Duet AHY dan Jokowi Cocok Tidak? Ini Jawaban Sekjen Demokrat

Kompas.com - 03/12/2017, 19:49 WIB
Sekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan saat memberikan keterangan kepada wartawan usai rapat terbuka di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (16/9/2017) KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWANSekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan saat memberikan keterangan kepada wartawan usai rapat terbuka di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (16/9/2017)
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan menyebut komunikasi partainya semakin intensif dengan semua pihak, termasuk Presiden Jokowi dan PDI-P.

Hal itu ia sampaikan menanggapi tingginya elektabilitas putra sulung presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhyono, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang tertinggi sebagai cawapres Jokowi.

"Saya kira hari ini semakin intens. Kami bicara tadi dengan Mas Ara (Maruarar Sirait), saya, Mas AHY diskusi dengan (Abdul Kadir) Karding PKB, juga dengan Mas Aziz Syamsuddin, jadi intensitas ini penting sekali dalam beberapa hari ke depan. Maret saya kira baru terlihat konfigurasi pas untuk masuk ke Agustus," kata Hinca saat ditemui di Senayan, Jakarta, Minggu (3/12/2017).

Saat ditanya kecocokan AHY dengan Jokowi, Hinca menjawab, hal itu bisa dilihat dari dua hasil survei yang ada.

Baca juga: Indo Barometer: Jika Duet dengan Jokowi, AHY Raih Elektabilitas Tertinggi

Berdasarkan survei Poltracking Indonesia, elektabilitas AHY berada di posisi kedua dengan angka 16 persen sebagai cawapres Jokowi. Posisi teratas ditempati Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dengan elektabilitas 16,4 persen.

Sementara itu, di survei terbaru yang dilakukan Indo Barometer, elektabilitas AHY sebagai cawapres Jokowi justru tertinggi, yakni di angka 17,1 persen, sedangkan elektabilitas Gatot 15,9 persen.

"Kalau survei Indo Barometer tadi AHY menjadi anak gadis cantik dicocokkan ke pangeran dan itu data yang kami lihat itu," ucap Hinca.

"Saya kira dilihat dari survei-survei gitu AHY pilihan anak muda ke depan menjadi regenerasi kepemimpinan nasional, AHY menjadi faktor penting siapa pun presidennya, termasuk Pak Jokowi. Komunikasi mereka juga bagus, tetapi komunikasi dengan Mas Prabowo juga bagus," lanjutnya.

Elektabilitas Presiden Jokowi kembali menjadi yang tertinggi dalam survei Indo Barometer.

Bahkan, elektabilitas Jokowi semakin meningkat menjadi 48,6 persen jika diduetkan dengan Agus Harimurti Yudhoyono.

Kompas TV Hasil survei menunjukkan, kepuasan terhadap pemerintahan Jokowi-Jk masih tinggi.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dewas Sebut KPK Sudah Geledah Sejumlah Tempat Buru Harun Masiku

Dewas Sebut KPK Sudah Geledah Sejumlah Tempat Buru Harun Masiku

Nasional
Jokowi: Kurangi Kegiatan di Keramaian, Jangan Pergi ke Luar Negeri jika Tak Mendesak

Jokowi: Kurangi Kegiatan di Keramaian, Jangan Pergi ke Luar Negeri jika Tak Mendesak

Nasional
PPKM Luar Jawa Bali, Level 3 Sebagian Besar Berlaku di Papua dan Papua Barat

PPKM Luar Jawa Bali, Level 3 Sebagian Besar Berlaku di Papua dan Papua Barat

Nasional
Satgas: BOR RSDC Wisma Atlet 42,68 Persen, 3.404 Tempat Tidur yang Tersedia

Satgas: BOR RSDC Wisma Atlet 42,68 Persen, 3.404 Tempat Tidur yang Tersedia

Nasional
Nasdem Buka Posko Pengaduan Kekerasan Seksual di 34 Kantor DPW di Seluruh Indonesia

Nasdem Buka Posko Pengaduan Kekerasan Seksual di 34 Kantor DPW di Seluruh Indonesia

Nasional
BPOM Telah Setujui 5 Jenis Vaksin sebagai Booster

BPOM Telah Setujui 5 Jenis Vaksin sebagai Booster

Nasional
Kepala BNPB: Walaupun Baru Masuk Januari, Sudah Ada 190 Kejadian Bencana

Kepala BNPB: Walaupun Baru Masuk Januari, Sudah Ada 190 Kejadian Bencana

Nasional
Jokowi: Kasus Covid-19 Naik karena Omicron, Waspada tapi Jangan Panik

Jokowi: Kasus Covid-19 Naik karena Omicron, Waspada tapi Jangan Panik

Nasional
KPK Sita Rp 14,2 Miliar dari Perkara Suap, Gratifikasi dan TPPU Bupati Nonaktif HSU Abdul Wahid

KPK Sita Rp 14,2 Miliar dari Perkara Suap, Gratifikasi dan TPPU Bupati Nonaktif HSU Abdul Wahid

Nasional
Omicron Meluas, Jokowi Perintahkan Masyarakat Segera Vaksinasi Booster

Omicron Meluas, Jokowi Perintahkan Masyarakat Segera Vaksinasi Booster

Nasional
48 Kecamatan di Banten Terdampak Gempa 14 Januari, Sumur dan Cikeusik Terparah

48 Kecamatan di Banten Terdampak Gempa 14 Januari, Sumur dan Cikeusik Terparah

Nasional
Pemilik PT AMS Divonis 4 Tahun Penjara Kasus Korupsi Penutupan Asuransi di BP Migas-KKKS

Pemilik PT AMS Divonis 4 Tahun Penjara Kasus Korupsi Penutupan Asuransi di BP Migas-KKKS

Nasional
Covid-19 Naik akibat Omicron, Jokowi Minta Masyarakat Kembali WFH

Covid-19 Naik akibat Omicron, Jokowi Minta Masyarakat Kembali WFH

Nasional
Ketua Pansus: Kepala Otorita IKN Nusantara Harus Punya Visi soal Pemindahan Ibu Kota

Ketua Pansus: Kepala Otorita IKN Nusantara Harus Punya Visi soal Pemindahan Ibu Kota

Nasional
Satgas: 2.534 Pasien Covid-19 di RSDC Wisma Atlet, 47 Orang Omicron

Satgas: 2.534 Pasien Covid-19 di RSDC Wisma Atlet, 47 Orang Omicron

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.