Novel Baswedan: Kita Patut Menjaga Harga Diri untuk Tidak Korupsi

Kompas.com - 12/12/2017, 14:08 WIB
Novel Baswedan saat ditemui di Singapura, Kamis (2/11/2017). Kompas.com/Amir Sodikin Novel Baswedan saat ditemui di Singapura, Kamis (2/11/2017).
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, menilai korupsi di segala bidang semakin marak.

Hal tersebut merupakan salah satu pernyataan Novel dalam video rekaman yang diputar pada sebuah talk show yang jadi salah satu rangkaian acara Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Harkodia) dan Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK) di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (12/12/2017).

"Dalam rangka memperingati hari antikorupsi, masih dalam kondisi perihatin, di mana kita melihat maraknya korupsi di segala bidang," kata Novel, pada rekaman yang disebut dibuat di Singapura, Senin (11/12/2017).

Novel diketahui berada di Singapura untuk perawatan matanya yang terluka akibat diserang dengan cairan yang diduga air keras oleh orang tak dikenal.

Baca juga : Ini Ciri-ciri Dua Orang yang Diduga Pelaku Penyerangan Novel Baswedan

Novel melanjutkan, di dalam penegakan hukum sendiri, masalah korupsi pun masih dirasa menjadi.

"Ini menjadi PR kita semua, bahwa korupsi itu dasyat dan perlu perhatian kita semua," ujar Novel.

Novel juga perihatin, dalam sejumlah kasus muncul perlawanan dari pelaku korupsi. Oleh karena itu, dia berharap para aktivis tetap semangat untuk berjuang dalam pemberantasan korupsi.

Novel tak lupa berpesan kepada rekan sesamanya di KPK, termasuk seluruh aparatur negara, untuk menjaga agar tidak terlibat dalam kasus korupsi.

Baca juga : Polisi: Ada Paranormal Telepon Ingin Bantu Kasus Novel

"Kita bekerja untuk negara, untuk kepentingan bangsa. Sehingga kita patut untuk menjaga harga diri, kita patut untuk menjaga kemuliaan untuk tidak terlibat dalam korupsi," ujar Novel.

Begitu juga dengan seluruh masyarakat. Novel mengajak untuk sama-sama perhatian dengan masalah korupsi, kemudian merespons dengan melaporkan setiap korupsi yang terjadi.

"Dengan begitu dalam peringatan hari antikorupsi ini kita bisa dengan tegas, dengan lantang menyatakan, setiap korupsi kita akan lawan, dan tetap lawan, tidak bisa dibiarkan," kata Novel.

Kompas TV Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis mengungkapkan dua terduga pelaku penyiraman.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mayoritas Peserta Rapimnas Golkar Dukung Airlangga Lanjutkan Kepemimpinan

Mayoritas Peserta Rapimnas Golkar Dukung Airlangga Lanjutkan Kepemimpinan

Nasional
Ketua Majelis Syuro: Saya Ingin PKS Tak Jadi Partai Menengah di Pemilu 2024

Ketua Majelis Syuro: Saya Ingin PKS Tak Jadi Partai Menengah di Pemilu 2024

Nasional
Saat Hakim Minta Eks Dirut PT INTI Tak Berkamuflase...

Saat Hakim Minta Eks Dirut PT INTI Tak Berkamuflase...

Nasional
Eks Dirut PT INTI Ungkap Alasan Ingin Dapat Pengadaan Semi BHS 6 Bandara di AP II

Eks Dirut PT INTI Ungkap Alasan Ingin Dapat Pengadaan Semi BHS 6 Bandara di AP II

Nasional
Gandeng Perusahaan China, Pemerintah Bangun PLTG 1,3 Miliar Dollar AS di Bali

Gandeng Perusahaan China, Pemerintah Bangun PLTG 1,3 Miliar Dollar AS di Bali

Nasional
Aburizal Ingin Pemilihan Ketum Golkar Melalui Musyawarah Mufakat

Aburizal Ingin Pemilihan Ketum Golkar Melalui Musyawarah Mufakat

Nasional
Eks Dirut PT INTI Mengaku Beri Uang Rp 2 Miliar ke Eks Dirkeu AP II untuk Lunasi Utang

Eks Dirut PT INTI Mengaku Beri Uang Rp 2 Miliar ke Eks Dirkeu AP II untuk Lunasi Utang

Nasional
Menko PMK: Sebelum Lulus Pembekalan Pranikah Enggak Boleh Nikah

Menko PMK: Sebelum Lulus Pembekalan Pranikah Enggak Boleh Nikah

Nasional
Menhub Minta GrabWheels Beroperasi Terbatas Seperti di Tempat Hiburan

Menhub Minta GrabWheels Beroperasi Terbatas Seperti di Tempat Hiburan

Nasional
Soal Sertifikasi Perkawinan, Komisi VIII DPR: Jangan Sampai Memberatkan Warga

Soal Sertifikasi Perkawinan, Komisi VIII DPR: Jangan Sampai Memberatkan Warga

Nasional
Erick Thohir: Ahok Harus Mundur dari PDI-P jika Jabat Pimpinan BUMN

Erick Thohir: Ahok Harus Mundur dari PDI-P jika Jabat Pimpinan BUMN

Nasional
Aburizal Bakrie: 2024 Golkar Harus Bisa Mencalonkan Presiden Sendiri

Aburizal Bakrie: 2024 Golkar Harus Bisa Mencalonkan Presiden Sendiri

Nasional
Kepastian Posisi Ahok di BUMN Bakal Terjawab Awal Desember

Kepastian Posisi Ahok di BUMN Bakal Terjawab Awal Desember

Nasional
10 Tahun 18 Kali Diserang Teroris, Polri: Deradikalisasi Perlu Kerja Sama Seluruh Stakeholder

10 Tahun 18 Kali Diserang Teroris, Polri: Deradikalisasi Perlu Kerja Sama Seluruh Stakeholder

Nasional
Politisi Gerindra Surati Jokowi, Keluhkan Kelangkaan Solar di Sumbar

Politisi Gerindra Surati Jokowi, Keluhkan Kelangkaan Solar di Sumbar

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X