Survei Orkestra, Elektabilitas Jokowi-Prabowo Hanya Terpaut 3 Persen

Kompas.com - 03/12/2017, 12:59 WIB
Rilis survei Organisasi Kesejahteraan Rakyat (Orkestra), Jakarta, Minggu (3/12/2017). Joko Widodo masih memiliki elektabilitas paling tinggi diantara tokoh lain (24,38 persen), meski hanya berselisih tipis dari Prabowo Subianto (21,09 persen). KOMPAS.com/ESTU SURYOWATIRilis survei Organisasi Kesejahteraan Rakyat (Orkestra), Jakarta, Minggu (3/12/2017). Joko Widodo masih memiliki elektabilitas paling tinggi diantara tokoh lain (24,38 persen), meski hanya berselisih tipis dari Prabowo Subianto (21,09 persen).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com — Elektabilitas Joko Widodo di antara sejumlah nama tokoh yang digadang menjadi calon presiden pada Pilpres 2019 masih tertinggi.

Namun, elektabilitas Presiden Jokowi hanya terpaut sekitar 3 persen dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Hasil survei nasional Organisasi Kesejahteraan Rakyat (Orkestra) menunjukkan elektabilitas Jokowi sebesar 24,38 persen. Adapun elektabilitas Prabowo sebesar 21,09 persen.

Kedua tokoh itu meninggalkan jauh nama-nama lain seperti Panglima TNI Gatot Nurmantyo (2,8 persen), Direktur Eksekutif Yudhoyono Institute Agus Harimurti Yudhoyono (2,31 persen), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (2,14 persen), Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (1,81 persen), dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (1,48 persen).

Elektabilitas Jokowi dan Prabowo juga jauh meninggalkan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (1,32 persen), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (1,24 persen), mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD (1,07 persen), dan lain-lain (5,93 persen).

(Baca juga: Survei Poltracking: Elektabilitas Jokowi 53 Persen, Prabowo 33 Persen)

Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas membahas proyek LRT Jakarta dan Palembang di Kantor Presiden, Senin (6/2/2017).Fabian Januarius Kuwado Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas membahas proyek LRT Jakarta dan Palembang di Kantor Presiden, Senin (6/2/2017).
Direktur Polcomm Institute Heri Budianto mengatakan, selisih antara Jokowi dan Prabowo tersebut bisa dibilang imbang. Sebab, survei Orkestra tersebut memiliki margin of error sebesar 3 persen.

"Dengan margin of error 3 persen, berarti imbang antara Jokowi dan Prabowo, top of mind hasil survei Orkestra. Ini warning bagi Jokowi," kata Heri dalam rilis survei Orkestra di Jakarta, Minggu (3/12/2017).

Hasil survei menunjukkan, masih ada 34,43 persen responden yang tidak tahu atau tidak menjawab ketika ditanyakan "Jika pilpres dilakukan hari ini, Anda akan memilih capres siapa?".

Mereka inilah yang masuk dalam kategori swing voters yang akan menentukan pemenang Pilpres 2019.

(Baca juga: Elektabilitas 53 Persen, Posisi Jokowi Dinilai Belum Aman)

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo SubiantoKOMPAS.com/AMBARANIE NADIA Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto
Heri lebih lanjut menjelaskan, Jokowi harus berhati-hati karena banyak situasi politik dampak Pilkada DKI Jakarta yang akan terus terjadi, dan kemungkinan besar mempengaruhi Pilpres 2019.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X