Fahri Hamzah dan Fadli Zon Ditolak Jenguk Setya Novanto

Kompas.com - 07/12/2017, 10:27 WIB
Fadli zon serta Fahri Hamzah saat hadir dalam sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 2017 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2017). Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato, yakni pidato kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun RI ke 72. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGFadli zon serta Fahri Hamzah saat hadir dalam sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 2017 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2017). Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato, yakni pidato kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun RI ke 72.
Penulis Ihsanuddin
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah dan Fadli Zon mendatangi Gedung KPK di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (6/12/2017), untuk menjenguk  Setya Novanto yang ditahan di rutan KPK. Namun, pihak KPK tidak memperkenan Fahri dan Fadli untuk menemui Ketua DPR itu.

Menurut Fahri, KPK beralasan bahwa hanya pihak keluarga dan kuasa hukum yang dizinkan menjenguk tersangka kasus korupsi proyek E-KTP tersebut.

"KPK ini memang aneh, ikhtiarnya mengisolasi Novanto sehingga yang boleh bertemu itu hanya istrinya dan lawyer-nya," kata Fahri lewat pesan singkat, Rabu (6/12/2017).

Fahri tidak tahu apa motif KPK yang mengisolasi Setya Novanto.

Baca juga: KPK: Setya Novanto Tak Diisolasi

Namun, Fahri mengaku mendengar kabar bahwa Novanto saat ini tengah dirayu KPK untuk menjadi justice collaborator guna membantu lembaga antirasuah itu mengungkap semua pihak yang terlibat dalam kasus korupsi proyek E-KTP.

Fahri mengatakan, tindakan KPK mengisolasi Setya Novanto ini sangat disayangkan. Sebab, di era reformasi seperti sekarang ini masih ada penegakan hukum yang tidak mengindahkan hukum acara.

"Padahal, hak-hak orang dalam konstitusi dan hukum acara itu sangat dilindungi, tetapi oleh KPK semuanya ditabrak," ucap Fahri.

Fahri mengaku sudah melaporkan tindakan KPK yang melarang Setya Novanto dijenguk ini kepada Panitia Khsusus Hak Angket KPK di DPR.

Kompas TV Sangat mendesakkah Munaslub Partai Golkar untuk mengganti Setya Novanto dari jabatan ketua umum?




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X