Kompas.com - 15/12/2017, 09:49 WIB
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Keadilan Sejahtera akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung atas putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta soal pemberhentian Fahri Hamzah.

Ketua Departemen Hukum dan HAM DPP PKS Zainudin Paru meminta Fahri tak berbangga diri terlebih dahulu. Sebab, PKS merasa masih bisa menang di tingkat kasasi.

"PKS akan kasasi ke MA. Bisa jadi di kasasi justru PKS yang menang," ujar Zainudin saat dihubungi, Kamis (14/12/2017).

"Jadi, jangan bahagia dulu. Mungkin dia yang akan menangis bombai," tuturnya.

(Baca juga: Kontroversi Fahri Hamzah Vs PKS, Berawal Kasus Papa Minta Saham)

Namun, pihak PKS belum mengajukan kasasi lantaran masih menunggu salinan putusan PT DKI.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah (kiri) bersama pengacaranya Mujahid Latief di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kamis (14/12/2017).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah (kiri) bersama pengacaranya Mujahid Latief di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kamis (14/12/2017).
Menurut Zainudin, PKS tetap bisa memberhentikan Fahri dari DPR dan jabatan wakil ketua DPR karena partai sudah memutuskan memberhentikannya.

Dalam Pasal 87 Ayat (2) Huruf d Undang-Undang MD3 disebutkan bahwa partai boleh mengganti alat kelengkapan Dewan, termasuk pimpinan DPR. Zainudin menilai, gugatan Fahri terhadap pemecatannya telah melanggar hukum.

"Sebab, kursi DPR dan wakil ketua DPR itu adalah milik partai dan bukan milik pribadi. Dia tidak akan pernah menjadi anggota DPR dan apalagi tidak akan menjadi wakil ketua DPR jika tidak menjadi anggota PKS," katanya.

(Baca juga: Fahri Hamzah Persilakan PKS Ajukan Kasasi)

Dengan sikap Fahri seperti saat ini, kata dia, Fahri tak akan kembali diterima oleh partai.

"Siapa pun orang tidak akan lebih besar dari partai. Jadi, Fahri sampai kapan pun tidak akan lebih besar dari partai dan Fahri tidak akan kembali menjadi kader PKS dengan kondisi dan sikap dia seperti hari ini," ucap Zainudin.

Kompas TV Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPR secara resmi mengajukan surat kepada pimpinan DPR untuk menggantikan Fahri Hamzah.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KY Bakal Ikut Dalami Dugaan Adanya Hakim Agung Lain yang Terlibat Pengurusan Perkara di MA

KY Bakal Ikut Dalami Dugaan Adanya Hakim Agung Lain yang Terlibat Pengurusan Perkara di MA

Nasional
Gerindra Tunjuk Budi Djiwandono Jadi Jubir Pemenangan Pemilu 2024

Gerindra Tunjuk Budi Djiwandono Jadi Jubir Pemenangan Pemilu 2024

Nasional
Panggilan KPK yang Kembali Tak Akan Dipenuhi Lukas Enembe

Panggilan KPK yang Kembali Tak Akan Dipenuhi Lukas Enembe

Nasional
Lukas Enembe Disebut Kerap Berjudi di Luar Negeri, dari Mana Sumber Uangnya?

Lukas Enembe Disebut Kerap Berjudi di Luar Negeri, dari Mana Sumber Uangnya?

Nasional
Saat Puan dan Muhaimin Saling Mendoakan di Tengah Momen Makan Pecel...

Saat Puan dan Muhaimin Saling Mendoakan di Tengah Momen Makan Pecel...

Nasional
Prajurit TNI AD Tersangka Mutilasi di Mimika Diduga Terlibat Bisnis Penimbunan BBM

Prajurit TNI AD Tersangka Mutilasi di Mimika Diduga Terlibat Bisnis Penimbunan BBM

Nasional
Menpan-RB: Indeks Kualitas ASN di Indonesia Lebih Rendah dari Negara Lain

Menpan-RB: Indeks Kualitas ASN di Indonesia Lebih Rendah dari Negara Lain

Nasional
'Dansa Politik' Kader PDI-P,  Antara Dewan Kolonel dan Dewan Kopral

"Dansa Politik" Kader PDI-P, Antara Dewan Kolonel dan Dewan Kopral

Nasional
Dua Gibran, Merdeka Belajar dan Diplomasi Istana

Dua Gibran, Merdeka Belajar dan Diplomasi Istana

Nasional
Deretan Skandal Lukas Enembe, dari Dugaan Korupsi hingga Judi

Deretan Skandal Lukas Enembe, dari Dugaan Korupsi hingga Judi

Nasional
Ke MKD DPR, IPW Bakal Jelaskan soal 'Private Jet' yang Dipakai Brigjen Hendra Kurniawan

Ke MKD DPR, IPW Bakal Jelaskan soal "Private Jet" yang Dipakai Brigjen Hendra Kurniawan

Nasional
Laporan Keuangan Konsorsium Judi Mengalir ke Oknum Polisi

Laporan Keuangan Konsorsium Judi Mengalir ke Oknum Polisi

Nasional
Jemput Paksa Menanti jika Lukas Enembe Mangkir Lagi dari Panggilan KPK

Jemput Paksa Menanti jika Lukas Enembe Mangkir Lagi dari Panggilan KPK

Nasional
Teka-teki Hakim Agung Bakal Temani Sudrajad Dimyati di Sel KPK

Teka-teki Hakim Agung Bakal Temani Sudrajad Dimyati di Sel KPK

Nasional
Hobi Judi Lukas Enembe Terbongkar, Mahfud MD Dibuat Geram

Hobi Judi Lukas Enembe Terbongkar, Mahfud MD Dibuat Geram

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.