periksa 48 Staf KONI Pusat Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah

Nasional
Kritik Lemahnya Pemberantasan Korupsi, ICW: KPK Memasuki Era 'New Normal'

Kritik Lemahnya Pemberantasan Korupsi, ICW: KPK Memasuki Era "New Normal"

Nasional
Sambut New Normal, Ada Senyum Tito di Selubung Masker

Sambut New Normal, Ada Senyum Tito di Selubung Masker

Nasional
Pelaksanaan New Normal di Daerah Perlu Koordinasi dengan Kemendagri

Pelaksanaan New Normal di Daerah Perlu Koordinasi dengan Kemendagri

Nasional
Indonesia Diprediksi Kehilangan Kunjungan 4 Juta Wisatawan Mancanegara Selama Pandemi

Indonesia Diprediksi Kehilangan Kunjungan 4 Juta Wisatawan Mancanegara Selama Pandemi

Nasional
MUI Laporkan Hoaks soal Penolakan Rapid Test Covid-19 ke Bareskrim Polri

MUI Laporkan Hoaks soal Penolakan Rapid Test Covid-19 ke Bareskrim Polri

Nasional
97 Pendaftar Calon Anggota Komisi Yudisial, Tiga di Antaranya Petahana

97 Pendaftar Calon Anggota Komisi Yudisial, Tiga di Antaranya Petahana

Nasional
Menparekraf Sebut Pariwisata Bali Berpotensi Dibuka Kembali, Ini Alasannya

Menparekraf Sebut Pariwisata Bali Berpotensi Dibuka Kembali, Ini Alasannya

Nasional
Era 'New Normal', Pemerintah Diminta Libatkan Ahli Epidemiologi Ketimbang TNI-Polri

Era "New Normal", Pemerintah Diminta Libatkan Ahli Epidemiologi Ketimbang TNI-Polri

Nasional
UPDATE 28 Mei: RSD Wisma Atlet Tangani 763 Pasien Positif Covid-19

UPDATE 28 Mei: RSD Wisma Atlet Tangani 763 Pasien Positif Covid-19

Nasional
Zulkifli Minta Kader PAN Perjuangkan Ambang Batas Parlemen Tetap 4 Persen

Zulkifli Minta Kader PAN Perjuangkan Ambang Batas Parlemen Tetap 4 Persen

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X