Erupsi Gunung Agung, Pemerintah Gratiskan Perpanjangan Visa Wisatawan

Kompas.com - 29/11/2017, 16:12 WIB
Erupsi Gunung Agung terlihat dari salah satu Pura di Kubu, Karangasem, Bali, 26 November 2017. Gunung Agung terus menyemburkan asap dan abu vulkanik dengan ketinggian yang terus meningkat, mencapai ketinggian 3.000 meter dari puncak. Letusan juga disertai dentuman yang terdengar sampai radius 12 kilometer.AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKA Erupsi Gunung Agung terlihat dari salah satu Pura di Kubu, Karangasem, Bali, 26 November 2017. Gunung Agung terus menyemburkan asap dan abu vulkanik dengan ketinggian yang terus meningkat, mencapai ketinggian 3.000 meter dari puncak. Letusan juga disertai dentuman yang terdengar sampai radius 12 kilometer.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan bahwa pemerintah menggratiskan perpanjangan visa bagi wisatawan mancanegara yang tidak bisa kembali ke negara asalnya akibat erupsi Gunung Agung.

Menurut Arief, saat ini terdapat lebih dari 200 wisatawan mancanegara yang membutuhkan perpanjangan visa.

"Perpanjangan visa, ada 215 orang yang membutuhkan. Sekarang untuk wisatawan mancanegara yang kami fokuskan," kata Arief, usai rapat koordinasi tingkat menteri terkait penanganan bencana, di Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Rabu (29/11/2017).

"Singkatnya kami sudah sediakan short answer-nya untuk perpanjangan visa otomatis dan free," ujar dia.

(Baca juga: Dampak Erupsi Gunung Agung, Lebih dari 24.000 WNA Berada di Bali)

Arief menuturkan, perpanjangan visa gratis tersebut akan berlaku satu minggu. Apabila dibutuhkan, perpanjangan visa bisa ditambah hingga satu bulan.

Tercatat ada sekitar 60 ribu wisatawan asing yang berada di Bali selama erupsi Gunung Agung terjadi.

"Jadi kalo dia sudah terlanjur masuk pintu Imigrasi, mau naik pesawat tapi tidak jadi, sementara visanya habis, nanti pas dia keluar akan diberi cap exit pass selama satu minggu," kata Arief.

(Baca juga: Bandara Ditutup, Gubernur Bali Minta Gratiskan Hotel untuk Turis Asing)

Diketahui, penutupan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, akibat letusan Gunung Agung kembali diperpanjang hingga Kamis (30/11/2017) pukul 07.00 Wita.

Perpanjangan itu terhitung sejak Rabu (29/11/2017) pagi. Keputusan diambil setelah otoritas bandara bersama sejumlah pihak terkait mengadakan rapat evaluasi pada Rabu pukul 01.00 Wita.

Keputusan ini dituangkan dalam "NOTAMR A4274/17 AD CLSD DUE TO AGUNG VOLCANIC ASH".

"Dengan pertimbangan ruang udara bandara masih tertutup oleh sebaran vulcanic ash ke arah barat daya atau mengarah ke Bandara Ngurah Rai sesuai dengan plotting ASHTAM, maka Notam Closed Bandara akan dilanjutkan hingga 24 jam ke depan," kata Arie Ahsanurrohim, staf Humas PT Angkasa Pura I, Bandara Ngurah Rai, melalui siaran persnya, Rabu pagi.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorBayu Galih

Terkini Lainnya

Lagi, Seorang TKI Ilegal Asal NTT Meninggal di Malaysia

Lagi, Seorang TKI Ilegal Asal NTT Meninggal di Malaysia

Nasional
LPSK Terbentur Aturan Permintaan Perlindungan Saksi, Ini Saran Pakar Hukum

LPSK Terbentur Aturan Permintaan Perlindungan Saksi, Ini Saran Pakar Hukum

Nasional
Survei SMRC, Kondisi Penegakan Hukum Sebelum dan Sesudah Kerusuhan 22 Mei Dinilai Baik

Survei SMRC, Kondisi Penegakan Hukum Sebelum dan Sesudah Kerusuhan 22 Mei Dinilai Baik

Nasional
Dugaan Kecurangan TSM dalam Pilpres, Pengamat Sebut Seharusnya Prabowo-Sandi Diperiksa Juga

Dugaan Kecurangan TSM dalam Pilpres, Pengamat Sebut Seharusnya Prabowo-Sandi Diperiksa Juga

Nasional
Tren Takut Bicara Politik dan Penangkapan Semena-mena Meningkat Pasca Kerusuhan 22 Mei

Tren Takut Bicara Politik dan Penangkapan Semena-mena Meningkat Pasca Kerusuhan 22 Mei

Nasional
Minim Jelaskan Hasil Hitung Suara Versi Prabowo-Sandi, Tim Hukum 02 Dikritik

Minim Jelaskan Hasil Hitung Suara Versi Prabowo-Sandi, Tim Hukum 02 Dikritik

Nasional
Survei SMRC: Pasca Kerusuhan 21-22 Mei, Penilaian Soeharto Demokratis Meningkat

Survei SMRC: Pasca Kerusuhan 21-22 Mei, Penilaian Soeharto Demokratis Meningkat

Nasional
Jabatan Ma'ruf Amin di Bank Syariah Dinilai Tak Timbulkan Konflik Kepentingan

Jabatan Ma'ruf Amin di Bank Syariah Dinilai Tak Timbulkan Konflik Kepentingan

Nasional
Survei SMRC: Soeharto Dinilai Diktator, SBY dan Jokowi Dinilai Demokratis

Survei SMRC: Soeharto Dinilai Diktator, SBY dan Jokowi Dinilai Demokratis

Nasional
Survei SMRC: 69 Persen Publik Nilai Pilpres 2019 Berlangsung Jurdil

Survei SMRC: 69 Persen Publik Nilai Pilpres 2019 Berlangsung Jurdil

Nasional
Survei SMRC: Mayoritas Publik Nilai Demokrasi Semakin Baik Selama 20 Tahun Terakhir

Survei SMRC: Mayoritas Publik Nilai Demokrasi Semakin Baik Selama 20 Tahun Terakhir

Nasional
Pakar: Petitum Gugatan Prabowo-Sandi Seakan Bukan Dibuat Orang Hukum

Pakar: Petitum Gugatan Prabowo-Sandi Seakan Bukan Dibuat Orang Hukum

Nasional
TKN: Tim Hukum 02 Bangun Narasi Saksinya Terancam

TKN: Tim Hukum 02 Bangun Narasi Saksinya Terancam

Nasional
Menurut KPK, Kasus Pelesiran Novanto Beresiko bagi Kredibilitas Kemenkumham

Menurut KPK, Kasus Pelesiran Novanto Beresiko bagi Kredibilitas Kemenkumham

Nasional
Tim 02 Minta Perlindungan Saksi, TKN Singgung Kasus yang Pernah Jerat Bambang Widjojanto

Tim 02 Minta Perlindungan Saksi, TKN Singgung Kasus yang Pernah Jerat Bambang Widjojanto

Nasional

Close Ads X