Kompas.com - 05/12/2017, 22:19 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) menerima kunjungan Ibu Negara Afghanistan Rula Ghani di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/12). Dalam pertemuan tersebut Rula Ghani menyampaikan kekagumannya terhadap apa yang dilakukan dan kemajuan perempuan Indonesia serta bermaksud meninjau peranan wanita Indonesia di masyarakat desa. ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARIPresiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) menerima kunjungan Ibu Negara Afghanistan Rula Ghani di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/12). Dalam pertemuan tersebut Rula Ghani menyampaikan kekagumannya terhadap apa yang dilakukan dan kemajuan perempuan Indonesia serta bermaksud meninjau peranan wanita Indonesia di masyarakat desa.
|
EditorBayu Galih

BOGOR, KOMPAS.com - Ibu Negara Afghanistan Rula Ghani menyatakan kekagumannya atas ideologi Pancasila yang dianut Indonesia.

Hal ini disampaikan Rula Ghani saat bertemu Presiden Joko Widodo di Ruang Kerja Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/12/2017) sore.

Keduanya berbincang mengenai membangun perdamaian dunia. Rula Ghani kagum bagaimana lima sila tersebut dipegang teguh masyarakat Indonesia sehingga dapat menyatukan masyarakat yang bersuku-suku serta beragam agama dan bahasa.

"Beliau menyampaikan mengenai Pancasila sebagai perekat Indonesia," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, seusai pertemuan.

(Baca juga: Belajar Keberagaman, Presiden Afghanistan Akan ke Indonesia Akhir 2017)

Ibu Negara Afghanistan berharap dapat belajar banyak dari Indonesia tentang bagaimana mengelola perbedaan. Pasalnya, perang di Afghanistan akibat perbedaan sejak 40 tahun silam hingga saat ini tidak kunjung selesai.

Afghanistan ingin melihat bagaimana Pemerintah Indonesia, khususnya masyarakat Indonesia, mampu bangkit dan bersatu lagi menyelesaikan konflik suku dan agama yang pernah melanda beberapa daerah di Tanah Air.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dan tentu saja atas permintaan dari Afghanistan, Indonesia memiliki komitmen tinggi untuk meningkatkan kerja sama di dalam konteks peace bulding," ujar Retno.

(Baca juga: Kagum Perempuan Indonesia, Ibu Negara Afghanistan Ingin Berkunjung Lagi)

Salah satu bentuk kerja sama tersebut adalah pertukaran ulama. Pertukaran ulama tersebut melibatkan organisasi massa Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU).

Retno menjelaskan, pertukaran ulama seperti ini sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, NU telah menjalin kerja sama dengan sejumlah ulama Afghanistan. Dengan kerja sama ini, pertukaran pemikiran pun dapat menjadi lebih efektif.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Melihat Tingginya Kasus dan Kematian Covid-19 Indonesia Selama PPKM Darurat dan Level 4

Melihat Tingginya Kasus dan Kematian Covid-19 Indonesia Selama PPKM Darurat dan Level 4

Nasional
Rencana Pelonggaran PPKM, Seberapa Tinggi Kasus dan Kematian Covid-19 di Jawa-Bali?

Rencana Pelonggaran PPKM, Seberapa Tinggi Kasus dan Kematian Covid-19 di Jawa-Bali?

Nasional
Panglima TNI: Tempat Isolasi Terpusat Jadi Upaya Pemerintah Tangani Pasien Covid-19

Panglima TNI: Tempat Isolasi Terpusat Jadi Upaya Pemerintah Tangani Pasien Covid-19

Nasional
Jokowi Diminta Batalkan Revisi Statuta UI karena Bertentangan dengan UU

Jokowi Diminta Batalkan Revisi Statuta UI karena Bertentangan dengan UU

Nasional
Aksi Laser ke Gedung Merah Putih KPK Dinilai sebagai Bentuk Partisipasi Masyarakat

Aksi Laser ke Gedung Merah Putih KPK Dinilai sebagai Bentuk Partisipasi Masyarakat

Nasional
Ramai Rangkap Jabatan Rektor, Pengamat Nilai untuk Lemahkan Kritik Kampus ke Pemerintah

Ramai Rangkap Jabatan Rektor, Pengamat Nilai untuk Lemahkan Kritik Kampus ke Pemerintah

Nasional
Kepala BNPB Ingatkan Masyarakat Konsisten Terapkan Protokol Kesehatan

Kepala BNPB Ingatkan Masyarakat Konsisten Terapkan Protokol Kesehatan

Nasional
Panglima TNI: Tempat Isolasi Terpusat Bentuk Antisipasi Terburuk yang Dialami Pasien Covid-19

Panglima TNI: Tempat Isolasi Terpusat Bentuk Antisipasi Terburuk yang Dialami Pasien Covid-19

Nasional
Ditentukan Hari Ini, Rencana Pelonggaran PPKM Level 4 Dinilai Belum Tepat Dilakukan

Ditentukan Hari Ini, Rencana Pelonggaran PPKM Level 4 Dinilai Belum Tepat Dilakukan

Nasional
Tak Ada Perusakan, Laporan KPK ke Polisi soal Laser ke Gedung Merah Putih Dinilai Janggal

Tak Ada Perusakan, Laporan KPK ke Polisi soal Laser ke Gedung Merah Putih Dinilai Janggal

Nasional
Risma Marah Saat Cek Bansos di Tuban: Bantuan Tiga Bulan Kenapa Hanya Dicairkan Dua Bulan?

Risma Marah Saat Cek Bansos di Tuban: Bantuan Tiga Bulan Kenapa Hanya Dicairkan Dua Bulan?

Nasional
Pemkot Jaktim Gencarkan Pembuatan Sumur Resapan, 1.000 Titik Ditargetkan Rampung Akhir November

Pemkot Jaktim Gencarkan Pembuatan Sumur Resapan, 1.000 Titik Ditargetkan Rampung Akhir November

Nasional
UPDATE: Tambah 6 di Iran, Total 5.444 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

UPDATE: Tambah 6 di Iran, Total 5.444 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

Nasional
Panglima TNI Sebut Alat Kesehatan Disiapkan di Tempat Isolasi Terpusat Pasien Covid-19

Panglima TNI Sebut Alat Kesehatan Disiapkan di Tempat Isolasi Terpusat Pasien Covid-19

Nasional
Bantu Indonesia, India Beri 300 Konsentrator dan 100 Metrik Ton Oksigen Cair

Bantu Indonesia, India Beri 300 Konsentrator dan 100 Metrik Ton Oksigen Cair

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X