Kompas.com - 27/11/2017, 19:08 WIB
Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (23/11/2017). Kompas.com/Robertus BelarminusJuru Bicara KPK Febri Diansyah, di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (23/11/2017).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham tidak dapat memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjadi saksi meringankan bagi Ketua DPR Setya Novanto dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Hal ini disampaikan Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

"Pemberitahuan tidak hadir (Idrus) dikirimkan oleh staf, datang ke KPK mengantar surat. Tidak bisa datang dan minta penjadwalan ulang," kata Febri, melalui keterangan tertulis, Senin (27/11/2017).

Febri mengatakan, Novanto yang juga Ketua Umum Partai Golkar itu mengajukan sembilan saksi dan lima orang ahli yang meringankan.

(Baca juga: Pimpinan KPK Jamin Pemeriksaan Saksi Novanto Tidak Hambat Pemberkasan)

Selain Idrus, sembilan orang saksi itu yakni Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP Partai Golkar, Rudi Alfonso; Ketua DPD I Partai Golkar NTT Melky Lena; politisi Partai Golkar Anwar Puegeno; dan anggota Komisi III dari Fraksi Partai Golkar Agun Gunandjar.

Selain itu, Bendahara Umum Partai Golkar Robert Kardinal; Pelaksana Tugas Sekjen DPP Partai Golkar sekaligus anggota Komisi III DPR, Aziz Syamsudin; Wasekjen Partai Golkar Maman Abdurrahman; dan politisi Partai Golkar Erwin Siregar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pelaksana Tugas Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham (peci hitam) beserta jajaran pimpinan DPP Partai Golkar saat memberikan keterangan pers di Kantor DPP Partai Golkar, Jumat (24/11/2017).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Pelaksana Tugas Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham (peci hitam) beserta jajaran pimpinan DPP Partai Golkar saat memberikan keterangan pers di Kantor DPP Partai Golkar, Jumat (24/11/2017).
Sementara itu, lima orang ahli yang dihadirkan yakni ahli hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Mudzakir; pakar hukum pidana dari Universitas Padjadjaran Romli Atmasasmita; Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta Samsul Bakri; pakar hukum tata negara Margarito Kamis; dan seorang ahli bernama Supandji.

Adapun untuk saksi Agun dan Rudi, lantaran pernah diperiksa KPK, tidak akan diperiksa kembali. Dengan demikian, saksi yang sudah hadir sejauh ini yaitu Margarito, Aziz, dan Maman.

(Baca juga: Ini yang Disampaikan Wasekjen Golkar sebagai Saksi Meringankan Novanto)

Selain Idrus, saksi yang hari ini tidak dapat hadir yaitu Melky Lena. Dia mengirimkan surat ke KPK perihal ketidakhadirannya karena ada tugas partai di luar kota.

Kompas TV Sebagian besar saksi adalah politisi, anggota DPR dan pengurus Golkar.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Airlangga Klaim Elektabilitas Golkar Naik Signifikan, Salah Satunya berkat Sosialisasi lewat Baliho

Airlangga Klaim Elektabilitas Golkar Naik Signifikan, Salah Satunya berkat Sosialisasi lewat Baliho

Nasional
Jokowi: Di Masa Pandemi, Parpol Dituntut Hadir Meringankan Beban Masyarakat

Jokowi: Di Masa Pandemi, Parpol Dituntut Hadir Meringankan Beban Masyarakat

Nasional
Airlangga: Tahun 2024, Golkar Harus Rebut Kemenangan Pilpres, Pileg, dan Pilkada

Airlangga: Tahun 2024, Golkar Harus Rebut Kemenangan Pilpres, Pileg, dan Pilkada

Nasional
Jokowi Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-57 Golkar, Bilang Kekompakan Kader Bikin Partai Tumbuh Kuat

Jokowi Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-57 Golkar, Bilang Kekompakan Kader Bikin Partai Tumbuh Kuat

Nasional
Di Puncak HUT Ke-57 Golkar, Airlangga Sebut Kasus Harian Covid-19 di Bawah 3.000 dalam Sebulan Terakhir

Di Puncak HUT Ke-57 Golkar, Airlangga Sebut Kasus Harian Covid-19 di Bawah 3.000 dalam Sebulan Terakhir

Nasional
Kemenkes: Total 291 Juta Vaksin Covid-19 Sudah Tiba di Indonesia

Kemenkes: Total 291 Juta Vaksin Covid-19 Sudah Tiba di Indonesia

Nasional
Sebaran 14.803 Kasus Aktif Covid-19, Tertinggi di Jateng dengan 2.081

Sebaran 14.803 Kasus Aktif Covid-19, Tertinggi di Jateng dengan 2.081

Nasional
UPDATE: Sebaran 802 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

UPDATE: Sebaran 802 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

Nasional
PPATK Harap Pasal Pencucian Uang untuk Tindak Pidana Narkoba Konsisten Digunakan

PPATK Harap Pasal Pencucian Uang untuk Tindak Pidana Narkoba Konsisten Digunakan

Nasional
Bali Dibuka untuk Wisman, Kapolri Minta Personel TNI-Polri Tegakkan Aturan Prokes

Bali Dibuka untuk Wisman, Kapolri Minta Personel TNI-Polri Tegakkan Aturan Prokes

Nasional
Bareskrim Sita Rp 20 Miliar dari Pinjol Ilegal Peneror Ibu hingga Gantung Diri

Bareskrim Sita Rp 20 Miliar dari Pinjol Ilegal Peneror Ibu hingga Gantung Diri

Nasional
UPDATE 23 Oktober: 250.587 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19, Positivity Rate dengan PCR 1,1 Persen

UPDATE 23 Oktober: 250.587 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19, Positivity Rate dengan PCR 1,1 Persen

Nasional
UPDATE: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama 53,91 Persen, Dosis Kedua 32,25 Persen

UPDATE: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama 53,91 Persen, Dosis Kedua 32,25 Persen

Nasional
PPATK Nilai Pasal Pencucian Uang Efektif Jerat Bandar Narkoba

PPATK Nilai Pasal Pencucian Uang Efektif Jerat Bandar Narkoba

Nasional
Antara Jokowi dan Haji Isam...

Antara Jokowi dan Haji Isam...

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.