Indonesia-Australia Tingkatkan Kerja Sama Penanganan Terorisme dan Radikalisme

Kompas.com - 27/11/2017, 22:22 WIB
Tim Densus 88 Anti Teror melakukan penjagaan saat berlangsung penggeledahan di rumah terduga teroris berinisial ARD di Dukuh Segodo, Desa Karang, Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (15/8/2017). olisi berhasil menyita sejumlah barang bukti diantaranya dokumen, buku-buku, rompi, kaus lengan panjang, 8 buah keping VCD, dua buah ponsel serta beberapa SIM card. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/foc/17. ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA Tim Densus 88 Anti Teror melakukan penjagaan saat berlangsung penggeledahan di rumah terduga teroris berinisial ARD di Dukuh Segodo, Desa Karang, Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (15/8/2017). olisi berhasil menyita sejumlah barang bukti diantaranya dokumen, buku-buku, rompi, kaus lengan panjang, 8 buah keping VCD, dua buah ponsel serta beberapa SIM card. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/foc/17.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto bersama Jaksa Agung Australia George Brandis memimpin pertemuan Ministerial Council Meeting on Law and Security (MCM) ke-4 di Brisbane, Australia, Minggu (26/11/2017).

Pertemuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kerja sama Indonesia dan Australia di bidang hukum dan keamanan, khususnya untuk di kawasan yang dekat dengan kedua negara.

Menurut Wiranto, kerja sama antara kedua negara menjadi penanda bagi keberhasilan penanganan masalah hukum dan keamanan, khususnya tentang isu terorisme dan radikalisme di kawasan.

“Pertemuan MCM ke-4 ini telah membahas kemajuan sejak pertemuan MCM ke-3, serta tantangan yang dihadapi oleh kawasan saat ini,” ujar Wiranto seperti dikutip dari siaran pers Kemenko Polhukam, Senin (27/11/2017).

Baca juga : Jokowi: Pemerintah Tak Akan Toleransi Radikalisme, Apa Pun Organisasinya

Pertemuan tersebut, lanjut Wiranto, telah berlangsung dengan sangat konstruktif dan menghasilkan langkah-langkah konkret yang akan ditindaklanjuti oleh kedua negara dalam bidang countering terrorism financing, counter violent extremism and deradicalization, cyber security, and broader law, justice and security cooperation.

“Perlu saya sampaikan bahwa pertemuan sub regional yang telah dilakukan di kota Manado, pada 29 Juli 2017 lalu merupakan bentuk lain dari kerja sama konkret kedua negara, yang juga melibatkan lebih banyak negara di kawasan,” kata Wiranto.

Menurut rencana, pertemuan MCM ke-5 selanjutnya akan diadakan di Indonesia pada paruh pertama tahun 2018.

Baca juga : Sinyal Bahaya, Intoleransi dan Radikalisme Menjangkiti Rakyat Indonesia


“Untuk itu, saya mengharapkan dapat bertemu dengan Yang Mulia George Brandis di Indonesia,” ucapnya.

Sebelumnya, pada Sabtu (25/11/2017), Wiranto juga bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Australia Peter Craig Dutton.

Pertemuan tersebut dilakukan untuk menegaskan bahwa Indonesia ingin mempererat kerja sama hukum dan keamanan dengan Australia, baik secara bilateral maupun pada tataran regional dan global.

Dalam kesempatan itu Wiranto mengungkapkan keinginan pemerintah agar Australia terlibat dalam forum monitoring implementasi sanksi DK-BB terkait ISIS/ISIL di kawasan.



EditorSabrina Asril

Terkini Lainnya

Pengamat: Ketidaktaatan Tim Hukum 02 Terhadap Hukum Acara Berujung pada Penyimpangan MK

Pengamat: Ketidaktaatan Tim Hukum 02 Terhadap Hukum Acara Berujung pada Penyimpangan MK

Nasional
LPSK Terbentur Aturan Permintaan Perlindungan Saksi, Ini Saran Pakar Hukum

LPSK Terbentur Aturan Permintaan Perlindungan Saksi, Ini Saran Pakar Hukum

Nasional
Survei SMRC, Kondisi Penegakan Hukum Sebelum dan Sesudah Kerusuhan 22 Mei Dinilai Baik

Survei SMRC, Kondisi Penegakan Hukum Sebelum dan Sesudah Kerusuhan 22 Mei Dinilai Baik

Nasional
Dugaan Kecurangan TSM dalam Pilpres, Pengamat Sebut Seharusnya Prabowo-Sandi Diperiksa Juga

Dugaan Kecurangan TSM dalam Pilpres, Pengamat Sebut Seharusnya Prabowo-Sandi Diperiksa Juga

Nasional
Tren Takut Bicara Politik dan Penangkapan Semena-mena Meningkat Pasca Kerusuhan 22 Mei

Tren Takut Bicara Politik dan Penangkapan Semena-mena Meningkat Pasca Kerusuhan 22 Mei

Nasional
Minim Jelaskan Hasil Hitung Suara Versi Prabowo-Sandi, Tim Hukum 02 Dikritik

Minim Jelaskan Hasil Hitung Suara Versi Prabowo-Sandi, Tim Hukum 02 Dikritik

Nasional
Survei SMRC: Pasca Kerusuhan 21-22 Mei, Penilaian Soeharto Demokratis Meningkat

Survei SMRC: Pasca Kerusuhan 21-22 Mei, Penilaian Soeharto Demokratis Meningkat

Nasional
Jabatan Ma'ruf Amin di Bank Syariah Dinilai Tak Timbulkan Konflik Kepentingan

Jabatan Ma'ruf Amin di Bank Syariah Dinilai Tak Timbulkan Konflik Kepentingan

Nasional
Survei SMRC: Soeharto Dinilai Diktator, SBY dan Jokowi Dinilai Demokratis

Survei SMRC: Soeharto Dinilai Diktator, SBY dan Jokowi Dinilai Demokratis

Nasional
Survei SMRC: 69 Persen Publik Nilai Pilpres 2019 Berlangsung Jurdil

Survei SMRC: 69 Persen Publik Nilai Pilpres 2019 Berlangsung Jurdil

Nasional
Survei SMRC: Mayoritas Publik Nilai Demokrasi Semakin Baik Selama 20 Tahun Terakhir

Survei SMRC: Mayoritas Publik Nilai Demokrasi Semakin Baik Selama 20 Tahun Terakhir

Nasional
Pakar: Petitum Gugatan Prabowo-Sandi Seakan Bukan Dibuat Orang Hukum

Pakar: Petitum Gugatan Prabowo-Sandi Seakan Bukan Dibuat Orang Hukum

Nasional
TKN: Tim Hukum 02 Bangun Narasi Saksinya Terancam

TKN: Tim Hukum 02 Bangun Narasi Saksinya Terancam

Nasional
Menurut KPK, Kasus Pelesiran Novanto Beresiko bagi Kredibilitas Kemenkumham

Menurut KPK, Kasus Pelesiran Novanto Beresiko bagi Kredibilitas Kemenkumham

Nasional
Tim 02 Minta Perlindungan Saksi, TKN Singgung Kasus yang Pernah Jerat Bambang Widjojanto

Tim 02 Minta Perlindungan Saksi, TKN Singgung Kasus yang Pernah Jerat Bambang Widjojanto

Nasional

Close Ads X