Kontras: Jangan Ada Intimidasi Dalam Pemeriksaan Saksi Kasus La Gode

Kompas.com - 02/12/2017, 10:00 WIB
Koordinator KontraS, Yati Andriyani Ketika Ditemui di kantor KontraS, Jakarta Pusat, Selasa (9/5/2017). Kompas.com/Moh. Nadlir Koordinator KontraS, Yati Andriyani Ketika Ditemui di kantor KontraS, Jakarta Pusat, Selasa (9/5/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Koordinator Komisi Nasional Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan ( Kontras) Yati Andriyani menyebut tim Mabes TNI bersama tim dari Mabes Polri akan turun ke Talibu, Maluku Utara, untuk memeriksa sejumlah saksi terkait kasus penganiayaan La Gode.

Yati ingin TNI maupun Polri menjamin keamanan dan kenyamanan para saksi saat memberikan keterangan. Jangan sampai ada intervensi kepada saksi untuk mempengaruhi hasil pemeriksaan.

"Pemeriksaan ataupun permintaan keterangan dalam penyidikan tidak boleh disertai unsur pemaksaan ataupun intimidasi dan hal-hal lain yang dapat membuat masyarakat takut atau tidak nyaman," ujar Yati melalui keterangan tertulis, Sabtu (2/12/2017).

Yati mengatakan, pihaknya berharap penyelidikan kasus ini berjalan dengan transparan, objektif, dan akuntabel. Di samping itu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian diminta mengevaluasi anggota mereka di pulau Taliabu.

Baca juga : LPSK Upayakan Pembunuh La Gode Penuhi Ganti Rugi

"Mengingat dalam kasus ini menunjukan adanya dugaan pelanggaran prosedur dan penyalahgunaan wewenang dalam penanganan dugaan tindak kriminal," kata Yati.

Khusus pada Panglima TNI, Yati meminta adanya evaluasi keberadaan Satgas TNI di pulau Taliabu. Ia mempertanyakan dasar penempatan dan tujuan keberadaan satgas tersebut. "Mengapa terjadi tumpang tindih kewenangan," kata Yati.

Komnas HAM beserta Kompolnas memantau kasus ini sekaligus memantau penyidikan dan penyelesaian kasus berjalan dengan objektif. Yati mengatakan, Kontras dan Kompolnas ingin memastikan penyelidikan kasus kematian La Gode berjalan dengan baik dan tuntas.

"Jangan sampai penyidikan kasus ini berjalan tidak netral dan independen karena dilakukan oleh institusi yang justru diduga terkait dalam kasus ini," kata Yati.



EditorErlangga Djumena
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jaksa Anggap Romahumuziy Terlalu Terlibat Teknis Seleksi Jabatan di Kemenag

Jaksa Anggap Romahumuziy Terlalu Terlibat Teknis Seleksi Jabatan di Kemenag

Nasional
Tim Hukum Anggap Polemik Status Cawapres Ma'ruf Amin Sudah Selesai

Tim Hukum Anggap Polemik Status Cawapres Ma'ruf Amin Sudah Selesai

Nasional
Jaksa Heran Romahurmuziy Tak Segera Laporkan Penerimaan Uang Rp 250 Juta ke KPK

Jaksa Heran Romahurmuziy Tak Segera Laporkan Penerimaan Uang Rp 250 Juta ke KPK

Nasional
Menag Tak Tahu soal Anggapan Pasang Badan Perjuangkan Haris Hasanuddin

Menag Tak Tahu soal Anggapan Pasang Badan Perjuangkan Haris Hasanuddin

Nasional
Kode 'B1' dari Romahurmuziy untuk Menteri Agama Lukman Hakim...

Kode "B1" dari Romahurmuziy untuk Menteri Agama Lukman Hakim...

Nasional
TKN: Bisa Jadi yang Masih Demo di MK Hanya Cari Panggung Politik

TKN: Bisa Jadi yang Masih Demo di MK Hanya Cari Panggung Politik

Nasional
Polri Tegaskan Penangkapan 2 Ketua Ormas di Cirebon Tak Terkait Terorisme

Polri Tegaskan Penangkapan 2 Ketua Ormas di Cirebon Tak Terkait Terorisme

Nasional
Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Nasional
Tim Hukum 01 Temui Ma'ruf Amin Sampaikan Perkembangan Persidangan

Tim Hukum 01 Temui Ma'ruf Amin Sampaikan Perkembangan Persidangan

Nasional
Penangkapan 2 Orang Di Cirebon Diduga terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Pelanggaran ITE

Penangkapan 2 Orang Di Cirebon Diduga terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Pelanggaran ITE

Nasional
Kontras Pertanyakan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana dan Soenarko

Kontras Pertanyakan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana dan Soenarko

Nasional
Kontras Minta Polisi Gunakan Cara Persuasif Menangani Aksi Massa di MK

Kontras Minta Polisi Gunakan Cara Persuasif Menangani Aksi Massa di MK

Nasional
Kumpul Jelang Putusan MK, Relawan Jokowi Janji Wujudkan Suasana Kondusif

Kumpul Jelang Putusan MK, Relawan Jokowi Janji Wujudkan Suasana Kondusif

Nasional
Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

Nasional
Ada Tugas Negara Sangat Penting, Jokowi Batal Hadiri Silaturahmi Relawan

Ada Tugas Negara Sangat Penting, Jokowi Batal Hadiri Silaturahmi Relawan

Nasional

Close Ads X