Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 29/11/2017, 14:01 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorWisnu Nugroho

Pertamakali saya berjumpa dengan Bondan WInarno pada tahun 1969, itu berarti 48 tahun yang lalu, di Pangkalan Angkatan Udara Sulaiman Margahayu, Bandung.

Kala itu, saya Taruna AAU tingkat 2 berpangkat sersan udara karbol, Bondan Winarno adalah Pramuka Angkasa dari Semarang yang memperoleh kesempatan mewakili Pramuka Angkasa untuk ikut serta dalam latihan terjun payung.

Terakhir kali berjumpa dengan Bondan hanya beberapa waktu lalu yaitu pada tanggal 24 Oktober 2017 di Plaza Senayan, ngobrol bertiga dengan Imelda Bachtiar sambil makan siang bersama.

Bondan bercerita panjang tentang bagaimana dia sampai menjalani perawatan jantung di Rumah Sakit Harapan Kita.

Kehangatan Bondan sebagai teman dalam waktu yang terpaut puluhan tahun itu tidak berubah sama sekali.

Bondan adalah salah satu dari tidak banyak teman saya yang sangat saya hormati.

Baca juga : Mengenang Bondan Winarno, Pertama Kali Memasak Saat Kemah Pramuka

Saya sangat yakin banyak sekali teman-teman Bondan yang menaruh “respect” padanya, sosok pribadi dengan "high moral character" Pramuka yang penulis, jurnalis ulung, ahli kuliner dan luas sekali pengetahuan yang dimilikinya. Bondan adalah tempat bertanya.

Setelah lama sekali tidak berjumpa sejak latihan terjun payung di Margahayu, saya tetap mengikuti banyak tulisan-tulisannya dan tentu saja acara kuliner di televisi.

Laporan investigatif

Kebanyakan orang tahu Bondan ahli kuliner. Akan tetapi sebenarnya Bondan banyak sekali pengetahuan dan pengalaman di luar kuliner yang jarang diketahui secara luas.

Salah satu rangkaian tulisan yang sangat terkenal adalah laporan investigatif mengenai tambang bodong di Kalimantan.

Beberapa tahun belakangan saya cukup intens berkomunikasi dalam wadah grup whatsapps para penulis di Penerbit Buku Kompas dan juga komunikasi pribadi tentu saja.

Banyak masalah yang kami diskusikan berkait dengan berbagai hal.

Di samping itu, Bondan juga cukup aktif di Twitter. Salah satu cuitannya di Twitter yang sangat melekat pada interaksi Twitternya dengan saya adalah berbunyi "I can relate with you, Marshall. I feel your anger. Swa Bhuwana Pakca.”

Dalam beberapa hal saya dan Bondan memiliki perbedaan. Namun, dalam banyak sekali hal saya dan Bondan memiliki pandangan yang sama. Pandangan yang sama dan sebangun terutama dalam prinsip menjalani hidup di dunia yang fana ini.

Beberapa saat setelah lebaran yang lalu, saya menyempatkan diri dengan isteri mengunjungi Bondan di rumahnya di Ubud.

Saya dengan beberapa teman yang sempat latihan terjun di Margahayu bersama isteri masing-masing berjumpa Bondan dan keluarga.

Bernostalgia sambil santap malam bersama, bercanda ria yang sangat hangat dan penuh kekeluargaan.

Membahas banyak hal yang sangat santai dan tidak berkisar jauh dari masalah makanan dan kesehatan di usia senja.

Pertemuan yang benar-benar sangat menyenangkan di atmosfer kawasan Ubud yang penuh dengan kedamaian dan persahabatan.

Suasana rumah duka RS Harapan Kita Jakarta, tempat Bondan Haryo Winarno dikremasi. Jakarta, Rabu (29/11/2017).Istimewa Suasana rumah duka RS Harapan Kita Jakarta, tempat Bondan Haryo Winarno dikremasi. Jakarta, Rabu (29/11/2017).
Pagi tadi, saya menerima berita duka yang mengabarkan Bondan telah berpulang.

Baca juga : Bondan Winarno Meninggal Dunia karena Gagal Jantung

Saya sangat terkejut, karena pada pertemuan terakhir di bulan Oktober itu, walau dengan badan yang agak kurus, ia masih terlihat tetap memancarkan semangat yang tinggi untuk menjalani pasca perawatan kelainan jantungnya di Rumah Sakit Harapan Kita.

Air mukanya memancarkan aura positif yang optimis untuk dapat segera sembuh sehat wal afiat kembali.

Selamat Jalan sahabatku Bondan Winarno.

Banyak sekali yang ingin saya tuliskan tentang Bondan sang Pramuka, wartawan kawakan, namun rasa sedih kehilangan sahabat saat ini seolah membuat saya tidak mampu memilih tentang apa dan mana saja yang akan saya tuliskan sekarang ini sebagai rasa turut berduka cita yang mendalam.

 

Hidup damai

Beberapa waktu lalu, kami dikejutkan saat Bondan memilih meninggalkan grup whatsapp dari para penulis buku di Penerbit Buku Kompas. Ternyata Bondan tidak hanya left dari grup PBK akan tetapi juga beberapa grup lain yang selama ini diikutinya.

Perkembangan situasi dan kondisi yang begitu tajam belakangan ini telah membuat Bondan menyepi. Sebuah perkembangan yang menyedihkan tentunya.

Salah satu pesan whatsapp terakhir saat meninggalkan grup sangat sangat menyentuh hati dan bahkan saya merasa terwakili oleh kalimatnya itu:

“Ya, itulah sebabnya saya tidak merasa perlu untuk mengoreksi apa yang terjadi. Lebih baik saya mundur diam-diam. Bukan masalah mereka kok. Saya yang bermasalah. Saya hanya ingin hidup peaceful

Rest in Peace, sahabatku, sahabat banyak orang.

Selamat Jalan Bondan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soroti Keuangan Media yang Sulit, Jokowi Minta Perpres yang Atur Platform Digital dan Media Segera Dibahas

Soroti Keuangan Media yang Sulit, Jokowi Minta Perpres yang Atur Platform Digital dan Media Segera Dibahas

Nasional
Kasus Gagal Ginjal Muncul Lagi, BPOM Nyatakan Obat Praxion Aman Digunakan

Kasus Gagal Ginjal Muncul Lagi, BPOM Nyatakan Obat Praxion Aman Digunakan

Nasional
Kejagung Akan Periksa Johnny G Plate, Jokowi: Hormati Proses Hukum

Kejagung Akan Periksa Johnny G Plate, Jokowi: Hormati Proses Hukum

Nasional
Blak-blakan Immanuel Ebenezer Bubarkan GP Mania, Ungkap soal Beban hingga Pilihan Politik Lain

Blak-blakan Immanuel Ebenezer Bubarkan GP Mania, Ungkap soal Beban hingga Pilihan Politik Lain

Nasional
Kuasa Hukum Sebut Bakal Ada Kekacauan jika Richard Elizer Tak Membuka Kematian Brigadir J

Kuasa Hukum Sebut Bakal Ada Kekacauan jika Richard Elizer Tak Membuka Kematian Brigadir J

Nasional
Apresiasi Prajurit Berprestasi, Panglima TNI : Yang Melebihi Panggilan Tugas, Saya Beri Penghargaan

Apresiasi Prajurit Berprestasi, Panglima TNI : Yang Melebihi Panggilan Tugas, Saya Beri Penghargaan

Nasional
Tahun Politik, Jokowi Minta Pers Tak Tergelincir dalam Polarisasi

Tahun Politik, Jokowi Minta Pers Tak Tergelincir dalam Polarisasi

Nasional
Jokowi: Dunia Pers Sedang Tidak Baik-baik Saja

Jokowi: Dunia Pers Sedang Tidak Baik-baik Saja

Nasional
Kementerian KP dan Pemkab Tanah Bumbu Bersinergi Angkat Potensi Perikanan lewat Program SFV

Kementerian KP dan Pemkab Tanah Bumbu Bersinergi Angkat Potensi Perikanan lewat Program SFV

Nasional
3 Anggota Majelis Kehormatan MK Resmi Dilantik, Bakal Bongkar Dugaan Pengubahan Putusan Uji Materi UU MK

3 Anggota Majelis Kehormatan MK Resmi Dilantik, Bakal Bongkar Dugaan Pengubahan Putusan Uji Materi UU MK

Nasional
Jokowi: 60 Persen Belanja Iklan Media Diambil Platform Asing, Ini Sedih Lho

Jokowi: 60 Persen Belanja Iklan Media Diambil Platform Asing, Ini Sedih Lho

Nasional
Harga Vaksin Booster Bakal Rp 100.000 di Masa Endemi, Menkes: Masih 'Make Sense'

Harga Vaksin Booster Bakal Rp 100.000 di Masa Endemi, Menkes: Masih "Make Sense"

Nasional
Hasil Uji Praxion Beda dengan Labkesda DKI, Ini Jawaban BPOM

Hasil Uji Praxion Beda dengan Labkesda DKI, Ini Jawaban BPOM

Nasional
GP Mania Mengaku Sudah Izin ke Ganjar Sebelum Bubarkan Diri, Tak Ada Konflik

GP Mania Mengaku Sudah Izin ke Ganjar Sebelum Bubarkan Diri, Tak Ada Konflik

Nasional
Jokowi: Insan Pers Membuka Harapan, Orang Biasa seperti Saya Bisa Jadi Presiden

Jokowi: Insan Pers Membuka Harapan, Orang Biasa seperti Saya Bisa Jadi Presiden

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.