Pengacara Tak Tahu Alasan KPK Blokir Rekening Novanto sejak 2016

Kompas.com - 28/11/2017, 13:19 WIB
Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi memberikan keterangan pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/11/2017). Keterangannya berkaitan dengan kedatangan Setya Novanto ke KPK untuk menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus korupsi proyek e-KTP. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi memberikan keterangan pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/11/2017). Keterangannya berkaitan dengan kedatangan Setya Novanto ke KPK untuk menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus korupsi proyek e-KTP.
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, tidak mengetahui alasan Komisi Pemberantasan Korupsi memblokir rekening Novanto sejak 2016.

Fredrich menilai, KPK mengabaikan putusan praperadilan yang pernah membebaskan kliennya dari penetapan tersangka.

"Mana saya tahu, silakan tanya penyidik dong," ujar Fredrich saat dikonfirmasi, Selasa (28/11/2017).

Menurut Fredrich, tidak hanya rekening bank milik Novanto yang diblokir, rekening bank semua anggota keluarga Novanto juga diblokir KPK.


Baca: Pengacara: KPK Bekukan Rekening Setya Novanto sejak 2016

"KPK tidak menganggap putusan praperadilan. Tidak ada yang dijalankan isi praperadilan," katanya.

Penetapan tersangka terhadap Setya Novanto pernah dibatalkan saat Ketua Umum Partai Golkar itu memenangi gugatan praperadilan melawan KPK.

Tersangka kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto (tengah) meninggalkan gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa (21/11/2017). Ketua DPR tersebut menjalani pemeriksaan perdana selama lima jam usai ditahan oleh KPK terkait dugaan korupsi proek KTP elektronik.ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A Tersangka kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto (tengah) meninggalkan gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa (21/11/2017). Ketua DPR tersebut menjalani pemeriksaan perdana selama lima jam usai ditahan oleh KPK terkait dugaan korupsi proek KTP elektronik.

Pada awal November 2017, KPK kembali menetapkan Novanto sebagai tersangka.

Ketua Umum Partai Golkar itu kembali dijerat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP.

Baca: ICW: Hakim Praperadilan Setya Novanto Pernah Bebaskan Koruptor

Dalam persidangan untuk kasus yang sama, muncul dugaan bahwa sejumlah anggota keluarga Novanto terlibat kasus korupsi e-KTP. Misalnya, dua anak Novanto, Reza Herwindo dan Dwina Michaela.

Kemudian, istri Novanto, Deisti Astriani, dan keponakan Novanto, Irvanto Hendra Pambudi.

Dalam persidangan terungkap bahwa anggota keluarga Novanto memiliki saham di perusahaan yang mengikuti lelang proyek e-KTP.

Selain itu, keponakan Novanto, Irvanto Hendra Pambudi, diduga menerima uang yang berasal dari pengusaha pelaksana e-KTP.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X