Kompas.com - 27/11/2017, 10:24 WIB
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPR Ahmad Muzani menegaskan pihaknya menyerahkan kepada Golkar terkait posisi Ketua DPR.

Ia tak menampik jika status hukum Novanto yang kini menjadi tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memengaruhi citra DPR secara kelembagaan.

"Ya mudah-mudahan teman-teman Golkar memahami situasi itu," ujar Muzani seusai menghadiri rilis survei Poltracking Indonesia di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Minggu (26/11/2017).

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/2/2017).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/2/2017).
Menurut dia, Golkar adalah partai yang sudah sangat matang dalam mengambil keputusan terhadap permasalahan yang dihadapinya.

(Baca juga : Nurdin Halid Harap Novanto Legawa Lepas Jabatan Ketum Golkar)

Muzani menambahkan, posisi Ketua DPR merupakan domain partai berlambang pohon beringin itu sehingga partainya enggan mencampuri.

"Gerindra menyerahkan kepada Partai Golkar untuk mengambil tindakan apapun. Kami menunggu Partai Golkar untuk mengambil tindakan apapun," kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra itu.

Novanto memilih bertahan sebagai Ketua DPR meski sudah ditahan KPK. Ia kembali terjerat kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

(Baca juga : Survei Poltracking: Elektabilitas Gerindra Salip Golkar)

Akhirnya, DPP Golkar menetapkan Idrus Marham sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum Golkar hingga ada putusan praperadilan.

Namun, sejumlah pihak mendesak Golkar untuk segera melaksanakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) dan memilih ketua umum baru.

Termasuk pada posisi Ketua DPR. Sejumlah fraksi berharap Novanto diganti atau bersedia mengundurkan diri.

Kompas TV Pengurus DPP partai Golkar mengumpulkan DPD tingkat satu se-Indonesia untuk membahas desakan munas luar biasa.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.